Profil Tokoh DEPOK

Didik J. Rachbini

Prof. Dr. Ir. Didik J. Rachbini

Agustus 2008

Didik J Rachbini: Beasiswa tunjang kualitas pendidikan

Monitor Depok, 2 Agustus 2008

RANGKAPAN JAYA, MONDE: Siswa, guru, dan dosen merupakan komponen penting dalam dunia pendidikan sehingga perlu adanya pemberian beasiswa dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu ketiganya.

“Pemberian beasiswa ini merupakan program tahunan berkat kerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk membantu siswa miskin atau kurang mampu.”

Demikian disampaikan anggota Anggota Fraksi PAN DPR Didik J Rachbini saat memberikan beasiswa kepada sejumlah siswa SD Muhammadiyah 2 Jl. KH A Dahlan, Rangkapan Jaya, kemarin.

“Beasiswa sangat berguna bagi siswa sehingga bisa melanjutkan sekolah. Melalui beasiswa guru dapat meningkatkan kualitas pengajaran dan dosen untuk melakukan berbagai penelitian yang berguna bagi kehidupan,” paparnya.

Selain beasiswa, Didik juga menyerahkan sejumlah buku kepada pihak sekolah agar dapat dimanfaatkan bagi siswa yang pada akhirnya dapat meringankan beban orang tua.

Hadir dalam kesempatan ini anggota DPRD Kota Depok A Dahlan, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 A Sujai, Ketua Gugus 7 H. Muhammad, Ketua Komite Sekolah SD Muhammadiyah 2 H Nawawi, sejumlah guru dan orang tua siswa penerima beasiswa.

Didik juga berencana untuk memberikan bantuan berbagai fasilitas pendidikan misalnya alat peraga, namun harus pula dilihat sejauhmana pemanfatannya.

“Jangan sampai bantuan yang telah diberikan malah menumpuk saja. Jika hal itu terjadi tentu dapat dialihkan untuk sekolah lain yang membutuhkan.”

“Dengan pemberian bantuan dan beasiswa ini diharapkan terjadinya peningkatan kualitas sekolah agar tercipta generasi terdidik yang cerdas. Sarana penting, namun yng tidak kalah penting adalah organisasi, semangat, dan dedikasi,” tandas Didik.(m-9)

Februari 2008

Masalah dan kebijakan energi perlu solusi

Oleh: Didik J Rachbini

Monitor Depok, 25 Februari 2008

Energi adalah masalah kehidupan sehari-hari, yang berkaitan dengan ekonomi, sosial, pemerintahan dan sebagainya.

Kegiatan ekonomi dan bidang sosial sehari-hari memerlukan dukungan ketersediaan energi, yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan kegiatan ekonomi dan industri memerlukan lebih banyak lagi ketersediaan energi jika bertumbuh dengan cepat.

Jika ada masalah dengan energi, maka dampaknya akan sangat meluas terhadap kehidupan ekonomi dan sosial tersebut. Dalam era yang modern dimana sarana dan prasarana sudah semakin canggih, maka ketersediaan energi yang cukup menjadi mutlak tanpa bisa ditawar.

Masalah Energi

Kasus pemadaman listrik pada saat ini adalah refleksi dari masalah energi tersebut, terutama karena faktor eksternal fluktuasi harga minyak dan faktor internal PLN sendiri, yang tidak efisien. Kedua masalah tersebut harus diselesaikan, terutama masalah internal yang lebih efisien lagi dan antisipasi terhadap gejolak luar.

Pertama, faktor eksternal dan harga minyak dunia, yang mengalami peningkatan sangat pesat. Dampaknya tidak hanya berpengaruh terhadap energi itu sendiri, tetapi juga terhadap ekonomi dan industri yang lebih luas.

Kedua, PLN sebenarnya juga mengalami masalah internal, terutama inefisiensi. Pasokan listrik sudah tersendat sejak lama sebelum terjadi masalah eksternal seperti kenaikan harga minyak pada saat ini.

Perlu Kebijakan

Negeri yang besar seperti Indonesia memerlukan pasokan energi yang luar biasa besar untuk ekonomi, industri, konsumsi, transportasi dan sebagainya. Kebutuhan energinya sangat besar sehingga perencanaan ke depan mutlak harus sistematis, cermat dan menyelesaikan masalah kebutuhan saat ini dan masa mendatang dengan berbagai variasi sumber energi.

Karena itu, politik kebijakan energi mutlak diperlukan, tidak hanya pada level konseptual atau hanya wacana saja, tetapi juga dalam hal eksekusi kelembagaan dan implementasinya di lapangan.

Pada tingkat nasional harus sudah ada langkah kebijakan kolektif untuk menyiasati perangkap ketergantungan kepada minyak tanah, premium, solar dan energi mahal.

Sumber energi sebenarnya tidak terbatas, mulai dari arus air terjun, angin, matahari, energi hijau mulai dari jarak, jagung, singkong, dan tebu. Selama ini, energi yang dipakai oleh masyarakat kurang bervariasi seperti ketersediaan sumber energi tersebut. Ketergantungan kepada energi fosil sudah mendarah daging sehingga sulit melakukan konversi.

Kebijakan konversi energi pada saat ini mutlak diperlukan untuk mengatasi masalah subsidi yang besar di APBN. Konversi minyak tanah di kota Depok memang sempat mengalami masalah beberapa saat, tetapi selanjutnya program konversi tersebut dapat dijalankan.

Tidak hanya itu, kebijakan kampanye penghematan energi harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah bersama masyarakat. Dalam keadaan sulit seperti sekarang pemborosan energi harus dijadikan musuh bersama, apalagi pemborosan energi yang disubsidi oleh pemerintah, yang juga berasal dari uang rakyat.

Masyarakat wajib mengikuti langkah kebijakan penghematan ini agar pemborosan bisa dikurangi atau bahkan dicegah sama sekali. Pemborosan energi tidak hanya merugikan pemakainya, tetapi juga menghabiskan anggaran negara, yang sebenarnya berasal dari rakyat juga.

Sebaliknya, pemerintah perlu mencanangkan program ini dan melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Negara maju seperti Inggris pada masa Margareth Tatcher melaksanakan penghematan energi dengan baik. Indonesia yang lebih miskin belum melakukan karena mungkin merasa kaya.

*) Penulis adalah Pengamat ekonom nasional dan Anggota DPR RI, tinggal di Depok

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: