Profil Tokoh DEPOK

Nur Mahmudi Ismail

Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Ismail, Msc; Pioner dan Teladan  Pelepas Rangkap Jabatan

Sumber: http://www.nurmahmudi.com/index.php?option=com_content&task=view&id=25&Itemid=47

nur-jas1

Pendahuluan

Mendengar nama Nur Mahmudi, yang akrab dipanggil Pak Nur, publik teringat dengan keterlibatannya pada kabinet bentukan Abdurrahman Wahid pada tahun 1999-2001. Pada masa yang singkat itu, terukir prestasi yang tidak terlupakan oleh banyak kalangan. Berhasil menyelamatkan lebih dari Rp 8 triliun uang negara dan memenjarakan seorang konglomerat bermasalah di negeri ini. Belum lagi, gaya kepemimpinannya yang egaliter, aspiratif, dan inspiratif membuat potensi SDM departemen yang dipimpinnya tergali dan termanfaatkan secara optimal.

Sejarah lain diciptakan saat seluruh rakyat Indonesia menuntut terjadinya reformasi kepada para pimpinan parpol, agar tidak merangkap dengan jabatan eksekutif. Memahami tuntutan rakyat dan sejalan dengan ide profesionalisme manajemen lembaga publik, ketika mendapat amanah menjadi Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI, Pak Nur dengan sukarela mengundurkan diri dari Presiden Partai Keadilan. Sikapnya yang… telah membuat kalangan elit politik dan pengamat terperanjat dan heboh hingga melahirkan multi-interpretasi di berbagai media, sementara rakyat Indonesia melanjutkan tuntutannya agar para pimpinan parpol lain yang menjabat eksekutif segera mengikuti jejak Pak Nur. Tampaknya jabatan di parpol masih dianggap kendaraan dan tumpuan elit meskipun telah menjabat eksekutif, sehingga sejak tahun 2000 sampai 2004 belum ada pejabat eksekutif yang rela melepaskan diri dari pimpinan parpol. Baru akhir 2004, saat Dr. H. Muhamad Hidayat Nurwahid, MA menerima amanah sebagai Ketua MPR RI, dia mengikuti jejak Pak Nur secara sukarela mengundurkan diri dari Presiden Partai Keadilan Sejahtera yang digantikan oleh Ir. Tifatul Sembiring sebagai Pjs. Presidennya.

Kini, tonggak sejarah kedua tercipta kembali. Partai Keadilan Sejahtera mengamanatkan Pak Nur untuk menjadi Walikota Depok, pemerintahan kota pertama di Indonesia yang melaksanakan pemilihan kepala daerah langsung, sekaligus ukiran sejarah bagi aura demokrasi yang bertiup kencang di negeri ini. Kesediaan Pak Nur, sang tokoh nasional, untuk melayani warga Depok telah menumbuhkan banyak simpati berbagai kalangan dan harapan masyarakat akan membaiknya kualitas pemerintahan daerah di era otonomi.

Belajar untuk Memahami

Pagi masih merangkak. Adzan Subuh masih belum terdengar, ketika seorang pria baya berbatik coklat hitam dan bersorban keluar dari rumahnya. Ia berangkat menjemput panggilan Allah berdakwah di daerah Kalibaru, Sukmajaya yang jauh dari pusat keramaian kota. Jalan yang berkelok-kelok, berlubang, berbatu dan semakin mengecil tak menyurutkan langkah pria tersebut, Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma’il, M.Sc, untuk mengikuti acara Subuh keliling yang digagas pengurus beberapa masjid di daerah Kalibaru.

Setelah matahari merangkak naik, Pak Nur –panggilan akrab Nur Mahmudi– terus meluncur menuju Mekar Sari, Sukmajaya. Di sana, ia sudah ditunggu para kader yang kemudian membawanya berkeliling dan bercengkrama dengan pengunjung dan pedagang pasar pagi di Jalan Merdeka. Seharian penuh, Ahad, 27 Maret itu dihabiskannya dengan berkeliling ke setiap undangan yang datang padanya.

Begitulah kegiatan sehari-hari calon walikota Depok yang diusung oleh PKS dan berbagai elemen masyarakat Depok yang tergabung dalam koalisi perubahan itu. Hadir dan memberi taushiyah pada majlis-majlis ta’lim, kunjungan tokoh, tak jarang makan bersama dengan berbagai komunitas masyarakat, termasuk warung pecel dan bubur di pinggir jalan. Hari-harinya diisi acara bersilaturrahim dengan berbagai macam pihak. Di tengah padatnya acara yang melelahkan itu, dengan senyum, Ia menyebut kegiatan yang dijalani ini sebagai proses ”Belajar untuk Memahami”. Memahami kondisi, permasalahan dan kebutuhan masyarakat serta dinamika yang terjadi di dalamnya.

Dalam setiap kesempatan silaturrahin itu, santri sebuah pesantren di Kediri yang segan disebut kyai itu, mengingatkan akan pentingnya peran seorang muslim untuk berguna bagi sebanyak mungkin manusia yang lain. Penunjukannya sebagai calon walikota depok juga tidak terlepas dari kerangka berguna bagi orang lain itu, di mana pun posisinya; baik sebagai menteri, walikota atau rakyat biasa. Baginya, biasa saja seorang mantan menteri seperti dirinya dicalonkan menjadi walikota, karena di sisi Allah yang dinilai adalah peran dirinya untuk bermanfaat bagi sebanyak mungkin manusia.

Karir Politik yang Mengejutkan

Sebenarnya, Nur Mahmudi termasuk pendatang baru dalam dunia politik. Namun karyanya cukup memberikan warna dalam dunia perpolitikan Indonesia ini, membuatnya seakan telah hidup sekian lama. Pak Nur bagai oase di padang pasir yang tandus. Memberikan kesejukan dan harapan bagi sebagian besar rakyat Indonesia di tengah-tengah wabah korupsi yang merajalela dan membudaya.

Ayah tiga anak ini memulai karir politik atas dukungan teman-teman dakwahnya dengan ditunjuk sebagai Presiden oleh jajaran pengurus Partai Keadilan pada tahun 1999. Tugas berat langsung menghadang. Partai Keadilan sebagai partai baru yang dituntut untuk mampu eksis dalam kancah perpolitikan multipartai di era reformasi tersebut. Saat itu Pak Nur menjadi motivator dan inspirator bagi para kader di seluruh daerah untuk berjuang dan berkorban. Hasilnya, dalam waktu kurang dari setahun, partai baru ini berhasil meraih simpati hampir satu setengah juta rakyat Indonesia dan menempatkan 7 orang wakilnya di DPR RI serta 190-an kader terbaiknya di DPRD I dan II di seluruh Indonesia.

Dia amat peduli, terbentuknya ratusan partai dan terseleksinya 48 partai peserta pemilu bukan menjadi pemicu terjadinya disintegrasi bangsa dan pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka, dia membangun komunikasi dengan partai-partai lain, aktif dalam forum antar agama, dan mempelopori terjalinnya Forum Silaturahim Partai-Partai Islam. Perjuangannya yang gigih untuk menghargai suara yang hilang dari berbagai partai dilakukan dengan membentuk Stambush Accord antar beberapa partai. Inovasi spektakuler telah dilakukan oleh Pak Nur bersama Amien Rais dan Hamzah Haz mendeklarasikan poros tengah hingga mengantarkan Abdurrahman Wahid Wahid menjadi Presiden RI dan Amien Rais menjadi Ketua MPR RI. Bukan hanya itu, Partai Keadilan juga secara fenomenal menempatkan Nur Mahmudi, sang presiden partai, sebagai Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid.

Pada masa yang singkat itu, beliau mencapai prestasi besar dengan menyelamatkan uang negara berupa dana non-budgeter di lingkungan Dephutbun lebih dari 8 triliun rupiah. Uang tersebut harus dikumpulkan satu persatu dari sekitar 40 rekening yang terpisah untuk diserahkan kepada rekening Departemen Keuangan. Hal itu dilakukannya dengan membuat sistem yang bersih dalam pengelolaan departemen yang dipimpinnya. Pada saat itu pula, beliau menjadi satu-satunya menteri yang berhasil menyeret dan mengadili para koruptor dan penyeleweng keuangan negara, salah satunya adalah dengan memenjarakan Bob Hasan dan vonis 4 tahun penjara yang dijatuhkan pengadilan kepada Probosutejo.

Ulama yang intelek dan intelek yang ulama

Selain menjadi politisi, Nur Mahmudi dikenal publik sebagai seorang ulama. Ia memulai basis pendidikannya sebagai seorang santri di salah satu pesantren Nahdhatul Ulama, Pondok Pesantren Salafiyah, Al-Ishlah pimpinan KH Thoha Mu’id, di Bandar Kidul, dekat Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Di pesantren inilah Pak Nur mendapatkan dasar pendidikan keislaman bernuansa Nahdliyin. Sholat berjamaah, sholawat, dzikir dan tahlil menjadi bagian dari keseharian dirinya.

Dasar pendidikan Islam itu dikombinasikannya dengan keilmuan umum dengan melanjutkan studinya ke Institut Pertanian Bogor (IPB) hingga mendapatkan gelar S-1 di bidang Teknologi Pangan dan Gizi. Setelah itu, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi ke Texas A&M University, Amerika Serikat sampai meraih gelar S-2 dan S-3. Kedua gelar itu, diraihnya dengan predikat cum-laude di bidang ilmu teknologi pangan.

Perpaduan pendidikan dua kutub ilmu terpatri dalam dirinya, dan menjadikannya satu dari sedikit ulama yang menguasai bidang sains dan satu dari sedikit ilmuwan yang menguasai ilmu Islam. Tak heran jika pimpinan Muhammadiyah Depok, KH. Wazir Nuri, ketika menerima kunjugan Pak Nur di MUI Depok, menyebutnya sebagai ”ulama yang intelek dan intelek yang ulama”.

Pendidikan tinggi yang memadukan keilmuan dengan keulamaan inilah yang membuat Pak Nur diterima oleh semua kalangan. Baik NU maupun Muhammadiyah. Pak Nur tidak mempermasalahkan perbedaan furu’iyah dalam masalah ibadah. Prinsip beliau, mengikut sebuah hadits Rasulullah SAW, ”Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling bermanfaat buat orang lain”.

Saat ini, di tengah kesibukannya menjadi seorang Ahli Peneliti Madya bidang Agroindustri dan Kebijakan Publik di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan menulis seabrek karya ilmiah yang dipublikasikan baik oleh media nasional maupun internasional, Pak Nur tetap menjalankan fungsinya sebagai seorang ulama, mengisi pengajian di kantor-kantor pada ba’da sholat Dzuhur, khutbah Jum’at, dan kajian ilmiah di beberapa Perguruan Tinggi. Di tengah aktivitas itu pula, ia masih menyempatkan diri menjadi salah seorang dosen Metode Riset dan Statistik Pendidikan di IIQ (Institut Ilmu Al-Qur’an). Sang istri yang hafidzoh (hafal seluruh Al-Qur’an) juga menjadi dosen di lembaga yang sama.

Sang Istri Yang Hafal Seluruh Al-Qur’an

Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah istri yang sholihah. Begitulah sabda Rasulullah SAW memuji suami yang memiliki istri yang sholihah dan memuliakan wanita yang menjaga kualitas dirinya. Dalam hadits lain, Rasulullah juga menyebutkan bahwa wanita adalah tiang Negara, jika baik Wanita, maka baiklah Negara itu.

Adalah Dra. Hj. Nur Azizah Tamhid, MA., istri yang setia mendampingi kehidupan Pak Nur selama ini. Lahir di Blitar, Jawa Timur, Lulusan Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng ini telah memberikan warna tersendiri bagi kehidupan Pak Nur. Kesholihahan dan kesabarannya telah menghasilkan 1 putra dan 2 putri yang sehat lagi baik akhlaqnya di bawah bimbingannya.

Keshalehan Nur Azizah bukan hanya tampak dari raut wajah, aktivitas dan tutur katanya yang lembut, namun lebih jauh dari itu, ia adalah seorang hafidzoh (hafal 30 juz al-Qur’an), sebuah predikat ukhrowi yang Rasulullah menyebutnya dengan gelar Keluarga Allah. Dengan bekal inilah ia membina keluarga dan masyarakatnya. Ia bercengkrama dengan anak dan suaminya dengan nuansa al-Qur’an, melakukan muraja’ah (mengulang hafalan al-Qur’an) di sela-sela waktu sibuknya, membina tahsin dan tahfidz al-Qur’an bagi masyarakat, membina santri dan mahasiswa. Seluruhnya dilakukannya dengan nuansa al-Qur’an.

Dukungan al-Qur’an pula yang membuatnya termotivasi mendukung sang suami menerima tawaran Gus Dur kala itu untuk menjadi menteri. Dengan tekun dan ikhlas, pembina beberapa majelis ta’lim ini, menemani suami dalam memberantas korupsi di tubuh depertemen yang penuh dengan intrik politik itu.

Kini, sang suami kembali dipanggil untuk dicalonkan menjadi Walikota Depok, sebuah jabatan politik lagi, yang sebenarnya ditakuti olehnya. Namun, dengan semangat al-Qur’an yang dihafalnya itu, wanita sholihah ini membisikkan ke telinga sang suami tercinta, ”Majulah abangku, kami semua ada di belakangmu…”

Selamat berjuang ya Huffaadz…

Ramah, Sederhana dan Bersahabat dengan Rakyat kecil

Setiap orang yang mengenal Nur Mahmudi dari dekat akan mendapatkan kepribadian sederhana yang terpancar dari dirinya. Semasa menjadi menteri, Pak Nur tidak segan untuk berada pada shaf belakang dan minta dirinya tidak diutamakan walaupun menjadi pucuk pimpinan sebuah departemen yang besar. Senyumnya yang selalu terkembang membuat setiap orang merasa nyaman berada di dekatnya, siapapun dia. Tak jarang, ia menanyakan kabar keluarga para staf departemen dengan penuh perhatian dan memberikan tawaran solusi pada setiap permasalahan yang mereka ungkapkan

Setelah tidak lagi menjadi menteri, Pak Nur tetap tak berubah. Ia masih suka makan di warung tegal (warteg), mengisi ceramah dan berkarya untuk orang lain. Kepeduliannya yang besar terhadap nasib rakyat kecil, direpresentasikan dengan membina sebuah LSM bernama Institute for Science and Technology Studies atau ISTECS. Dalam lembaga kajian yang beranggotakan lebih dari 100 doktor ini, Pak Nur dan kawan kawan mencoba mengaplikasikan teknologi sederhana yang dapat digunakan untuk membantu kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Salah satu program yang menunjukkan keberpihakan beliau kepada rakyat kecil adalah program pembinaan kepada para petani tebu yang dizolimi pabrik-pabrik gula dengan praktek-praktek manipulasi. Pak Nur merekrut puluhan sarjana untuk mendampingi petani secara berkelanjutan, dari mulai pembibitan, penanaman hingga pengawasan. Hal itu dilakukan agar hak-hak para petani itu terpenuhi dan tidak dimanipulasi. Saat ini, petani tebu binaan Pak Nur mencapai ribuan orang. Mereka merasakan bantuan riil dalam pemberdayaan dan advokasi.

Kini, Walikota Depok

Pengalamannya di bidang pemerintahan, keberhasilannya memimpin salah satu departemen, kesederhanaan pribadinya, kepiawaannya dalam kepemimpinan, ketinggian ilmu dan keulamaannya menjadi alasan tersendiri bagi Partai Keadilan Sejahtera untuk mengajukan sosok Nur Mahmudi sebagai salah satu kandidat untuk memimpin Kota Depok.

Banyak orang bertanya, mengapa ia bersedia dicalonkan menjadi walikota yang berarti menurunkan derajatnya dari tingkat nasional ke tingkat loka? Dengan kesederhanaannya, beliau menjawab, ”Kholid bin Walid saja, seorang panglima utama pada masa kejayaan Islam, bersedia untuk menaati perintah sang khalifah, Umar bin Khattab, untuk sekedar menjadi prajurit. Jika menjadi Walikota Depok merupakan permintaan partai dan itu baik bagi kemajuan perpolitikan di Indonesia, kenapa saya tidak bisa taat seperti taatnya Khalid bin Walid? Menjadi menteri atau walikota atau bahkan rakyat biasa sekalipun, tidak menjadi soal yang berarti bagi saya. Yang menjadi soal adalah apakah dengan keberadaan dan posisi kita, kita bisa memberi manfaat buat sebanyak mungkin manusia?”

Sebuah jawaban menawan dari seorang negarawan…

Semoga Allah memberkahi dan memudahkan perjalanan ulama yang intelek dan intelek yang ulama ini menjadi pemimpin yang adil dan bermanfaat bagi seluruh umat.
Last Updated ( Monday, 10 November 2008 )

Daftar Riwayat Hidup Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma’il, M.Sc

I. Keterangan Pribadi

Nama : Dr. Ir. Nur Mahmudi Isma’il, MSc.

Tempat/Tanggal Lahir : Kediri, 11 Nopember 1961

Alamat Tempat tinggal : Komplek Perumahan Griya  Tugu Asri, Blok A4/9 Rt 01  Rw 19 Kelurahan Tugu Kecamatan Cimanggis   Kota Depok -16951-

Alamat Kantor : Balaikota Depok  Jl. Margonda Raya No.54 Depok Telpon: +6221 777-360

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Istri : Dra. H. Nur Azizah Tamhid, M.A. (al-Hafidzoh)

Putra/Putri : 1. Ahmad Syihan Isma’il (17 Desember 1987)  Tingkat 1 di Fakultas Teknik ITB Bandung 2. Faathimah Mahmudi Isma’il (21 September 1990)
Kelas 2 MAN Insan Cendikia Serpong Tangerang  3. ‘Abiir Mahmudi Isma’il (14 Oktober 1994) Kelas 1 SMP Islam Terpadu Nurul Fikri Depok

II. Pendidikan

1991-1994 : Ph.D. bidang Food Science and Technology  Spesialisasi Teknologi Pengolahan Daging,  Fakultas Ilmu Perunggasan, Texas A & M University.

1988-1991 : M.Sc. bidang Food Science and Technology  Spesialisasi Teknologi Pengolahan Daging,  Fakultas Ilmu Peternakan, Texas A & M University

1980-1984 : Ir. bidang Teknologi Pangan dan Gizi Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor

III. Pengalaman Kerja

2000 – 2001 : Menteri Kehutanan R.I.

2000 – 2000 : Menteri Muda Kehutanan R.I.

1999 – 2000 : Menteri Kehutanan dan Perkebunan R.I.

1999 : Anggota DPR/MPR R.I. dan

Ketua Komisi VIII bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologi, Lingkungan Hidup.

1985 – 2005 : Peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Deputi Bidang Pengkajian Kebijakan Teknologi, Pusat Pengkajian Kebijakan
Teknologi Pengembangan Unggulan Daerah danPeningkatan Kapasitas Masyarakat

2003 – 2005 : Ahli Peneliti Madya bidang: Agroindustri dan Kebijakan Publik; Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi

2006 – Sekarang : Walikota Depok – JAWA BARAT

IV. Bidang Penelitian Pilihan

1. Diversifikasi Susu dan Pengolahan Produknya

2. Pengawasan Mutu Makanan dan Program HACCP

3. Total Quality Control Industri Makanan

4. Agroindustri dan Agrobisnis Produk Pertanian, Perkebunan, dan Perikanan

5. Peningkatan Kualitas Daging Ayam dan Sapi serta Pengolahannya

6. Gizi Pangan dan Keamanan Makanan

7. Pengembangan Produk Makanan Baru

8. Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat

9. Agroindustri dan Agribisnis Gula

V. Pengalaman Seminar dan Berbicara

Telah berbicara berbagai topik Politik, Iptek, Pertanian, Industri, Kewirausahaan, Sosial dan Pendidikan di kalangan profesional, akademisi, pegawai negeri, perusahaan besar nasional, perusahaan multinasional, dan masyarakat umum dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris baik di dalam maupun di luar negeri.

VI. Publikasi

Telah melakukan berbagai penelitian dibidang teknologi dan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan agroindustri . Hingga kini telah mempublikasikan berbagai artikel ilmiah di berbagai jurnal ilmiah dan media cetak baik dalam maupun luar negeri, antara lain:

1. Gula Cepat Rusak VS Lelang Gula Cepat – Cepat, Republika, 2 Agustus 2004

2. Penyelundup Gula adalah Teroris, Republika, 21 Juni 2004

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional Setelah Era Habibie, Muhammadiyah University Press, September 2003

4. Keppres Sakral dari Penguasa, Republika, 18 Januari 2003

5. Telaah Kritis RUU Sumberdaya Air, Republika, 17 September 2003

6. Perlu Transformasi Manajemen Pabrik Gula (Bagian Ketiga), Republika, 25 September 2002

7. Perlu Transformasi Manajemen Pabrik gula (Bagian Kedua dari Tiga Tulisan), Republika, 24 September 2002

8. Menakar Pemerintah Melalui Gula (Bagian Pertama dari Tiga Tulisan), Republika, 23 September 2002.

9. Tragedi WTC dan Politik Mega, Republika 12 September 2002

10. KTT Bumi II di Afrika Selatan „Problem Gas Rumah Kaca Yang Buntu“. Jawa Pos. 31 Agustus 2002

11. KTT Johannesburg, Pekatnya Gas Rumah Kaca dan Bumi Makin Panas. Sinar Harapan. 27 Agustus 2002.

12. Megawati, Reformasi dan Amandemen. Republika. 14 Agustus 2002.

13. Mencari Format Pengembangan Teknologi Indonesia (Renungan Hari Teknologi 10 Agustus). Koran Tempo. 10 Agustus 2002

14. Membangun Pergulaan Nasional. GARDA. 7 Agustus 2002.

15. Pendapat “Pasal 33 dan Ironi Koperasi”. Koran Tempo. 12 Juli 2002.

16. Rindu Polisi Tegakkan Kebenaran Murni. Terbit. 11 Juli 2002.

17. Kenaikan Bea Masuk Tak Jamin Selamatkan Pergulaan Nasianal. Bisnis Indonesia. 10 Juli 2002.

18. Membangun Kembali Kehancuran Industri Gula Nasional. Suara Karya. 4 Juli 2002.

19. Robohnya Gula Kami. GATRA. 29 Juni 2002.

20. Ironi Jakarta dan Hutan Mangrovenya. Sinar Harapan. 22 Juni 2002.

21. Bullogate dan Kredibilitas DPR. Republika. 29 Juni 2002.

22. Jakarta Warming. Republika. 22 Juni 2002.

23. Menuju Indonesia Swasembada Gula. Republika. 12 Juni 2002.

24. Sekali Lagi Soal Impor Paha Ayam AS. Suara Karya. 6 Juni 2002.

25. Hutan, Ekonom, dan Environmentalis. Koran Tempo. 5 Juni 2002.

26. Kebangkitan Nasional dan Kemandirian Bangsa. Republika. 21 Mei 2002.

27. Kebijakan Harga Minyak yang Tak Berpijak di Bumi Indonesia. Sinar Harapan. 21 Mei 2002.

28. Teknik Pengawetan Dan Persepsi Pedagang Tahu Terhadap Formalin Di Pasar Tradisional Jakarta Selatan, Jurnal Farmasi Pancasila, 2002.

29. Studi Penggunaan Formalin Dalam Tahu Di Pasar Tradisional Dan Pasar Swalayan Jakarta Selatan, Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, 2002.

30. Strategi Peningkatan Produksi Gula Nasional, Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, 2002.

31. Peningkatan Daya Saing Industri Gula Nasional Sebagai Langkah Menuju Persaingan Bebas, Science and Technology Policy- JOURNAL ISTECS, 2002.

32. Prospek Pengembangan Industri Cincau Hijau Instan (Cyclea Barbata L. Miers) Skala Kecil/Menengah, 2002.

33. Strategi Perluasan Areal Tanaman Tebu Varietas Unggul Menuju Produksi Gula Nasional 3,5 Juta Ton, Analisa Sistem, Edisi 16,Tahun VIII, 2001.

34. Sifat Organoleptik Gel Cincau Hijau (Cyclea Barbata Miers), Jurnal Sains dan Teknologi, Edisi Khusus, 2002.

35. Pengaruh Penambahan Jenis Tepung Terhadap Sifat Fisik Gel Cincau Hijau (Cyclea Barbata Miers), Analisa Sistem, 2002.

36. Teknik Pengawetan Dan Persepsi Pedagang Tahu Terhadap Formalin Di Pasar Tradisional Jakarta Selatan, Jurnal Farmasi Pancasila, 2002.

37. Studi Penggunaan Formalin Dalam Tahu Di Pasar Tradisional Dan Pasar Swalayan Jakarta Selatan, Jurnal Sains dan Teknologi, Volume 3, 2002.

38. Mengendalikan Banjir, Harian Republika, 7 Desember 2001.

39. CGI dan Peluang Mega, Republika, 8 Nopember 2001.

40. CGI dan Peluang Mega, Republika, 7 Nopember 2001.

41. Banjir dan Kelemahan Koordinasi Birokrasi, Telaahan Pendekatan Daerah Aliran Sungai, Media Indonesia, 11 Desember 2000.

42. Pengembangan Agribisnis Perkebunan Sebagai Basis Pertumbuhan Perekonomian Daerah, Agrimedia, September 2000, Vol. 6; No. 2.

43. Tenderizing Spent Fowl Meat with Calcium Chloride. 3. Biochemical Characteristics of Tenderized Breast Meat; Poultry Science, March 1997, Vol. 76; Number 3.

44. Tenderizing Spent Fowl Meat with Calcium Chloride. 2.The Role of Delayed Application and Ionic Strength; Poultry Science, March 1997, Vol. 76; Number 3

45. Tenderizing Spent Fowl Meat with Calcium Chloride. 1.Effect of Delivery Method and Tumbling; Poultry Science, March 1997, Vol. 76; Number 3.

46. Injection of Calcium Chloride for Improving Spent Fowl Meat Tenderness; INOVASI Teknologi, April 1997.

47. Alternative Scheme for Development of Cattle Industry Using High Technology in Indonesia; Majalah BPPT, LXXIX, Pebruari 1997.

48. Sifat Organoleptik Keju Cheddar Menggunakan Bahan Baku Susu dari Petani Peternak Jawa Timur, BPPT Magazine, No. LXX/June/1996.

49. Sifat Organoleptik Keju Cheddar Menggunakan Bahan Baku Susu dari Petani Peternak Jawa Barat, Inovasi Teknologi, 01/July 1996

50. Menu Makanan untuk Pekerja Radiasi, Suatu Upaya Pencegahan Anemia Aplasia, Proteksi, Journal of Radiographic Science, 09/XII/May 1996.

51. Organoleptic Characteristics of Chicken Thigh Sausage Using Various Types of Starch As Filler, Tekno 96, March 4, 1996.

52. Karakteristik Kimia Keju Menggunakan Bahan Baku Susu dari Jawa Timur dengan Ekstrak Abomasum Kambing sebagai Koagulan, BPPT, No. LXVII/1995.

53. Penerapan Manajemen Terpadu dalam Pengembangan Usaha Sapi Potong di Kawasan Timur Indonesia, Dialog Teknologi dan Industri ‘95, BPPT 1995.

54. Prinsip-prinsip Memilih Makanan Bergizi untuk Meningkatan Kesehatan dan Kecerdasan Anak, Majalah Insinyur Indonesia 37/XVII/1995.

55. Nilai Gizi Makanan Halal Versus Makanan Haram, Majalah Insinyur Indonesia 36/XVII/1995.

56. Pengaruh cara Pasteurisasi, Bahan Pelarut Enzim dan Suhu Pemeraman terhadap Mitu Kimia Keju Menggunakan Bahan Baku Susu dari Jawa Barat, Majalah Insinyur Indonesia 35/XVII/1995.

57. Potensi Abomasum Domba Menunjang Pembuatan Keju di Indonesia, Majalah Insinyur Indonesia 033/XVII/1995.

58. Thiobarbituric Acid Values of Fresh Beef Roasts Cooked with Various Foodservice Oven Methods. Journal of Muscle Foods 5/1994

59. Industrialisasi Keju Suatu Alternatif Langkah Koordinasi dan Pembinaan dan Pengembangan Persusuan Nasional; Majalaah BPPT XX/1988.

60. Bagaimana Membuat Sosis Daging; Swadaya Peternakan Indonesia 32/Septemeber – Oktober 1987.

61. Teknologi Perikanan dan Teknologi Pemanfaatan Limbah Perikanan; Majalah Insinyur Indonesia 03/XXXV/1987.

62. Kontribusi Produk Keju dalama Pemenuhan Kebutuhan Protein Nasional; Majalah Insinyur Indonesia 07/XXXIV/1986.

63. Cara Sederhana Pembuatan Keju; Majalah Insinyur Indonesia 12/XXXIII/1985.

64. Ekstraksi Enzim Protease dari Abomasum Ruminansia; Majalah Selera, Oktober 1985.

65. Kapan dan Bagaimana Mengolah Daging; Harian Pelita, Juli 27, 1985.

66. Kontribusi Ahli Teknoologi Pangan dalam Masyarakat; Harian Pelita, Juni 24, 1985.

67. Pengaruh Tingkat Pendidikan terhadap Sikap Bersih dan Penghijauan; Jurnal Kajian Islam Ma’rifah, Vol I. Tahun III, 1417 H.

VII. Keanggotaan Organisasi Profesi

1995 – Sekarang : Persatuan Insinyur Indonesia

1994 – Sekarang : Texas A & M University Former Student Association

1991 – 1999 : Poultry Science Association, U.S.A.

1989 – 1999 : Institute of Food Technologists, U.S.A.

1985 – Sekarang : Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia

1984 – Sekarang : Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor

VIII. Keanggotaan Organisasi Politik dan Kemasyarakatan

2001 – Sekarang : Pendiri dan Pembina pada PSDA WATCH

1996 – Sekarang : Pendiri dan Pembina pada  Institute for Science and Technology Studies (ISTECS). 1998 – 2000 : Pendiri dan Presiden Partai Keadilan

1997 – 1999 : Anggota Komisi Fatwa, MAJELIS ULAMA INDONESIA, PUSAT – JAKARTA.

PRESTASI KOTA DEPOK (TAHUN 2006-2008)

  1. Tender pengadaan barang dan jasa paling transparan se-Indonesia (versi KPK, Depkominfo, Bappenas).
  2. Administrasi Dana Alokasi Umum (DAU) terbaik se-Indonesia versi Departement Keuangan RI.
  3. Administrasi Kepegawaian Terbaik no. 2 se-Indonesia/ no. 1 se-Jawa Barat (versi BKN).
  4. Angka Kematian Bayi terendah se-Indonesia (99 bayi/25.000 kelahiran hidup).
  5. Angka Kematian Ibu terendah se-indonesia (15 orang ibu/25.000 kelahiran hidup).
  6. Angka Harapan Hidup (AHH) tertinggi se-Jawa Barat, no. 2 se-Indonesia.
  7. Kota Percontohan WHO pada penanggulangan penyakit tidak menular berbasis masyarakat.
  8. RW Siaga pertama se-Indonesia & Juara 1 Kota Siaga se-Jawa Barat, seluruh RW telah menjadi RW Siaga.
  9. IPM (Index Pembangunan Manusia) tertinggi se-Jawa Barat dan no. 3 se-Indonesia, yaitu 78, 10.
  10. Santunan Kematian Rp 2.000.000,-/jiwa untuk seluruh warga Depok.
  11. IKM (Index Kepuasan Masyarakat) termasuk dalam kategori baik (71,17% dalam skala 100%) menurut standart MENPAN.
  12. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) meningkat dari Rp 7.5 trilyun (tahun 2006) menjadi Rp 8.9 trilyun (tahun 2007).
  13. Peningkatan PAD: Rp 68 milyar (2006), Rp 87 milyar (2007), dan Rp 90-an milyar (2008.
  14. Masuknya Persikad ke Divisi Utama PSSI.
  15. Meraih tiga medali emas di Sea Games Thailand 2007 (2 medali emas panahan, 1 medali emas dayung).
  16. Meraih 3 medali perak, 2 medali perunggu pada Olimpiade Sains Tingkat Nasional tahun 2007.
  17. Meraih 1 medali emas, 5 medali perak, 1 medali perunggu pada Olimpiade Sains Tingkat Nasional tahun 2008.
  18. Juara 1 siswa berprestasi PLS Paket A Depdiknas tahun 2007.
  19. Juara 1 & 2 siswa berprestasi PLS Paket B Depdiknas tahun 2008.
  20. Juara 1 lomba PLS Paket A dan Juara Harapan 2 lomba PLS Paket C Tingkat Nasional tahun 2008.
  21. Meraih Peringkat 3 dalam UN tingkat SMP/MTs dan SMU/SMK/MA se-Provinsi Jawa Barat Tahun Pelajaran 2007/2008.
  22. Juara 1 & 2 siswa berprestasi Paket B yang diadakan oleh PNFI.
  23. Pengembangan buah Belimbing sebagai ikon Kota Depok.
  24. Meraih predikat Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) terbaik se-Indonesia tahun 2007 & 2008 (Versi Meneg LHRI).
  25. Pembangunan Terminal besar Type A di Jatijajar.
  26. Pembangunan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
  27. Selesainya Fly-Over Arif rahman Hakim.
  28. Berdirinya Depo KRL terbesar se-Asia Tenggara.
  29. Pembangunan 2 Ruas jalan TOL.
  30. Keluar dari predikat Kota Terkotor.
  31. Berdirinya Litbang Ikan Hias Air Tawar.
  32. Pendaftaran siswa baru on line

REALISASI PROGRAM PEMKOT DEPOK TAHUN 2006-2008

  1. Rapat koordinasi MUSPIDA, minimal 1x/bulan.
  2. Revitalisasi 10 program Pokok PKK & berbagai kegiatan kaum perempuan.
  3. Pengokohan dan fungsionalisasi Forum Komunikasi antar Umat Beragama (FKUB) dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama di Kota Depok.
  4. Revitalisasi program Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok melalui penambahan alokasi dana hibah dan pelaksanaan pengajian ulama-umaro rutin 1x/2 bulan.
  5. Revitalisasi Program Dewan Masjid Indonesia (MUI) Kota Depok.
  6. Revitalisasi program Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Depok dan pembentukan Unit Pelayanan Zakat (UPZ) di berbagai instansi, lembaga, dan masjid.
  7. Penyelenggaraan Tabligh Akbar setiap dua bulan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Depok.
  8. Mengikuti MTQ dengan basis menggunakan peserta dari warga Depok (tanpa peserta cabutan).
  9. Pemberantasan buta huruf Latin & Al-Quran.
  10. Pemberdayaan ekonomi para petani, produsen, pedagang dan jasa, para pelaku maupun calon pelaku ekonomi.
  11. Ikrar bersama seluruh Partai Politik peserta pemilu 2009 untuk melaksanakan pemilu damai.
  12. Penerapan etika bangsa dan akhlak mulia dalam semua aspek kehidupan (membiasakan kejujuran, makan minum dengan tangan kanan, himbauan untuk tidak merokok di 7 (tujuh) tempat: (a) tempat Umum), (b) sarana kesehatan, (c) sarana Pendidikan, (d) sarana permainan anak-anak, (e) tempat bekerja/kantor, (f) rumah ibadah, an (h) sarana angkutan umum).
  13. Ttambahan Dana BOS Rp 10.000,-/siswa SD/MI, SMP/MTs Negeri dan Swasta, serta siswa SMA dan SMK Negeri.
  14. Gratis DSP & SPP untuk seluruh SDN, dan gratis DSP untuk SMPN, SMAN, dan SMKN.
  15. Rehabilitasi 521 lokal SD/MI, SMP/MTs Negeri dan Swasta dan pembangunan 225 lokal RKB (ruang kelas baru) SMP/MTs Negeri dan Swasta.
  16. Bantuan pengadaan komputer bagi 150 SMP/MTs Negeri/Swasta.
  17. Bantuan keuangan terhadap 15.072 guru swasta.
  18. Rehabilitasi 780 rumah tidak layak huni dan (bantuan) pembangunan 55 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
  19. Pengelolan sampah terpadu berbasis kawasan.
  20. Bantuan pelayanan kesehatan kepada 8000 pasien warga miskin.
  21. Pembangunan dan penggunaan RSUD.
  22. pembangunan 9 Puskesmas baru, rehabilitasi 8 Puskesmas, penambahan lokal baru 7 Puskesmas.
  23. Pembiayaan ekonomi mikro bagi masyarakat Depok.
  24. Penanggulangan kemacetan dengan pembangunan/peningkatan pemeliharaan jalan 426 km, 88 km pengairan dan penataan 11 kawasan kumuh.
  25. Penangulangan kemiskinan perkotaan di 63 kelurahan.
  26. Nikah Massal gratis bagi 623 pasang (per-Februari 2008).
  27. Akte Kelahiran Gratis bagi 1.260 warga miskin ( tahun 2007).
  28. Pemberdayaan masyarakat usaha mikro kecil menengah melalui program pelatihan, P2KP, KUBE, pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni, sinergitas dengan lembaga keuangan (BMT,Koperasi, BPR, dan Perbankan).

2 Comments »

  1. [...] Profil Tokoh Depok (2008). Nur Mahmudi Ismail (html) (in Bahasa Indonesia). Rilis pers. URL diakses pada [[20 Juni [...]

    Pingback by Institut Pertanian Bogor | Nezzyfransiska's Blog — July 27, 2010 @ 4:25 pm

  2. [...] Profil Tokoh Depok (2008). Nur Mahmudi Ismail (html) (dalam Bahasa Indonesia). Siaran pers. Diakses pada 20 Juni [...]

    Pingback by Sejarah IPB « Izinkan Aku Menggapai Mimpi Ku — January 30, 2013 @ 11:57 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: