Profil Tokoh DEPOK

Ahmad Nawawi

Ahmad Nawawi

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok

MENDUKUNG UU APP. Masyarakat Depok Menanti Raperda Antipelacuran

Suara Karya online, Kamis, 18 Mei 2006

Komisi A DPRD Kota Depok, melalui hak inisiatifnya, pekan depan akan membuat draf Raperda Antipelacuran untuk dibahas oleh elemen-elemen masyarakat di Kota Depok, Jawa Barat. Dengan demikian, diharapkan kelak tidak timbul kontroversi ketika raperda itu mulai diterapkan.

“Draf yang selama ini menjadi kontroversi di media massa bukan merupakan draf dari Komisi A (DPRD Kota Depok), melainkan draf acuan dari Perda Antipelacuran Kota Tangerang,” kata Ketua Komisi A DPRD Depok, Dahlan.

Ia menegaskan, dalam penyusunan draf tersebut sama sekali tidak ada muatan politis dan tidak ada titipan sama sekali dari pihak mana pun. Draf itu dibuat karena masyarakat Depok mendukung RUU Anti Pronografi dan Pornoaksi. Karena itu, dinilai perlu Depok memiliki Perda Antipelacuran.

Ia juga mengungkapkan, draf itu nantinya juga terbuka bagi masukan dari berbagai kalangan untuk diperbaiki atau disempurnakan jika ada hal-hal yang kurang. “Kita menerima masukan dari semua kalangan masyarakat, agar nantinya penerapannya lebih efektif,” ujar anggota legislatif dari PAN itu.

Dahlan lebih lanjut mengatakan, penyusunan draf tersebut sangat hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang kontroversial di masyarakat.

Menurut Dahlan, latar belakang disiapkannya perda tersebut adalah untuk melindungi masyarakat dari pengaruh negatif pertumbuhan dan perkembangan Kota Depok, khususnya kalangan generasi muda.

Ia mengatakan, data dari Dinas Kesehatan Kota Depok menyebutkan bahwa dari 4.023 sampel darah untuk tes sipilis dan 5.143 sampel darah untuk tes HIV/AIDs ditemukan sebanyak 23 orang warga Depok positif terkena penyakit raja singa dan 76 positif terkena HIV/AIDSs. “Data tersebut sangat riskan dan sangat mengkhawatirkan, karena itu perlu diambil langkah-langkah pencegahan dengan menjauhkan masyarakat dari perilaku seks bebas,” katanya.

Dahlan lebih lanjut mengatakan, penyusunan raperda tersebut dikaji secara mendalam dan telah pula diperbandingkan dengan daerah lain, seperti Kota Bandung, Tangerang, dan Banjarmasin. “Kita juga telah meminta masukan dari bagian hukum Pemkot Depok untuk memberi masukan mengenai raperda tersebut,” katanya.

Untuk tahap awal, Komisi A DPRD Kota Depok telah melakukan pembahasan dengan bagian hukum Pemkot Kota Depok mengenai pasal-pasal yang akan diterapkan.

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya, di Depok, mengatakan, raperda tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan visi misi Kota Depok sebagai Kota Pendidikan dan Permukiman yang Religius, melindungi masyarakat dari pengaruh negatif pertumbuhan dan perkembangan Kota Depok, khususnya pengaruh praktik pelacuran dan peredaran minuman keras.

Selain itu, kata Qurtifa, raperda tersebut juga dimaksudkan untuk menindaklanjuti aspirasi dan keinginan masyarakat yang menghendaki dibuatnya perda anti-maksiat, dan menindaklanjuti usulan serta masukan Kapolres Depok akan perlunya perda yang mengatur peredaran minuman keras (miras).

Penyusunan Reperda Antipelacuran tersebut mendapat dukungan dari berbagai ormas Islam, seperti Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok, Majelis Mujahidn Indonesia (MMI), dan artis Astri Ivo, serta Saleh Ali (pemeran Said dalam Bajai Bajuri)

Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok, Habib Idrus Hasan Al-Ghadri, mengungkapkan, draf Raperda Antipelacuran yang diajukan DPRD Depok nantinya harus memasukkan pasal-pasal yang mengatur masalah selingkuh dengan dalih suka sama suka, kumpul kebo, dan pernikahan beda agama. “Masalah-masalah ini harus diatur dalam pasal raperda tentang pelarangan pelacuran karena tindakan itu tidak sesuai dengan norma agama. Kalau tidak dimasukkan oleh anggota DPRD pasal-pasal ini, berarti ada apa-apa dengan anggota DPRD,” ujarnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok pun mendukung Raperda Antipelacuran yang saat ini masih dalam tahap pembahasan untuk segera disahkan menjadi perda tersebut. “Kami mendukung upaya yang dilakukan Komisi A DPRD Kota Depok untuk menerapkan Perda Antipelacuran di Kota Depok,” kata Sekretaris Umum MUI Depok, Ahmad Nawawi. Ia mengatakan, isi draf Raperda Antipelacuran itu harus lebih tegas dibandingkan dengan Perda Antipelacuran di Kota Tangerang. Ia mencontohkan mengenai sanksi, harus dipertegas dan hukumannya diperberat dan jangan menggunakan istilah pelacuran, tapi perzinahan. Jadi, artinya akan lebih luas.

Mengenai adanya pihak yang mengatakan Kota Depok belum perlu menerapkan Perda Antipelacuran, karena Kota Depok adalah kota pendidikan, bukan kota industri, Nawawi mengatakan, sebelum moral generasi muda rusak, maka perda tersebut harus segera diterapkan.

Dukungan terhadap Raperda Antipelacuran Kota Depok juga datang dari Majelis Mujahidin Indonesia. Juru bicara MMI, Fauzan Al-Anshori, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung raperda tersebut karena Kota Depok dikenal sebagai kota santri, tempat orang menuntut ilmu.

Pemimpin Yayasan Al-Azhar, Rusjdi Hamka, dengan tegas pun mendukung Reperda Antipelacuran Kota Depok tersebut. Alasannya, raperda itu diperlukan guna menyelamatkan generasi muda Indonesia dari kemerosotan moral. Ia mengharapkan bukan hanya Kota Depok yang menerapkan raperda tersebut, melainkan juga daerah-daerah lain di Indonesia. “Kalau kita lihat bencana yang datang silih berganti, penyakit yang selalu menyerang bangsa ini, maka kita dapat berpikir bahwa semua ini peringatan dari Allah agar manusia menjadi sadar,” katanya.

Artis Astri Ivo juga dengan tegas mendukung Reperda Antipelacuran di Kota Depok. “Perda tersebut sangat penting untuk menyelamatkan anak-anak kita dari kemerosatan moral. Jakarta juga harus menerapkan perda sejenis,” tuturnya.

Sementara itu, menanggapi Raperda Antipelacuran tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Agung Witjaksono, menyatakan perlu dilakukan kajian akademis atas rencana penyusunan peraturan daerah antipelacuran. (Katharina/Antara/Ami Herman)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: