Profil Tokoh DEPOK

Burhanuddin Marzuki

KH Burhanuddin Marzuki

Desember 2008

Konfercab PCNU Depok, Burhanuddin Marzuki dijagokan…

Monitor Depok, 30 Desember 2008

KALIBARU, MONDE: Pengasuh Ponpes Qotrun Nada, KH Burhanuddin Marzuki, kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok masa hikmat 2008-2013.

Proses pemilihan pengurus NU Depok dilaksanakan secara terbuka dan demokratis melalui Konferensi Cabang ke-IV NU Depok yang digelar di Gedung Yayasan Pendidikan Al Jihad, Kelurahan Kalibaru, sejak pk 13.00, kemarin.

Hingga berita ini diturunkan, pk 20.15, belum diketahui siapa yang menjadi ketua baru PCNU Depok masa hikmat 2008-2013. Dua pesaing Burhan yaitu H. Halim (anggota NU Depok) dan H. Ruhiat (Sekretaris NU Kecamatan Cimanggis).

Sebanyak 51 warga Nahdliyin yang memiliki hak suara dalam forum pemilihan pengurus baru NU Depok terdiri dari perwakilan PCNU, pengurus majelis wakil cabang syuriah dan tanfidziyah, dan pengurus ranting syuriah dan tanfidziyah.

Sejumlah tokoh NU yang terlihat hadir a.l Al Habib Hamid bin Hud Al Al Athos, KH Masdar Farid Mas’udi, KH Maesar Yunus, KH Hilmi Zaini Taher, KH Syihabudin Ahmad, H Edy Susanto, KH Ma’mur Murod, KH Mahfudz Anwar.

Konfercab diawali dengan pembekalan ke-NU-an yang disampaikan KH Masdar Farid, dan pembekalan ekonomi kerakyatan oleh Pradi Supriatna dan Muhammad Yaftah.

Tampak hadir sejumlah caleg a.l Babai Suhaimi (Golkar), Agustian Hermawan (PAN), M Fuad, Selamet Riyadi, Napis Kurtubi (PKB). Hadir pula Ketua MUI Depok KH Dimyati Badruzzaman dan pengusaha muda Depok Miftah Sunandar.

Sebelum proses pemilihan pengurus baru, panitia acara mengagendakan pengesahan tata tertib, LPJ PCNU masa hikmat 2003-2008, pandangan umum dan tanggapan peserta, dan pengesahan sidang komisi. Sejumlah peserta konfercab menyakini Burhanudin Marzuki akan terpilih kembali. Pasalnya, hingga menjelang konfercab hanya nama H Halim yang menjadi pesaing Burhan.

“Bang Burhan tentunya akan terpilih lagi, soalnya kandidatnya nggak cukup kuat. Lain halnya bila Pak Yuyun Wirasaputra ikutan jadi kandidat ketua,” ucap salah seorang peserta konfercab yang enggan disebutkan namanya.

Alim Ulama

Sebelum Konfercab, PCNU Depok menggelar Silaturrahmi Alim Ulama di Halaman Gedung PCNU yang berlokasi di Jl Raya Kalimulya Rt 01/01, Kelurahan Kalimulya, Sukmajaya. Acara tersebut dihadiri Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, Wakil Walikota Yuyun Wirasaputra, Camat Sukmajaya Muksit Hakim, puluhan alim ulama, serta ratusan warga NU,

Dalam sambutannya, Nur Mahmudi mengajak warga NU untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan mutu dan kualitas dunia pendidikan di Kota Depok.

Pihak Pemkot, dikatakan Nur, mengalokasikan Rp10 miliar yang digunakan untuk a.l merehab lokal maupun laboratorium sekolah termasuk program pendidikan guru-guru madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah. Dia menambahkan, dana resmi melalui APBD yang dikucurkan Pemkot Depok itu merupakan yang pertama dilakukan oleh 472 pemerintah kota/kabupaten di Indonesia.

Prestasi lainnya, disebutkan Nur Mahmudi, yaitu ujian nasional rata-rata pada 2006, Kota Depok berada di ranking 25 dari 25 kota se-Jawa Barat. Pada 2008 prestasinya Depok terdongkrak menjadi ranking tiga untuk tingkat SD atau madrasah dan ketiga untuk aliyah atau SMA. “Kalo itu terjadi selama dua tahun lagi, kami optimistis pada tahun 2009, Kota Depok meraih rangking pertama di Jawa Barat,” ucap Nur Mahmudi bangga.(amr)

Konferensi Cabang NU ke-4, Yuyun jadi kandidat ketua

Monitor Depok, 27 Desember 2008

DEPOK, MONDE: Senin nanti para Nahdliyin Kota Depok akan menggelar Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama ke-4 Gedung NU Kelurahan Kalimulya, Sukmajaya. Menjelang pelaksanaan, sejumlah nama yang dicalonkan menjadi ketua telah mengalami pengerucutan.

Sebelumnya beberapa nama muncul yang dicalonkan baik melalui perorangan, MWC, dan Ranting itu a.l H. Yuyun Wirasaputra, H. Halim, H. Nian Atmadja, H.Syihabudin Ahmad, H. Burhanudin Marzuki, H. Kandi Rodin, H. Fahrudin, H. Damanhuri, H. Yusuf Hidayat, H. Edi Susanto, dan H. Abdul Razak.

Dari jumlah tersebut mengerucut menjadi tiga kandidat yaitu Yuyun Wirasaputra, Burhanudin Marzuki, dan Halim. Konferensi Cabang NU IV akan memilih ketua untuk lima tahun ke depan. Diharapkan ketua yang terpilih nanti benar-benar mengayomi warga NU yang berada di Depok secara keseluruhan sehingga tak terpecah belah.

“Siapa pun orangnya, bila ia amanat dan mampu melaksanakan program kerja dengan baik akan mampu membawa citra NU jauh lebih baik,” kata Sekretaris NU Cimanggis, Ruhiat kepada Monde, kemarin.

Sosok ketua jangan sampai memanfaatkan NU untuk mencapai tujuan pribadi yang tentu saja tak diinginkan dalam konferensi ini. NU jangan sampai terjebak pada hak-hak yang bersifat praktis yang sementara yang jutsru membawa malapetaka di kemudian hari. Yang jelas NU harus tetap istiqomah.

Konferensi yang dilaksanakan 29 Desember 2008 bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1430 H. Konferensi Cabang adalah merupakan institusi permusyawaratan tertinggi ditingkat cabang yang dihadiri oleh utusan-utusan Syuriah, Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang, dan Ranting. Diharapkan dengan adanya konferensi ini para jamaah NU jauh lebih istiqomah di dalam menjalankan program-program yang ada.

“Kami berharap dalam konferansi tidak masuk ranah politik sehingga harus netral atau tidak berpihak kepada salah satu partai tertentu,” kata Ruhiat.

Jangan sampai keberadaan NU ini dipergunakan untuk kepentingan pribadi untuk mencapai suatu tujuan. Ketika dimanfaatkan oleh segelintir orang maka citra NU akan tercoreng dan akan memperpecah persatuan dan kesatuan di tubuh NU. Semuanya harus berorientasi pada peraturan yang telah ditetapkan.

Nantinya dalam konferensi ini akan disampaikan laporan pertanggung jawaban program kerja kepengurusan periode 2003-2008 serta

membentuk kepengurusan baru. Dalam perjalanannya NU selama ini beberapa warga NU Kota Depok telah mampu menjadi Wakil Walikota Depok, yaitu Bapak H. Yuyun Wirasaputra.

NU kedepan harus mampu dan memiliki intelektualitas, profesionalitas, terbuka, memahami perkembangan globalisme, transformasi sosial, nilai jual yang tinggi, namun tetap berpedoman dan harus mampu mengejawantahkan AD/ART dan program kerja NU.(mas)

Nahdlatul Ulama dan Konfercab IV

Monitor Depok, 26 Desember 2008

Jam’iyah Nahdlatul Ulama didirikan di Surabaya, pada 16 Rajab 1344 H, bertepatan 31 Januari l926. Dalam perjalanannya Nahdlatul Ulama mampu memberikan sumbangsih pemikiran, baik dalam tatanan ekonomi, politik sosial dan budaya, serta pertahanan nasional, demi menjunjung tinggi NKRI.

Bahkan tak sedikit kelompok, golongan dan partai politik yang selalau melirik, dan mengharapkan kerja sama dengan Nahdlatul Ulama, baik di level daerah, nasional atau internasional. Bahkan pada masa reformasi dengan jatuhnya orde baru Nahdlatul Ulama memberikan sumbangsih besar terhadap bangsa Indonesia, untuk menciptakan kedaulatan bangsa Indonesia, disaat KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) menjadi Presiden RI salah satu agendanya ialah mempersatukan kembali NKRI, yang hampir terpecah belah, dan mengkondusifkan kembali, agama, etnis, dan budaya yang dianut bangsa Indonesia.

Runtuhnya orde baru merupakan bagian terpenting bagi NU untuk mengkonstruksi tatanan politik baru di negara Republik Indonesia. Maka momentum yang demikian itu melahirkan partai politik baru yaitu Partai Kebangkirtan Bangsa (PKB) didirikan oleh lima tokoh Nahdlatu Ulama. Meraka adalah KHM. Ilyas Ruhiat, KH Abdurrahman Wahid, KH.A. Muhit Muzadi, KH.Mustafa Bisri, KH. Moenasir Ali.

Pada 23 Juli1998, Kehadiran PKB, disamping anak tunggal NU, merupakan wadah politik warga Nahdliyin. Dalam perjalanannya PKB harus menjadi partai yang reformatif sehingga mampu menatap masa depan bangsa yang semakin global dan plural.

Konfercab NU Ke IV

Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Ke IV ini akan dilaksanakan pada hari Senin (12/12) bertepatan tanggal 1 Muharram 1430 H di Gedung NU Kelurahan Kalimulya, Sukmajaya. Dalam perjalanannya NU Kota Depok, periode 2003-2008. Sudah kita rasakan bersama, baik secara nilai sosial kemasyarakatan, keagamaan maupun secara politik, salah satunya, Warga NU Kota Depok telah mampu mengantarkan salah seorang pengurus Mustasyar menjadi Wakil Walikota Depok, yaitu Bapak H. Yuyun Wirasaputra. Walaupun pada saat itu terjadi dualisme paham yang sangat kontradiktif, antara pengurus NU tingkat Kota dengan NU tingkat Kecamatan, namun itulah nuansa politik demokratis yang dibangun oleh warga NU dan pada akhirnya NU tetap bersatu.

Sebagian warga Nahdliyin beranggapan bahwa Konfercab NU ke IV ini sangat tertutup sehingga timbul sinyalemen di kalangan pengurus dan warga Nahdliyin. Apakah konfercab kali ini akan mengukuhkan pengurus yang lama? Ataukah memang mau melakukan/membentuk kepengurusan yang baru dan terbuka, sesuai amanat AD/ART.

Berdasarkan hasil pengamatan penulis, ada sebagian warga NU ingin menunda konfercab, dikarenakan memang kurangnya sosialisasi, transparansi sebelumnya terhadap MWC dan Ranting NU se-Kota Depok. Sebagian lain ada yang ingin melaksanakan dengan segera karena menginginkan adanya perubahan baru dikepengurusan NU tingkat kota karena banyak sekali agenda kegiatan yang mendesak baik tingkat daerah atau Nasional.

Pada konferensi kali ini Ketua syuriah dan Tanfidiyah akan dipilih oleh 70 hak suara, yang terdiri dari : 63 suara NU ranting kelurahan, 6 suara MWC NU kecamatan, dan l suara NU tingkat kota, berdasarkan ART. Bab XX pasal 60, poin 5, menyatakan: Konferensi Cabang adalah syah jika dihadiri, oleh lebih dari setengah jumlah Majlis Wakil Cabang dan Ranting di daerahnya, dalam setiap pengambilan Keputusan Pengurus Cabang Sebagai lembaga dan tiap-tiap Majlis Wakil Cabang dan Ranting yang hadir mempunyai hak satu suara.

Pada konferensi Cabang NU IV ini, justru yang mencuat selalu membicarakan Figur Ketua, bukannya bagaimana kita bisa menyusun dan membuat rencana serta melaksanakan program kerja lima tahun ke depan, agar NU di Depok lebih baik, padahal sesungguhnya siapa pun orangnya, bila ia amanat akan manpu melaksanakan program kerja, tetapi sebaliknya jika orangnya tidak amanat, sebaik apapun program kerja, tidak akan terlaksana dengan baik.

Dari jumlah 70 hak suara tersebut ada yang ingin melakukan kolaborasi, ada juga yang memiliki calon untuk menduduki jabatan tersebut baik untuk Syuriah maupun Tanfidiyah, paling hangat jabatan yang diincar pada posisi Ketua Tanfidiyah karena Tanfidiyah ini merupakan mesin dari NU di antara calon-calon yang di munculkan baik melalui perorangan , MWC dan Ranting itu adalah : H. Yuyun Wirasaputra, H. Halim, H. Nian Atmadja, H.Syihabudin Ahmad, H. Burhanudin Marzuki, H. Kandi Rodin, H. Fahrudin, H. Damanhuri, H. Yusuf Hidayat, H. Edi Susanto, dan H. Abdul Razak. Dari tokoh-tokoh NU tersebut warga nahdliyin yakin dan percaya, akan mampu membawa NU lebih baik .” Selamat Berjuang Sahabat, Tegakkan Islam Ahlusunnah Waljama’ah.”

Oktober 2008

PCNU Depok Desak Pengesahan RUU Pornografi

Depok, NU Online, Rabu, 22 Oktober 2008 11:08

Dukungan pengesahan RUU Pornografi terus bergulir tanpa henti. Kali ini, para ulama di Kota Depok kembali mendesak agar RUU Pornografi segera disahkan menjadi undang-undang. Permasalahan pornografi di Idonesia melebihi negara liberal di dunia.

”Masa sih untuk mendifinisikan pornografi membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Orang-orang DPR itu kan pintar-pintar,” kata Ketua Pengurus Cabang Nadhalatul Ulama (PCNU), KH Burhanuddin Marzuki, Selasa (21/10). Menurutnya penundaaan pengesahan RUU ini memiliki potensi sentimentil politik, agama, sentimen bisnis, dan ada kepentingan besar di balik ini.

Dia mengatakan, kasus pornografi di tanah air telah akut. ”Melebihi negara di Amerika dan negara liberal lainnya.” Burhanuddin merasa heran atas penundaan dan pemoloran pengesahan RUU itu. Seluruh agama, kata dia, tentu melarang pornografi. Jadi seharusnya tidak ada alasan untuk menundannya.

Selama aturan ini baik, katanya, pihaknya akan terus berjuang dalam mengawal pengesahan RUU. ”Kita mengikuti PBNU.” Pihaknya menganggap permasalahan pornografi telah melampaui batas. Penundaan yang memakan waktu lama, menurutnya, hanya permainan segelintir orang yang tidak suka dengan ajaran Islam.

”Kita kecewa dengan DPR. Tapi, kita masih berpikir positif.” Pihaknya menyesalkan terjadinya penundaan yang dinilai kurang rasional. Hal ini menjadi tantangan DPR apakah benar-benar mampu memperjuangkan warga Muslim. Dia menduga dukungan terhadap penolakan RUU Pornografi hanya dilakukan kaum minoritas.

”Namun mereka vokal. Mereka pandai memanfaatkan media.” Pihaknya berharap media di tanah air mampu turut memperjuangkan pengesahan UU tersebut. Dia khawatir membayangkan kerusakan generasi bangsa yang dinilainya telah akut. Jika tidak ada aturan yang jelas dan tegas, maka 10-15 tahun ke depan masa depan bangsa ini dapat rusak menyusul begitu mudahnya mendapatkan akses pornografi di Indonesia.

Rencananya bersama dengan seluruh ulama yang ada di Kota Depok, pihaknya akan menggelar unjuk rasa mendukung pengesahan RUU Pornografi. Hal ini diakui Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kota Depok, Ustadz Farkhan AR.

Para ulama di kota itu merasa gemas dengan pemoloran yang terus terjadi. ”Moral harus diletakkan di atas HAM. Pornografi ini sangat bernahaya.” Senada dengan KH Burhanuddin, pihak Muhammadiyah merasa khawatit dengan masa depan bangsa dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

”Kita menyayangkan adanya pihak-pihak yang menolak RUU itu.” Namun, dia optimistis DPR mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat dan umat Islam yang menjadi mayoritas di kota ini. (rep/mad)

Ulama Depok Mendesak Pengesahan RUU Pornografi

Republika Newsroom, Selasa, 21 Oktober 2008

JAKARTA- Dukungan pengesahan RUU Pornografi terus bergulir tanpa henti. Kali ini, para ulama di Kota Depok kembali mendesak agar RUU Pornografi segera disahkan menjadi undang-undang. Permasalahan pornografi di Idonesia melebihi negara liberal di dunia.

”Masa sih untuk mendifinisikan pornografi membutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Orang-orang DPR itu kan pintar-pintar,” kata Ketua Pengurus Cabang Nadhalatul Ulama (PCNU), KH Burhanuddin Marzuki, Selasa (21/10). Menurutnya penundaaan pengesahan RUU ini memiliki potensi sentimentil politik, agama, sentimen bisnis, dan ada kepentingan besar di balik ini.

Dia mengatakan, kasus pornografi di tanah air telah akut. ”Melebihi negara di Amerika dan negara liberal lainnya.” Burhanuddin merasa heran atas penundaan dan pemoloran pengesahan RUU itu. Seluruh agama, kata dia, tentu melarang pornografi. Jadi seharusnya tidak ada alasan untuk menundannya.

Selama aturan ini baik, katanya, pihaknya akan terus berjuang dalam mengawal pengesahan RUU. ”Kita mengikuti PBNU.” Pihaknya menganggap permasalahan pornografi telah melampaui batas. Penundaan yang memakan waktu lama, menurutnya, hanya permainan segelintir orang yang tidak suka dengan ajaran Islam.

”Kita kecewa dengan DPR. Tapi, kita masih berpikir positif.” Pihaknya menyesalkan terjadinya penundaan yang dinilai kurang rasional. Hal ini menjadi tantangan DPR apakah benar-benar mampu memperjuangkan warga Muslim. Dia menduga dukungan terhadap penolakan RUU Pornografi hanya dilakukan kaum minoritas.

”Namun mereka vokal. Mereka pandai memanfaatkan media.” Pihaknya berharap media di tanah air mampu turut memperjuangkan pengesahan UU tersebut. Dia khawatir membayangkan kerusakan generasi bangsa yang dinilainya telah akut. Jika tidak ada aturan yang jelas dan tegas, maka 10-15 tahun ke depan masa depan bangsa ini dapat rusak menyusul begitu mudahnya mendapatkan akses pornografi di Indonesia.

Rencananya bersama dengan seluruh ulama yang ada di Kota Depok, pihaknya akan menggelar unjuk rasa mendukung pengesahan RUU Pornografi. Hal ini diakui Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kota Depok, Ustadz Farkhan AR.

Para ulama di kota itu merasa gemas dengan pemoloran yang terus terjadi. ”Moral harus diletakkan di atas HAM. Pornografi ini sangat bernahaya.” Senada dengan KH Burhanuddin, pihak Muhammadiyah merasa khawatit dengan masa depan bangsa dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

”Kita menyayangkan adanya pihak-pihak yang menolak RUU itu.” Namun, dia optimistis DPR mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat dan umat Islam yang menjadi mayoritas di kota ini.

Ketua TPM Kota Depok, Ustadz Syaefullah Al Maslul, mengatakan koran, televisi, internet, dan media lain begitu mudah menyediakan akses informasi yang mengarah pada unsur pornografi. ”Masa depan bangsa ini tergantung remaja kita.”

Jika akses porno begitu mudah didapat, dia khwatir bangsa ini tidak memiliki tujuan dan harga diri. Pihaknya berjanji akan terus mendukung dan memperjuangkan pengesahan RUU Pornografi sampai kapan pun.

Syaefullah menceritakan, saat berkunjung ke Yunani pernah merasa kesulitan untuk melakukan shalat di masjid. Dia harus menempuh perjalanan selama empat jam lebih untuk menunaikan shalat Jumat. Dia merasa mafhum karena Muslim di negara itu minoritas. ”Namun, mengapa RUU Pornografi tidak dapat disahkan. Sedangkan mayoritas agama kita Islam. Ini jelas aneh.” Apalagi seluruh agama mana pun tidak mengjarkan nilai-nilai pornografi.

Ketua Forum Mudzakarah Syariat Islam (Formasi), Ustadz Ahmad Syaefuddin, mengatakan hal serupa. Pihaknya berkomitmen untuk mendukung pengesahan RUU itu. Dalam waktu dekat elemen ulama dan ormas yang tergabung dalam Formasi, NU, MUI, Muhammadiyah, TPM, dan Ormas Islam, serta masyarakat umum akan mengadakan aksi besar-besaran di kota ini. ”Kita mendesak sepenuhnya agar RUU itu segera disahkan.”

Aksi ini rencananya akan dilaksanakan pada bulan ini. Saat ini masih melakukan koordinasi dan membentuk tim kecil untuk menentukan langkah dukungan. Dia yakin masyarakat Bali, Papua, Manado, atau masyarakat tanah air secara umum pasti mendukung pengesahan ini. Penolakan hanya dilakukan segelintir masa yang belum memahami bahaya laten pornografi ini. c68/pt

Maret 2008

Maulid Nabi dan keabsahan ritual ibadah

Oleh: Drs KH Burhanuddin Marzuki

Monitor Depok, 24 Maret 2008

Rabiul Awwal adalah bulan yang dinanti-nantikan kehadirannya oleh kaum muslimin. Bulan ‘musim bunga’ sengaja dipilih Allah SWT sebagai waktu yang tepat untuk kelahiran Sang Kekasih-Nya, yakni Nabi Muhammad SAW. Tepatnya 12 Rabiul Awwal tahun Gajah atau 20 April 571 M, beliau lahir di muka bumi ini.

Karena itu lumrah dan wajar jika akhir-akhir ini semarak terdengar pembacaan senandung puji-pujian bagi Rasulullah SAW dari waktu ke waktu hampir di seluruh pelosok dunia. Pembacaan Maulid Diba’, Barzanji, Simthud duror, Al-Burdah, dll demikian syahdu hingga merasuki jiwa dan qalbu kaum muslimin.

Sehingga ketika bacaan riwayat sampai pada asyaraqal (dimana kaum muslimin berdiri karena ‘yakin’ ada kehadiran ruh Rasulullah SAW saat itu) mereka tidak terasa meneteskan air mata. Air mata kebahagiaan, airmata kerinduan, dan air mata malu belum mampu mencontoh teladan beliau yang tinggi.

Tetapi sungguh sangat disayangkan, suasana psikologis yang demikian mampu membangkitkan ruh jihad tiba-tiba ditelikung oleh beberapa gelintir dari kaum muslimin sendiri. Mereka yang cari ‘sensasi’ dan ‘caper’ seperti anak kecil tiba-tiba ‘menghujat’ bahwa peringatan maulid Nabi SAW dan segala aktivitasnya adalah perbuatan bid’ah yang sia-sia dan bahkan cenderung berdosa (musyrik).

Sebelum menjawab ‘ketidaktahuan’ mereka sehingga berpandangan seperti itu, ada baiknya dengan hati dan pikiran jernih mari kita tengok apa yang dilakukan oleh Sulthan Solahudin Al-Ayubi (Mesir, 1138–1193 M). Pada 1187M beliau pertama kali mengumumkan sayembara bagi para sastrawan agar menciptakan karya sastra berisi sejarah hidup dan perjuangan dakwah Nabi.

Akhirnya terkumpul ribuan bait-bait hikayat dan syair-syair indah yang mampu membangkitkan semangat jihad umat Islam yang memang sangat mencintai Rasulullah SAW. Waktu itu kondisi fisik dan mental tentara Islam sedang jatuh pada titik terlemah, padahal pada saat yang sama tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman pasukan salib Eropa.

Hasilnya sungguh luar biasa, senandung bait-bait sajak tentang keindahan ahlak Nabi, ketulusan dan kegigihan perjuangannya yang dibacakan berulang-ulang secara massif mampu menyuntikkan gelora jihad di dada kaum muslimin. Hasilnya, Sholahuddin AI-Ayubi mampu mengusir tentara salib dari bumi Palestina. Sholahuddin AI-Ayyubi menjadi panglima perang tentara Islam paling ditakuti tentara salib berkah dari pembacaan syair-syair pujian pada Nabi Muhammad SAW yang diprakarsainya.

Dasar hukum

Benarkah yang dilakukan Sholahuddin AI-Ayyubi sekedar improvisasi strategi dari seorang panglima perang cerdas belaka? Tentu tidak. Karena jauh sebelum Sholahuddin AI-Ayyubi melakukan peringatan maulid, Rasulullah SAW sendiri merayakan kelahirannya dengan caranya sendiri.

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Muslim, Abu Dawud dan Ahmad disebutkan, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang kebiasaan beliau berpuasa pada hari Senin, beliau bersabda, “di hari itu aku dilahirkan dan di hari itu pula aku memperoleh wahyu” demikian jawaban Nabi.

Artinya, siapa saja yang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah melakukan pekerjaan baik yang dicontohkan oleh Sang Nabi. Sampai titik ini, mari kita balik bertanya, “Kenapa Anda berani mengatakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW adalah bid’ah yang sia-sia?”, mana dalilnya?

Mereka kemudian berpindah substansi alasan, “Nabi kan memperingatinya dengan cara berpuasa bukan dengan cara-cara memuji dirinya sendiri dengan selangit pujian!”. Untuk mengulas pernyataan ini, para ulama ahlus sunah waljamaah punya argumentasi. Memang benar Nabi tidak pernah memuji dirinya sendiri. Karena Nabi Muhammad SAW memang sangat pemalu dan rendah hati.

Tetapi Nabi Muhammad SAW tidak memberikan komentar apapun pada para sahabatnya yang menyampaikan pujian pada dirinya. Bahkan tercatat sahabat pertama yang memuji langsung Rasulullah SAW dihadapannya adalah sahabatnya sekaligus pamannya sendiri yakni Abbas bin Abdul Mutholib. Diantara bait pujian Abbas, “Ketika engkau lahir, bumi bersinar, cakrawala bermandikan cahayamu. Kami pun berjalan di tengah cahaya sinar dan .jalan yang penuh petunjuk”. Ketika pamannya mengungkapkan bait-bait pujian ini, Rasullah SAW diam tidak bereaksi. Diamnya Nabi berarti sunah beliau. Karena sunnah atau hadits definisinya adalah qauluhu sallahu alaihi wasallam wa fi’luhu wa taqriruhu (Hadits/Sunnah adalah ucapan Nabi SAW, perbuatannya, dan taqrir -ketetapan[diam]-nya).

Artinya kandungan puji-pujian pada Sang Nabi SAW dalam kitab Al-Barzanji karya Syekh Ja’far bin Abdul Karim AI-Barzanji dan kitab semisal lainnya merupakan sunah Nabi Muhammad SAW. Sampai pada titik kita stop dahulu, lalu mari kita balik bertanya, “masih beranikah Anda mengatakan peringatan maulid Nabi yang didalamnya disenandungkan segala pu.ji-pujian untuk Sang Nabi adalah bid’ah yang sia-sia?” Tentu Anda sudah mulai ragu-ragu dengan pendirian Anda. Kalau demikian Anda patut bersyukur karena hidayah Allah telah menyertai Anda.

Dengan dua dalil di atas cukuplah kiranya bagi umat Islam untuk tidak ragu dalam melaksanakan kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Karena melalui peristiwa ini, bukan saja kita melakukan ibadah yang baik dalam pandangan Allah SWT., lebih dari itu ada rahasia keberkahan yang dijanjikan pada siapa saja yang mengamalkannya. Bukti telah dicatat sejarah, Sholahuddin AI-Ayyubi memanen berkah maulid dengan hadirnya semangat jihad di dada semua pasukannya hingga mampu mengusir tentara salib dari bumi Palestina saat itu.

Kepada kaum muslimin dianjurkan agar melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Apa yang telah dicontohkan oleh para salafus sholih adalah hal baik yang tidak perlu diragukan keabsahannya dari sisi ajaran Islam. Para Ulama yang tergabung dalam Nadhatul Ulama mustahil mentradisikan sesuatu yang sesat dalam ajaran agama ini.

Sebaliknya, kepada saudara-saudara se-aqidah yang tidak suka menyelenggarakan maulid, cukup arif dan bijak kiranya Anda tidak lagi mengatakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini hal-hal baru bid’ah yang dilarang agama Islam. Karena keyakinan Anda seperti itu mencerminkan betapa Anda harus lebih baik lagi belajar memahami hadits Nabi. Pada saat yang sama, jika Anda diam Anda berusaha tidak menambah lagi barisan orang yang tidak faham hadits Nabi.

*)  Penulis adalah Ketua PCNU Kota Depok

Januari 2008

Warga Depok turut berkabung

Monitor Depok, 29 Januari 2008

DEPOK, MONDE: Meninggalnya mantan Presiden Soeharto turut membawa duka yang mendalam bagi warga Depok. Hal tersebut tercermin dengan dipasangnya bendera setengah tiang di beberapa kantor dan banyak rumah di wilayah Kota Depok.

Warga Depok pun berkabung atas kepergian Orang Besar itu. Para guru dan siswa Perguruan Swasta Pemuda Bangsa Kota Depok tak kuasa meneteskan air mata saat mengheningkan cipta mendo’akan almarhum Pak Harto yang dipimpin oleh Kepsek Pemuda Bangsa, TH Ekaningsasi pada upacara bendera setiap Senin.

“Marilah kita semua sejenak mengheningkan cipta untuk mendoakan almarhum Pak Harto. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah Subhanawataallah,” tutur Ekaningsasi terbata-bata dengan mata berkaca-kaca.

Sesaat setelah mengheningkan cipta, selain Ekaningsasi, para guru dan siswa peserta upacara mengusap air mata yang berlinang di pelupuk mata masing-masing.

“Pemasangan bendera setengah tiang atas dasar inisiatif saya sebagai bentuk apresiasi dan dukacita saya yang mendalam terhadap pahlawan dan pemimpin besar Bangsa Indonesia, Soeharto,” tegas Adijaya warga Beji.

Sekitar 370 siswa-siswi beserta para guru Madrasah Tsanawiyah Yayasan Pondok Pesantren Depok (MTs YPPD) menggelar tahlil di halaman sekolah tersebut, kemarin.

Kepala Bidang Kepondok pesantaren YPPD, Dian Efendi, yang memimpin tahlil, mengatakan yang mati harus didoakan, terlepas salah atau tidak.

Kendati belum menerima imbauan resmi dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama, namun Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Depok, KH. Burhanudin Marzuki tetap mengimbau masyarakat melakukan salat gaib untuk alm HM Soeharto

“Hingga saat ini (kemarin-Red) saya belum dapat surat dari PB NU untuk melakukan salat gaib. Namun tetap tidak ada salahnya jika masyarakat melakukan hal tersebut,” katanya.

Penghargaan

Pimpinan Pondok Pesantren Qotrun Nada itu mengatakan, sebagai sesama muslim, maka masyarakat Depok layak memberikan penghargaan kepada Pak Harto, mengingat jasa-jasa yang telah diberikannya kepada negara selama ini.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzzaman mengaku belum ada imbauan resmi dari MUI untuk melakukan salat gaib. “Saya harus merapatkan hal ini dulu dengan pengurus lain. Saya belum bisa mengeluarkan imbauan itu,” katanya.

Sumi, warga Perumnas Depok Jaya, menuturkan apa yang diberikan Soeharto sangat tak ternilai harganya. “Beliau sangat berjasa besar dalam membangun negara Indonesia,” ucap ibu rumah tangga ini.

Baginya pemasangan bendera setengah tiang ini merupakan bentuk simpati yang sangat mendalam bagi perjuangan Soeharto dalam membangun Indonesia. “Terlepas dari kekurangannya, beliau banyak memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan negara Indonesia.

Sementara itu terlihat juga di sejumlah sekolah bendera setengah tiang juga dinaikkan. Begitu juga di pusat pemerintahan Depok dan gedung DPRD Depok, bendera setengah tiang berkibara pertanda dukacita atas meninggalnya mantan penguasa Orde Baru, Soeharto.

Maret 2008

Ponpes Qotrun Nada akan gelar maulid

Monitor Depok, 4 Maret 2008

MARGONDA, MONDE: Pondok Pesantren Qotrun Nada yang berlokasi di Cipayung Jaya, Pancoran Mas, akan menggelar Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah ke-11 Ponpes Qutrun Nada pada Minggu 9 Maret.

Kegiatan tersebut rencananya bakal dihadiri Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Habib Umar bin Abdurrahman Assegaf, Habib Hamid bin Hud Al Attas, Habib Fikri Abdul Qodir bin Ahmad Al Haddad, Habib Husin bin Alwi Al Attas, KH Syukron Ma’mun, KH Muhammad Nasri, KH Ahmad Zaini, KH Zahrul Basyim, H Marzuki HS.

Selain sejumlah habaib, alim ulama, mubaligh, acara tersebut juga bakal dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh Depok serta pengurus partai politik se-Kota Depok.

Hal itu dikatakan Pengasuh Ponpes Qotrun Nada, KH Burhanuddin Marzuki, saat silaturrahim ke kantor Monde, kemarin, “Insya Allah kami pun akan mengundang rekan-rekan pengurus parpol.”

Kehadiran KH Burhanuddin Marzuki yang saat ini masih menjabat Ketua PC NU Depok itu, diterima Wakil Pimpinan Umum Monde Moh Imam Bahtera, Manajer Iklan dan Promosi Amiruddin, Manajer Sirkulasi Andi Sutandi dan Redaktur Senior Monde Algooth Putranto.

November 2007

‘Nanti, jangan ada lagi proyek telantar…’

Pri usul dijadikan ukuran mutasi

Monitor Depok, 24 November 2007

DEPOK, MONDE: Kepentingan umum dan umat beragama di Depok mesti dikedepankan dalam pembangunan.

Pengutamaan kelompok sektarian justru bisa menjadi awal bencana kelambatan pembangunan di kota ini.

Terkait pelaksanaan proyek tahun depan, diharapkan tak ada lagi yang telantar, sehingga masyarakat Depok bisa menikmati hasil pembangunan tepat waktu, tepat anggaran, dan tepat sasaran.

Anggota Dewan Pengurus Harian Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Depok Slamet Riyadi dan Ketua Nahdlatul Ulama Kota Depok, Burhanuddin, mengemukakan hal itu, Kamis (22/11) secara terpisah.

Mereka menanggapi terlambatnya pembangunan fisik di Depok, yang disebut-sebut 40% dari 600 proyek terbengkalai pengerjaaannya.

“Bukannya saling tuding dan menyalahkan,” kata Slamet Riyadi. Ia pun mensugesti agar eksekutif dan legislatif lebih mengutamakan masyarakat umum dan umat beragama, bukan kepentingan pribadi atau kelompok masing-masing.

Slamet mengatakan bahwa sebagai forum komunikasi yang mewakili seluruh kelompok agama yang ada di Depok, FKUB tidak ingin pembangunan di Depok terganggu karena hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Ia mengisyaratakan bila pengutamaan publik jadi kehendak bersama, memakai koridor benar, hampir pasti proses dan pelaksanaan pembangunan lancar.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Nahdatul Ulama (NU) Kota Depok, KH Burhanuddin Marzuki. “Kalau semua pihak, baik itu DPRD maupun Pemkot punya itikad baik untuk membangun Kota Depok, seharusnya hal ini tidak terjadi. Tidak akan terjadi saling lempar tanggung jawab atau saling menyalahkan,” katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Qotrun Nada ini mengatakan bahwa Pemkot tidak seharusnya kebakaran jenggot saat DPRD melakukan kritik, karena memang sudah fungsi DPRD melakukan pengawasan dan kontrol, asal hal tersebut bersifat positif. “Mungkin memang ada yang kurang, makanya dikritik,” katanya.

Jangan terulang

DPRD pun, menurut Burhanuddin, tidak perlu berlama-lama dalam mengesahkan anggaran, jika hal itu memang untuk kepentingan rakyat. “Sekarang masyarakat hanya perlu pembuktian. Jima memang ada jalan yang rusak ya diperbaiki. Itu saja sudah cukup. Nggak perlu saling tuding dan saling lempar kesalahan,” katanya.

Karena itu, menurut dia, kemungkinan terbengkalainya sekitar 40% proyek di Depok diharapkan tidak terulang tahun depan. “Mekanisme sekarang harus diperbaiki. Jangan masalah pembangunan dipersulit lagi. Pokoknya jangan hanya tebar pesona. Buktikan saja kinerja masing-masing,” ujar Burhanuddin tanpa merinci siapa yang dia maksud dengan tebar pesona.

Sementara itu Ketua Dewan Etik Depok Government Watch (De’ GOWA) Gatot Bimo mengatakan bahwa terbengkalainya sebagian proyek pembangunan merupakan bukti gagalnya Pemkot dalam pelaksanaan pembangunan.

Selain itu, katanya, sempitnya waktu, proses pembiayaan anggaran yang harus menggunakan Down Payment (DP) tidak diberlakukan sama sekali dalam kegiatan proyek di Dinas PU. Sementara itu, katanya, banyak pelaku usaha ataupun kontraktor yang mengandalkan DP tersebut sebagai modal kerja. Hal ini juga berpengaruh terhadap jalanya proses pengerjaan proyek.

Ditambah juga faktor alam yang menjadi salah satu penghambat dimana pada akhir tahun sudah mulai musim hujan. Artinya berbagai kegiatan proyek di bidang Sumber Daya Air maupun pembangunan prasarana jalan menjadi berjalan lamban.

Mutasi

“Jika hujan terus menerus, siapa yang bisa melakukan pengaspalan jalan maupun betonisasi, “ katanya. Seyogianya, katanya, perencana pembangunan tahu Oktober-Januari itu musim hujan…

Telantaranya proyek, menurut Prihandoko, Ketua Lembaga Kajian Pembangunan Daerah (LKPD) Kota Depok, bisa dijadikan untuk mengevaluasi pejabat, termasuk kemungkinan mutasi, bila terjadi kesalahan fatal…

Olehkarena itu, katanya, Walikota harus segera mengevaluasi proses dan mekanisme penentuan anggaran. “Lihat apa yang jadi masalah dan kesalahan siapa. Namun selain eksekutif, legislatif juga harus melakukan evaluasi untuk dicari akar penyebabnya,” kata Pri, panggilan Ketua LKPD, kemarin.

Dari hasil evaluasi eksekutif dan legislatif itulah, lanjutnya, akan diketahui apa yang jadi penyebab terlambatnya proses pembangunan yang berdampak pada telantarnya sejumlah proyek tersebut.

“Jika ada dinas yang diketahui melakukan kesalahan fatal, ya Walikota harus berani melakukan mutasi pejabat,” tandas Prihandoko.(why/m-5/row)

Tabligh Akbar ”Menjalin Ukhuwah Tegakkan Syariah

21 September 2007

Depok, 3 September 2007

Nomor : 1/sek-tabligh/IX/2007
Hal : Undangan Tabligh Akbar Sambut Ramadhan 1428 H

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Alhamdulillah, puji serta syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan karunia-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah di atas junjungan kita, Rasulullah SAW, para keluarga, shahabat, dan pengikut beliau hingga akhir zaman.

Sehubungan dengan akan diadakannya acara Tabligh Akbar dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1428 H dengan tema ”Menjalin Ukhuwah Tegakkan Syariah”yang akan diselenggarakan pada:

Hari/tanggal : Ahad, 23 September 2007
Waktu : Pukul 15.30 – 17.30 WIB
Tempat : Lapangan Masjid Muhajirin Jalan Nusantara Raya, Depok
Pembicara :

1. Ust. H. M.Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Dzikir Adz Dzikra)
2. KH. Dr. Dimyati Badruzzaman (Ketua MUI Depok)
3. Ust. Ir. Ahmad Junaidi Ath Thayyibi (Pengasuh Pondok Pesantren Ath Thayyibi)
4. Ust. Drs. Farhan AR (Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah)
5. KH Burhanuddin Marzuki (Ketua Pengurus Cabang NU)
6. Drs. Masnun Salim (Ketua DMI Kota Depok)
7. Muthohar Jamil (Mahasiswa Pascasarjana UI)
8. Drs. Masdun Pranoto (Al Irsyad)
9. Syamsul Yakin, MA (Tokoh Masyarakat)
10. Ust. Rusdi (Front Pembela Islam)

Maka kami selaku panitia mengundang Bapak/Ibu/Sdr/Sdri untuk hadir pada acara tersebut. Demikianlah surat undangan ini kami buat. Atas segala perhatian Bapak/Ibu/Sdr/Sdri, kami ucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Hormat kami,

Fajar Tito T., S.Fam, Apt. (Ketua penyelenggara)
Kardiansyah (Sekretaris)

Maret 2007

Maulid Nabi di Qotrun Nada, ‘Kita mesti jauhi perpecahan’

Monitor Depok, 26 Maret 2007

CIPAYUNG JAYA, MONDE: Kelahiran Nabi Muhammad merupakan rahmat bagi sekalian alam. Karena itu siapapun yang menerima ajaran Nabi, maka akan ikut menerima rahmat tersebut.

Hal ini dikemukakan KH Burhanuddin Marzuki, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Qotrun Nada Cipayung Jaya saat memberikan tausiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad 12 Rabiul Awal 1428 H, di Ponpes setempat, kemarin.

Burhanuddin juga menjelaskan sejarah dan tujuan diadakannya peringatan Maulid Nabi ini.

“Dengan diadakannya Maulid Nabi Muhammad ini, seharusnya umat Islam bisa lebih bersatu. Jangan sampai Islam terpecah belah karena perpecahan dalam Islam merupakan hal yang paling diinginkan musuh-musuh Islam.”

Lebih lanjut, Burhanuddin mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang mengaku beragama Islam. Namun kenyataannya mereka tidak pernah menjalankan ajaran Islam dengan benar. “Kalaupun mereka menjalankan ajaran agama, tapi hanya setengah-setengah dan tidak keseluruhan.”

Ketua PCNU Depok itu mengimbau agar masyarakat khususnya umat Islam bisa sungguh-sungguh dalam beragama.

“Ajaran Islam itu sangat luas dan mencakup semua hal. Kalau kita bisa menjalankannya dengan baik, maka tidak akan terjadi berbagai masalah seperti sekarang ini.”(m-5)

Januari 2007

Idul Adha di Depok, ‘Berkurban bukan untuk gengsi…’

Monitor Depok, 2 Januari 2007

BALAIKOTA, MONDE: Kaum muslimin di Depok Raya dan sekitarnya, Minggu (31/12) lalu, merayakan Idul Adha 1427 H dalam suasana khidmat di tengah keprihatinan atas kondisi sosial politik bangsa ini.

Ratusan warga Depok mendatangi Masjid Baitul Kamal Balaikota untuk melaksanakan Shalat Idul Adha bersama. Walau hujan terus mengguyur Depok, tapi tak menghalangi niat warga untuk mengikuti shalat.

Khatib KH Burhanuddin Marzuki menyerukan kepada jamaah agar meneladani sifat ikhlas Nabi Ibrahim. “Kita harus mencontoh Nabi Ibrahim yang ikhlas mengorbankan anaknya Ismail karena kepatuhannya kepada Allah.”

Menurut Burhanuddin, Nabi Ibrahim sebenarnya amat sayang terhadap anaknya. Namun dia tetap berkurban lantaran patuh atas perintah Allah SWT. Kecintaannya kepada Allah mengalahkan kecintaan kepada apa pun di dunia ini.

Pimpinan Ponpes Qotrun Nada Pancoran Mas ini juga mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk lemah yang sangat tergantung kepada orang lain. “Maka dari itu sebagai manusia janganlah sombong karena di mata Allah, kita sangatlah kecil.”

Demi menghilangkan sifat-sifat kebinatangan dari dalam diri manusia dapat dilakukan dengan mengorbankan hewan kurban.

Dengan berkurban, kata Burhanuddin, dapat dikiaskan membuang nafsu kebinatangan pada diri manusia.

“Akan tetapi jangan sekali-kali melaksanakan kurban karena ingin mendapatkan popularitas atau gengsi kepada orang-orang di sekitarnya,” demikian khatib.

Walikota Nur Mahmudi dalam sambutan sebelum Shalat Idul Adha menjelaskan pelaksanaan kurban merupakan manifestasi ketaatan kepada Allah. Shalat sunat itu juga diikuti Wakil Walikota Yuyun Wirasaputra, Sekda Winwin Winantika, Ketua DPRD Naming D Bothin, jajaran SKPD, dan Muspida Depok.

Kubah emas

Sementara itu ribuan umat muslim lainnya menggelar Shalat Id di Masjid Dian Al Mahri Meruyung, yang berkubah emas. Di tengah siraman hujan, ribuan umat muslim Depok nampak khusyuk menjalani shalat di masjid berarsitektur indah itu.

Masjid berkubah emas dengan kubah utama berdiameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter dan tinggi 25 meter itu, merupakan kedua kalinya dibuka untuk umum setelah pertama kali dipakai saat Shalat Idul Fitri 1427 lalu.

Usai shalat, ribuan jamaah pun menikmati jamuan makan yang disediakan Hj Dian Juriah M Alrasjid, di ruang serbaguna dalam komplek bangunan seluas 60 hektare, yang nantinya akan dikembangkan menjadi Islamic Center itu.

Masjid lain yang dipenuhi jamaahnya adalah Masjid Al-Muhajirin di Jl Nusantara Raya. Sejak pukul 06.00 WIB jamaah berduyun-duyun mendatangi masjid menggunakan payung untuk melindungi diri dari hujan.

Usai Shalat Id, sejumlah ruas jalan di Depok baik jalan-jalan utama maupun jalan alternatif, terlihat sepi sehingga arus lalu lintas yang biasanya padat di sepanjang Jl Margonda Raya terlihat lengang.

Beberapa pasar tradisional terlihat sepi dari aktivitas perdagangan, walaupun sejumlah pedagang tetap membuka toko. Di pasar tradisional Depok Jaya yang biasanya ramai pembeli, juga terlihat sepi. Begitu juga di Pasar Lama di Jl Dewi Sartika.
Motong kurban

Sementara itu, pemotongan hewan kurban di Masjid Nurul Islam RW 05 Kelurahan Baktijaya Sukmajaya berlangsung tertib dan lancar. Panitia setempat menyembelih delapan ekor sapi dan 46 ekor kambing.

“Daging hewan kurban ini didistribusikan kepada sedikitnya 750 KK di wilayah RW 05 Baktijaya dan sekitarnya,” tutur Ketua II Panpel Idul Adha M Nuryadi didampingi Ketua RW 05 Baktijaya Benny Thaib, Minggu.

Seusai menunaikan Shalat Id, Pengurus Kolektif Kota (PKK) Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Depok juga menyembelih dua ekor sapi dan tiga kambing yang dipusatkan di kantor PDP Depok, Jl Siliwangi disaksikan Didi Supriyanto (sekjen PKN PDP), Valentino Jonathans (koordinator PKK PDP), Sucipto (ketua Bapilu PDP Depok), dan Mirza (ketua panitia).

Pada hari yang sama, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Depok menyembelih 82 ekor sapi dan 150 kambing di 10 lokasi (Panmas, Kalimulya, Sukamaju, Rangkapanjaya Baru, Limo, Mekarjaya, Pondok Cina, Depok Jaya, Bojonggede, Cimanggis).

Sementara itu SMA Pribadi Jl Margonda membagikan hewan kurban kepada 2.500 warga di wilayah Depok melalui kupon. Hal serupa berlangsung di RW 02 Kelurahan Tirtajaya Sukmajaya setelah menyembelih hewan kurban di areal Mushola Al Amin.
Ribuan warga Kelurahan Duren Seribu Sawangan juga mendapatkan daging kurban yang penyalurannya melalui kupon dari sebuah masjid setempat, seperti juga terlihat di Perumahan Bumi Sawangan Indah, Kel Pengasinan Sawangan.

Yayasan Al Amanah di Jl Abdul Wahab tak ketinggalan menyembelih hewan kurban. “Sudah tradisi, setiap Idul Adha warga sini motong kurban di yayasan bukan di masjid, “ kata Abdul Rojak, ketua RT 04/RW04 Sawangan Lama.

Sementara PKS Kelurahan Tapos juga membagi-bagi daging kurban untuk warga di 10 RW kelurahan setempat setelah menyembelih dua ekor sapi dan enam ekor kambing.(amr/sb/sud/m-6/m-7m-8/m-9)

Agustus 2006

PKB Depok harus kritis…

Monitor Depok, 28 Agustus 2006

DEPOK, MONDE: PKB Kota Depok diharapkan menjadi parpol yang aspiratif mewakili kepentingan masyarakat sekaligus bersikap kritis terhadap kebijakan Pemkot yang dinilai keliru.

Demikian dikemukakan Ketua PC Nahdlatul Ulama KH Burhanuddin Marzuki dalam sambutan pembukaan Muscab II DPC PKB Kota Depok di Puri Agung Jl Pemuda Pancoran Mas, kemarin.

Dia juga berharap anggota DPRD dari unsur PKB menjalankan fungsi dan perannya sebagai wakil rakyat yang respon terhadap segala permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Seperti diketahui, PKB Depok mengirimkan dua kadernya duduk di kursi Dewan, yakni KH Syihabuddin Ahmad (Ketua demisioner Dewan Tanfidz PKB Depok) dan KH Ahmad Damanhuri (Ketua demisioner Dewan Syuro PKB Depok).

“PKB harus lebih kritis meski hanya dengan dua kursi. Anggota DPRD dari PKB harus bisa mewakili aspirasi warga NU,” tandas Burhanuddin di hadapan kader PKB dan para undangan.

Dalam bagian pertama sambutannya, Burhanuddin pun menyinggung bahwa PKB lahir dari ormas besar NU, sehingga hubungan kultural antara PKB dan NU tidak akan pernah terlepaskan. PKB juga diminta lebih lunak dan fleksibel dalam berpolitik.

“Jika diibaratkan NU badannya, maka PKB adalah sayap. Maka mari kita terbang bersama-sama untuk membangun warga NU khususnya dan Kota Depok secara umum.”

Sementara itu, mantan Ketua Dewan Tanfidz PKB Depok Syihabuddin Ahmad mengharapkan pengurus PKB Depok periode mendatang dapat memperkokoh koordinasi struktural, baik di tingkat kota maupun kecamatan.

“Kami minta pengurus terpilih mampu menjalankan amanah dan tetap memperkokoh konsolidasi dan koordinasi di tingkat struktural,” demikian Syihabuddin, yang kini menjabat Wakil Ketua I DPW PKB Jawa Barat.(sb)

Mei 2006

Elit Depok diminta berpikir jernih

Monitor Depok, 18 Mei 2006

SUKMAJAYA, MONDE: Ketua Nahdlatul Ulama Kota Depok, KH Burhanuddin Marzuki, meminta semua pihak dapat berpikir jernih untuk membangun Kota Depok, dan tidak terjebak dalam pro kontra seputar program Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail.

“Kalo memang ingin Depok lebih baik, maka semua pihak harus bersatu dan jangan hanya bicara menolak atau mendukung program walikota. Saat ini warga Depok butuh realisasi pembangunan,” tutur Burhanuddin dihubungi Monde, tadi malam.

Lebih lanjut, dia menambahkan, seluruh elit politik, eksekutif dan legislatif jangan terbuai dan larut dalam permasalahan yang sebenarnya tidak terlalu substansial untuk diperdebatkan. “Depok masih banyak masalah, kita jangan bikin masalah baru.”

Burhanuddin mengemukakan, apabila Pemkot Depok memiliki program yang baik untuk kesejahteraan warganya, maka sepatutnya perlu didukung. “Tapi kalo tidak baik, maka kita wajib menasehatinya.”

Pemilik Ponpes Qotrunnada Panmas ini menambahkan, warga Depok sebenarnya sudah jenuh dengan perhelatan politik lokal yang dimainkan para elit kota ini, “Kita mestinya memikirkan kesejahteraan warga Depok. Kalo kritik harus bijaksana, berikan solusinya.”

Terus dicermati

Sementara itu, Ketua Pimpian Daerah Muhammadiyah Kota Depok Farhan AR, mengaku terus mencermati jalannya peta politik dan roda pemerintahan Kota Depok.

Namun untuk menyikapi segala persoalan yang ada, dirinya belum bisa mengatasnamakan ormas yang dipimpinnya, termasuk perubahan visi-misi Depok yang dituangkan dalam program Walikota, atau RPJMD dan RPJPD.

“Secara pribadi, saya menyesalkan perubahan visi-misi itu karena Muhammadiyah adalah Ormas yang konsen pada pendidikan,” kata Farkhan AR, kepada Monde, kemarin.

Namun kata dia, Walikota tentu mempunyai alasan dan target tertentu dengan perubahan visi-misi itu sehingga setiap elemen masyarakat perlu mendapat penjelasan dari Walikota.

“Sebenarnya kami belum membaca dan mengevaluasi secara keseluruhan isi program Wali itu, barangkali perubahan visi-misi itu mempunyai alasan tersendiri,” ujarnya.

Untuk itu kata dia, dalam waktu dekat Muhammadiyah akan mengeluarkan rekomendasi dan pemikiran kepada Pemkot Depok, termasuk mengajak Walikota untuk duduk bersama, mebicarakan program pembangunan lima dan 25 tahun kedepan.

Implementasi

Tetapi, kata Farkhan, visi-misi hanya sekedar simbol yang penting adalah implementasi dan pelaksanaan dari susunan kata-kata itu.

“Setahu saya perdagangan diartikan sebagai cara pengusaha besar mencaplok orang kecil. Perlu kiranya kerja keras Wali untuk menuangkan dalam kerja nyata.”

Dia menilai, kata nyaman dalam visi-misi Depok Kota Niaga dan Jasa yang Nyaman, hanyalah pemanis. “Tapi yang perlu diingat adalah pelaksanaannya termasuk implementasi dan pelaksaan slogan Pemkot sebvagai pelayan masyarakat,” ujarnya.

Perlu dijelaskan…

Terpisah, Pendeta Carlo Leander, Ketua Umum Forum Komunikasi dan Kerjasama Umat Kristiani Depok (FKKUKD), meminta Nur Mahmudi Ismail, menjelaskan mengenai alasannya mengubah visi misi Depok kepada seluruh masyarakat Depok.

“Pak Nur jangan serta merta mengubah visi misi kota ini, harus dikonsultasikan dulu dong dengan para tokoh masyarakat, pemuka agama, bila perlu kepada para pemimpin Depok terdahulu,” kata Carlo kepada Monde via telepon, tadi malam.

Digiringnya Depok sebagai Kota Niaga dan Jasa, ditengarai Carlo, sangat kental nuansa politiknya, “Saya curiga, jangan-jangan ini sebagai bentuk dukungan Pak Nur kepada Sutiyoso (gubernur DKI—Red) dalam menggolkan konsep Megapolitan.”

Bila dugaannya itu benar, Carlo menilai Nur Mahmudi telah melawan petingginya— Gubernur Jawa Barat, Danny Setiawan. “Hingga saat ini kan Pak Danny belum mau gegabah dalam memutuskan ajakan Pak Sutiyoso. Kenapa Pak Nur udah mendahului, ada apa ini…?”

Dalam pandangan Carlo, visi misi Depok terdahulu [di era Badrul Kamal] sudah cukup bagus, karena selain perumusannya melibatkan komponen masyarakat, arahnya pun selaras dengan kondisi riil kota ini, “Kota pendidikan itu sudah benar, lalu ada kata-kata relijius lagi.”(amr/aks/apk/sb)

Maret 2006

Hari ini, Muscab PPP, PAC jadi penentu nasib PPP Depok

Monitor Depok, 17 Maret 2006

MARGONDA, MONDE: Sebanyak 12 pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PPP, hari ini, akan menggunakan haknya [memilih dan dipilih] dalam pemilihan formatur kepengurusan DPC PPP Depok periode 2006-2011.

Ke-12 pengurus PAC yang menjadi peserta Muscab PPP Depok, adalah yang menjabat ketua dan sekretaris. Sementara unsur DPC dan under bouw PPP [GPK & AMK] hanya memiliki hak dipilih.

Aturan tersebut mengacu pada Juklak yang diterbitkan DPP PPP berdasarkan AD/ART partai, kata Wakil Ketua IV DPC PPP Depok, Rudi Faulana.

Muscab pertama PPP Depok yang terselenggara di Hotel Bumi Wiyata akan dibuka oleh Sekretaris DPW PPP Jawa Barat, Kurdi Mukri, pada pukul 10.30.

“Insya Allah, Muscab PPP Depok dibuka oleh Pak Mukri. Beliau mewakili ketua DPW [Nu’man Abdul Hakim],” Rudi menegaskan.

Muscab partainya, lanjut dia, juga bakal dihadiri sejumlah petinggi PPP lainnya, al. Alimarwan Hanan (Sekjen DPP), Rahman Assegaf (Wk. Sekjen DPP), Hasan Zaenal Abidin (Wk. Sekjen DPW PPP Jabar)

Panitia Muscab juga mengundang Nur Mahmudi Ismail (Walikota Depok) dan Yuyun Wirasaputra (Wk. Walikota), serta Habib Idrus Al Gadri (Ketua DPW FPI), KH Burhanudin Marzuki (Katua PC NU), dan pengurus partai politik se-Kota Depok.

Agenda Muscab

Sejumlah agenda yang diusung dalam Muscab PPP Depok adalah, membahas tata tertib Muscab, sidang komisi-komisi organisasi dan program, rapat pengarahan hasil sidang.

Selanjutnya, membahas tatib pemilihan formatur, dan puncaknya pengumuman hasil pemilihan formatur kepengurusan DPC PPP Depok periode 2006-2011.(amr)

Februari 2006

Polisi didesak tangkap pemukul Ketua FBMD

Monitor Depok, 15 Februari 2006

MARGONDA, MONDE: Aksi pemukulan terhadap Ketua Forum Bersama Masyarakat Depok (FBMD), Muhammad Yusuf Hidayat di Kantor Walikota, Senin lalu mengundang reaksi sejumlah elemen masyarakat. Kepolisian diminta segera menangkap tersangka yang diketahui berinisial KR dan JK.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok, KH. Burhanudin Marzuki menyayangkan aksi pemukulan di komplek kantor Walikota Depok itu.

“Jangan ada lagi premanisme di Kota Depok dari elemen mana pun. Kami sangat menyayangkan kejadian itu, apalagi terjadi komplek Kantor Walikota Depok,” ujarnya kepada Monde, kemarin.

Menurut Burhanudin, pernyataan tersebut bukan karena alasan bahwa yang menjadi korban pemukulan tersebut—Muhammad Yusuf Hidayat—adalah juga salah satu pengurus PCNU Kota Depok.

PCNU, kata Burhanudin, mengkhawatirkan peristiwa itu bakal dimanfaatkan dan ditarik lebih luas lagi oleh kepentingan orang-orang tertentu agar situasi Kota Depok tidak lagi kondusif.

Dia menilai peristiwa saat Nur Mahmudi dan Badrul Kamal berpelukan usai sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), semestinya menjadi momentum penyejuk bagi situasi Kota Depok dan tidak lagi dikotori oleh aksi-aksi kekerasan.

Untuk itu PCNU meminta agar Polres segera menuntaskan perkara tersebut, bukan saja terhadap pelakunya, melainkan juga otak pelaku di balik peristiwa itu.

“Kami minta Kapolrestro Depok untuk segera menuntaskan perkara ini dan jangan dibiarkan begitu saja,” ujar Burhanudin.

Pendapat senada dikeluarkan Forum Mudzakaroh Penerapan Syari’at Islam (FMPSI) Depok melalui siaran persnya yang dikirim ke Redaksi Monde, kemarin.

FMPSI meminta Polres Depok untuk secepatnya menangkap dan menahan pelaku pemukulan terhadap Yusuf yang selama ini dikenal sebagai ustadz atau guru dalam waktu 3 X 24 jam.

“Kami menyesalkan aksi pemukulan itu, apalagi dialami oleh seorang ustadz. Kami meminta Polres secepatnya memproses kasus ini. Jangan sampai kasus ini meluas,” ujar Ahmad Anshori Sekretaris FMPSI Depok.

FMPSI, kata Ahmad, tengah berusaha meredam semua ormas Islam untuk tidak terpancing dan memberi waktu kepada kepolisian untuk menjalankan tugasnya. “karena kumpulan ustadz dan santri di Depok sudah tak sabar lagi untuk mencari pelaku,” katanya.

Desakan serupa juga datang dari Ketua Keluarga Besar NU Imam Kurtubi. “Kami minta Polres harus memproses kasus ini secepatnya. Supaya kejadian ini jadi pelajaran tak terulang kembali,” katanya.

Selain itu, Imam menyesalkan ketidakmampuan Kasatpol PP Asep Sumiardja dan aparatnya dalam mengantisipasi peristiwa tersebut. “Mereka harus bertanggungjawab, kalo perlu mengundurkan diri,” tegasnya.(ich/apk)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: