Profil Tokoh DEPOK

Mahfudz Anwar

Drs. KH. A. Mahfudz Anwar MAg

Desember 2008

Konfercab PCNU Depok, Burhanuddin Marzuki dijagokan…

Monitor Depok, 30 Desember 2008

KALIBARU, MONDE: Pengasuh Ponpes Qotrun Nada, KH Burhanuddin Marzuki, kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok masa hikmat 2008-2013.

Proses pemilihan pengurus NU Depok dilaksanakan secara terbuka dan demokratis melalui Konferensi Cabang ke-IV NU Depok yang digelar di Gedung Yayasan Pendidikan Al Jihad, Kelurahan Kalibaru, sejak pk 13.00, kemarin.Hingga berita ini diturunkan, pk 20.15, belum diketahui siapa yang menjadi ketua baru PCNU Depok masa hikmat 2008-2013. Dua pesaing Burhan yaitu H. Halim (anggota NU Depok) dan H. Ruhiat (Sekretaris NU Kecamatan Cimanggis).

Sebanyak 51 warga Nahdliyin yang memiliki hak suara dalam forum pemilihan pengurus baru NU Depok terdiri dari perwakilan PCNU, pengurus majelis wakil cabang syuriah dan tanfidziyah, dan pengurus ranting syuriah dan tanfidziyah.

Sejumlah tokoh NU yang terlihat hadir a.l Al Habib Hamid bin Hud Al Al Athos, KH Masdar Farid Mas’udi, KH Maesar Yunus, KH Hilmi Zaini Taher, KH Syihabudin Ahmad, H Edy Susanto, KH Ma’mur Murod, KH Mahfudz Anwar.

Konfercab diawali dengan pembekalan ke-NU-an yang disampaikan KH Masdar Farid, dan pembekalan ekonomi kerakyatan oleh Pradi Supriatna dan Muhammad Yaftah.

Tampak hadir sejumlah caleg a.l Babai Suhaimi (Golkar), Agustian Hermawan (PAN), M Fuad, Selamet Riyadi, Napis Kurtubi (PKB). Hadir pula Ketua MUI Depok KH Dimyati Badruzzaman dan pengusaha muda Depok Miftah Sunandar.

Sebelum proses pemilihan pengurus baru, panitia acara mengagendakan pengesahan tata tertib, LPJ PCNU masa hikmat 2003-2008, pandangan umum dan tanggapan peserta, dan pengesahan sidang komisi. Sejumlah peserta konfercab menyakini Burhanudin Marzuki akan terpilih kembali. Pasalnya, hingga menjelang konfercab hanya nama H Halim yang menjadi pesaing Burhan.

“Bang Burhan tentunya akan terpilih lagi, soalnya kandidatnya nggak cukup kuat. Lain halnya bila Pak Yuyun Wirasaputra ikutan jadi kandidat ketua,” ucap salah seorang peserta konfercab yang enggan disebutkan namanya.

Alim Ulama

Sebelum Konfercab, PCNU Depok menggelar Silaturrahmi Alim Ulama di Halaman Gedung PCNU yang berlokasi di Jl Raya Kalimulya Rt 01/01, Kelurahan Kalimulya, Sukmajaya. Acara tersebut dihadiri Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, Wakil Walikota Yuyun Wirasaputra, Camat Sukmajaya Muksit Hakim, puluhan alim ulama, serta ratusan warga NU,

Dalam sambutannya, Nur Mahmudi mengajak warga NU untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan mutu dan kualitas dunia pendidikan di Kota Depok.

Pihak Pemkot, dikatakan Nur, mengalokasikan Rp10 miliar yang digunakan untuk a.l merehab lokal maupun laboratorium sekolah termasuk program pendidikan guru-guru madrasah ibtidaiyah, tsanawiyah dan aliyah. Dia menambahkan, dana resmi melalui APBD yang dikucurkan Pemkot Depok itu merupakan yang pertama dilakukan oleh 472 pemerintah kota/kabupaten di Indonesia.

Prestasi lainnya, disebutkan Nur Mahmudi, yaitu ujian nasional rata-rata pada 2006, Kota Depok berada di ranking 25 dari 25 kota se-Jawa Barat. Pada 2008 prestasinya Depok terdongkrak menjadi ranking tiga untuk tingkat SD atau madrasah dan ketiga untuk aliyah atau SMA. “Kalo itu terjadi selama dua tahun lagi, kami optimistis pada tahun 2009, Kota Depok meraih rangking pertama di Jawa Barat,” ucap Nur Mahmudi bangga.(amr)

Juli 2008

Ponpes Al Hamidiyah Canangkan Gerakan Tanam Seribu Pohon

Depok, Pelita, 18 Juli 2008

Gaung rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Pondok Pesantren Al Hamidiyah yang ke 20 kian hari nampak terlihat semarak.
Sebulan sebelumnya telah digelar beberapa kegiatan seperti mengikuti lomba Pramuka se-Kota Depok, Bazar buku, pemeriksaan gigi gratis untuk semua santri, donor darah, dan beberapa kegiatan olahraga seperti lomba futsal dan bulutangkis, Selain itu juga digelar seminar-seminar tentang kajian dan pengembangan dakwah.

Kini giliran mereka melakukan Pencanangan Gerakan Nasional Pesantren Peduli Lingkungan se Indonesia dengan penanaman Sejuta pohon Produktif. Aksi pencanangan dibarengi dengan peresmian kamar penginapan putri di Komplek Pesantren Al Hamidiyah Jalan Raya Sawangan KM 2 No 12, Rangkapan Jaya, Pancoran Mas Depok, Kamis (17/7).

Hadir dalam acara pencanangan tersebut Menteri Kehutanan MS Kaban, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail serta beberapa tokoh ulama dari Majelis Dzikir SBY Nurussalam Habib Abdurrahman bin Muhammad Alhabsyi dan KH Mahfudz Anwar, SQ, Habib Abdurrahman bin Muhammad Alhabsyi, Ketua Yayasan Islam Al Hamidiyah, Dr H Imam Susanto Sjaichu, Sp Bp, Camat Pancoran Mas, Rd Adjat Sudrajat serta ratusan santri.
Ketua Yayasan Islam Al Hamidiyah, Imam Susanto Sjaichu mengatakan Pesantren Al-Hamidiyah didirikan pada tanggal 17 Juli 1988, bertujuan untuk mengembangkan dunia pendidikan dan dakwah Islamiah melalui pesantren.

Pondok Pesantren Al-Hamidiyah yang semula memiliki murid sebanyak 150 siswa untuk Madrasah Aliyah, dan 120 untuk Madrasah Tsanawiyah. Kini Ponpes Al Hamidiyah yang berbasis keilmuan pesantren serta diperkaya dengan berbagai pengalaman para pendirinya. Saat ini telah memiliki 1000 murid.

Kami berupaya untuk melakukan pengkaderan da\’i dan ulama yang berwawasan luas dan memiliki kedalaman ilmu, salah satunya dalam bentuk kepedulian lingkungan, jelasnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan RI, MS Kaban dalam sambutannya mengatakan sangat berterimakasih kepada Ponpes Al Hamidiyah yang memiliki kepedulian untuk melakukan gerakan penanaman sejuta pohon,\”Ponpes Al Hamidiyah merupakan pioner gerakan penanaman sejuta pohon bagi pondok pesantren lainnya, \”kata MS Kaban.

Menurutnya, masyarakat saat ini sudah terbiasa dengan banyak menebang daripada menanam. Akibat kebiasaan tersebut akan menimbulkan masalah yang dapat merugikan masyarakat sendiri. Untuk itu, Pemerintah merasa tergugah untuk melakukan pencanangan penanaman sejuta pohon. Siapapun masyarakatnya punya kewajiban untuk menjaga perkembangan lingkungan dengan baik, ujarnya.

Akibat terjadinya pemanasan global, lanjut Kaban udara sudah tercemar dan potensi pencemarannya semakin tinggi. Dengan gerakan penanaman sejuta pohon berupa tanaman produktif diharapkan lingkungan dapat dihijaukan kembali dan menjadi sejuk. Bumi harus disejukkan kembali dengan gerakan Indonesia menanam, tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Menteri Kehutanan MS Kaban secara simbolis melakukan penanaman pohon Belimbing Dewa yang merupakan pohon kebanggaan warga Depok dengan buahnya yaitu Belimbing Dewa. Penanaman pohon belimbing juga dilakukan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail di halaman Pondok Pesantren Al Hamidiyah. (ck-60)

Juni 2008

Peringatan 20 tahun Pesantren Alhamidiyah Depok

post: (16-06-2008 06:41)1. Kamis-Minggu, 24-27 April 2008 : Lomba pramuka se Kotib Depok2. Minggu, 15 Juni 2008, 08:00 – 15:00 – Pemeriksaan Gigi peserta Semua Santri Pesantren3. Sabtu, 21 Juni 2008, 09:00 – 12:00 Pengajian: KH. Syukron Makmun (Ketua Ittihadul Muballighin Pusat Jakarta) peserta Ulama, Kyai, Guru, Santri dan masyarakat umum4. Minggu, 22 Juni 2008 Donor darah peserta Guru, Karyawan, Orangtua Santri & masyarakat

5. Sabtu, 28 Juni 2008, 13:00 – 18:00 Lomba Futsal, Guru, Karyawan pesantren, Yayasan

6. Minggu, 29 Juni 2008, 13:00 – 18:00 Lomba bulu tangkis peserta Guru, Karyawan Pesantren, Yayasan

7. Sabtu, 5 Juli 2008, 08:30 – 11:00 Bedah Buku “DR. Cilik umur 7 tahun, Hafal dan Memahami Al Qur’an” untuk Guru TK/TPQ/SDIT dan masyarakat umum

8. Sabtu, 5 Juli 2008, 13:00 – 15:00 Pembukaan Seminar Nasional bertema “Strategi Pengembangan Dakwah di Era Perkembangan Teknologi Digital” pembicara KH. Prof.Dr.Ali Mustafa Ya’kub, MA – Guru besar/Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PTIQ Jakarta, IIQ Jakarta, STIDA Al-Hamidiyah Jakarta

9. Sabtu, 5 Juli 2008, 11:30 – 16:00 Sarasehan PKES (Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah) narasumber: Nadratuzzaman (Direktur PKES), KH.Ma’ruf Amin (Ketua MUI), Mahmud Ali Zain, Riawan Amin (Direktur Bank Muamalat)

10. Minggu, 6 Juli 2008, 08:00 – 15:00 Seminar Nasional tema: Meneguhkan kembali pesantren Dakwah di Era Digital, keynote speaker: Menteri Agama RI Bp. Maftuh Basyuni, Prof.Dr.KH.M.Agil Shiraj, MA, Prof.Dr.Ahmad Mubarok,MA

11. Minggu, 6 Juli 2008, 08:00 – 12:00 Khitanan Massal peserta 100 anak tidak mampu/dhuafa masyarakat Depok

12. Sabtu-Senin, 12-14 Juli 2008, 08:00 – 15:00 Bazaar Buku, peserta Penerbit, Guru, Karyawan, Orangtua santri dan masyarakat

13. Rabu & Kamis, 16-17 Juli 2008, 08:00 – 12:00 Pameran “Duplikat Pedang Rosululloh SAW (Zulfaqar)”

14. Kamis, 17 Juli 2008, 08:00 – 12:00 Acara Puncak Harlah
1. Dzikir Akbar bersama Majelis Dzikir SBY Nurussalam dibimbing: Habib Abdurrahman bin Muhammad Alhabsyi dibantu: KH. Mahfudz Anwar, SQ

2. Ceramah/Tausiah: Habib Abdurrahman bin Muhammad Alhabsyi

3. Pembacaan Ayat suci Al Qur’an

4. Laporan Ketua Yayasan Islam Al Hamidiyah, Dr.H. Imam Susanto Sjaichu, Sp.Bp.

5. Sambutan Bapak Presiden RI “Pencanangan Gerakan Nasional Pesantren Peduli Lingkungan se Indonesia dengan penanaman Sejuta pohon Produktif” dan Peresmian Perluasan Komplek Pesantren Al Hamidiyah Depok

6. Doa (dibimbing Kepala Pengasuh Pesantren Al Hamidiyah; Drs.KH.Zainuddin Ma’shum Ali)

Pesantren Al Hamidiyah Pewaris Rasulullah


Memadukan pesantren salaf dan pendidikan modern yang lazim dikenal dengan sistem salafiyah ashriyah.MESKI terbilang baru, kehadiran Pesantren Al Hamidiyah sebagai pesantren salafiyah mengalami perkembangan yang pesat. Pesantren yang lahir pada 17 Juli 1988 itu, kini memiliki beragam tingkat pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga Tarbiyah Mu’allimin-Mu’allimat (TMM), setara Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah hingga perguruan tinggi. Jumlah santrinya mencapai ribuan orang. Semula hanya warga Jabotabek yang mendaftar. Namun belakangan santri dari luar daerah pun bermunculan.Memperingati Harlah (hari lahir) ke-20, Al Hamidiyah akan mengadakan berbagai macam kegiatan, antara lain Pencanangan Gerakan Nasional Pesantren Peduli Lingkungan se-Indonesia dengan penanaman sejuta pohon produktif oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara puncak, 17 Juli 2008.Secara bersamaan akan dilaksanakan juga peresmian perluasan komplek Al Hamidiyah, didahului dengan acara Dzikir Akbar bersama Majelis Dzikir SBY ‘Nurussalam’ yang dibimbing Habib Abdurrahman bin Muhammad Al Habsyi dibantu KH Mahfudz Anwar SQ, pengasuh Al Hamidiyah.Kepala Pengasuh Al Hamidiyah, KH Zainuddin Ma’shum Ali menjelaskan, dalam memeriahkan acara tersebut, sebelumnya diadakan lomba pramuka se-Jabodetabek yang berlangsung 24-27 April 2008, pemeriksaan gigi peserta pada 15 Juni 2008, pengajian dan tabligh akbar yang dihadiri para ulama dan kiai se-Jabodetabek pada 21 Juni 2008, donor darah pada 22 Juni 2008, lomba futsal pada 28 Juni 2008, dan lomba bulu tangkis pada 29 Juni 2008.

Yang menarik diadakan bedah buku ‘DR Cilik Umur 7 Tahun, Hafal dan Memahami Al Quran’, dan Sarasehan PKES (Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah) dengan narasumber Nadratuzzaman (Direktur PKES), KH Maruf Amin (Ketua MUI), Mahmud Ali Zain, Riawan Amin (Direktur Bank Muamalat). Disusul Seminar Nasional bertema ‘Strategi Pengembangan Dakwah di Era Perkembangan Teknologi Digital’ dengan pembicara KH Prof Dr Ali Mustafa Ya’kub MA, Guru besar/Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PTIQ Jakarta, IIQ Jakarta, STIDA Al-Hamidiyah Jakarta. Ketiga acara ini berlangsung pada 5 Juli 2008.

Sementara pada 6 Juli 2008 diadakan Seminar Nasional tema: ‘Meneguhkan Kembali Pesantren Dakwah di Era Digital’ dengan keynote speaker Menteri Agama RI Maftuh Basyuni, Prof Dr KH M Agil Siraj MA, dan Prof Dr Ahmad Mubarok MA. Diramaikan acara khitanan masal dengan peserta 100 anak dhuafa. Kemudian acara bazaar buku 12-14 Juli 2008 dan pameran Duplikat Pedang Rasulullah SAW bernama Zulfakar 16-17 Juli 2008.

Kiai Zainuddin melanjutkan, pesantren yang didirikan oleh KH Achmad Sjaichu (almarhum) berawal dari rasa keprihatinan dirinya yang mendalam atas kenyataan makin langkanya ulama dan juru dakwah. Di samping itu, pendirian pesantren ini juga untuk mewujudkan cita-cita luhur KH Achmad Sjaichu dalam mengembangkan dunia pendidikan dan dakwah Islamiyah melalui pesantren.

Dengan basis keilmuan pesantren yang diperkaya dengan berbagai pengalaman yang menyertai perjalanan hidupnya, KH Achamd Sjaichu menekuni dunia pesantren dengan konsep dan kesadaran yang lebih maju. “Melalui pesantren, KH Achmad Sjaichu ingin mengkader dai dan ulama yang berwawasan luas dan memiliki kedalaman ilmu,” tutur Buya, sapaan akrab Kiai Zainuddin.

Untuk itu, kata Kiai Zainuddin, Al Quran menjadi salah satu kriteria kenaikan kelas dan kelulusan bagi santri di Al Hamidiyah. Untuk menentukan seorang santri berhak lulus/naik atau tidak Kepala/Pengasuh menerbitkan SK team penguji Al Quran untuk hal itu.

Menurutnya, penyebab kesalahan terus menerus santri dalam membaca Al Quran disebabkan guru yang mengajarnya tidak tegas dalam mendidik para santri. “Kesalahan santri dibiarkan sehingga santri menganggap bacaan Al Quran sudah baik, padahal belum,” tandasnya.

Ia menambahkan, Al Hamidiyah merupakan salah satu unit kerja di bawah naungan Yayasan Islam Al Hamidiyah (YIH). Tujuan Yayasan adalah membina, menyebarluaskan, dan mempertinggi mutu pendidikan Islam dan mengusahakan kesejahteraan bagi umat Islam. “Langkah yang ditempuh dengan melakukan penyempurnaan sistem pendidikan melalui Renstra (Rencana Strategi) setiap lima tahun,” terangnya.

Guna mencapai harapan yang diinginkan almarhum Kiai Sjaichu, lanjut KH Zainuddin, Al Hamidiyah tidak saja berkutat pada ilmu keagamaan semata, tapi juga mengembangkan pendidikan lain, seperti sekolah umum, pengajian pesantren, majelis taklim, pengajaran bahasa Arab, komputer, mendirikan perpustakaan, klinik, dan koperasi. Untuk penunjang pendidikan formal, ada program ekstrakurikuler seperti marching band, pramuka, hajir marawis, kasidah, lembaga Al Quran dan dakwah, tata boga, dan olah raga. Dengan muatan seperti itu, Al Hamidiyah memadukan pesantren salaf dan pendidikan modern yang lazim dikenal dengan sistem salafiyah ashriyah.

Sebagai pesantren salaf, tambahnya, kitab klasik atau kitab kuning adalah menu utama. Santri harus mengaji beberapa kitab klasik antara lain Ta’limul al-Muta’alim, Arbain an-Nawawi, al-Jawahirul Kalamiyah, Washoya li al Abna, Matan al-Ghooyah wa al Taqrib, al Amtsilah al Tashrifiyah, Nadzam Imriti, al Mutamminah, Tafsir Jalalain, dan Husunul Hamidiyah. “Tenaga pengajar terdiri dari para kiai, ustadz, dan sarjana lulusan perguruan tinggi negeri atau swasta dalam dan luar negeri. Ada juga alumni yang ikut nimbrung mengajar,” katanya.

Karena tujuan P Al Hamidiyah untuk mencetak ulama sebagai pewaris Nabi, lanjutnya, maka dalam keseharian santri dilatih mempraktikkan cara hidup berdasar ajaran Nabi Muhammad SAW. Ini merupakan ajang praktik sebelum terjun ke tengah masyarakat. “Pesantren juga menerapkan praktik muhadlarah (ceramah) ke tengah masyarakat. Program ini dinamakan kegiatan pengabdian masyarakat (KPM),” terangnya.

Pendidikan Integral

SISTEM pendidikan yang diterapkan Pesantren Al Hamidiyah adalah sistem pendidikan integral (terpadu) yang menyatukan seluruh aktivitas yang berhubungan dengan proses pendidikan, termasuk di dalamnya proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan dan pengajaran pesantren. “Sistem ini bertujuan untuk menghasilkan santri yang berwawasan luas dan mampu menjawab tuntunan zaman,” terang KH Zainuddin Ma’shum Ali. Disamping itu, kata Kiai Zainuddin, Al Hamidiyah mengembangkan program bahasa Arab, bahasa Inggris, Tahfidzul Al Quran dan kemampuan berdakwah pada santri.

Jenis pendidikan yang ada di Pesantran Al Hamidiyah antara lain: Kelompok Bermain (Play Group) dan Taman Kanak-Kanak (TK) dibuka pada tanggal 18 Juli 1991 (TK) dan 1 Maret 2003 (Play Group) dengan tujuan untuk pembentukan sikap, watak dan kepribadian anak yang berahlakul karimah, menjadi pribadi yang kreatif dan mandiri melalui aktivitas pembelajaran yang kreatif dalam bentuk permainan yang menyenangkan sesuai dengan kondisi anak usia bermain.

TK Al Hamidiyah memprogramkan keunggulan anak-anaknya dengan berakhlaqul karimah. Dalam hal ini TK Al Hamidiyah menanamkan empat sikap dalam diri anak-anak, yaitu pertama maaf yakni membiasakan anak-anak saling memaafkan satu sama lainnya, yang kedua tolong, sebagaimana yang terdapat dalam Al Quran: Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan janganlah kamu saling tolong-menolong dalam keburukan”.

Yang ketiga, santun yaitu membiasakan bertingkah laku yang baik terhadap orang-orang disekitarnya. Yang keempat terima kasih, seperti ungkapan La Rose bahwa perkembangan diri dapat diwujudkan dengan membiasakan mengucapkan terima kasih.

Dan tidak terlupakan tujuan TK Al Hamidiyah ini yaitu mencetak kader-kader dai untuk generasi terdepan, mempersiapkan generasi Islam dan mempersiapkan melangkah ke jenjang SD/MI.

Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dibuka pada tanggal 17 Juli 1991 seiring dengan keinginan para orangtua yang memerlukan pendidikan agama Islam bagi putra/putrinya dalam lingkungan pesantren. TPQ adalah pendidikan non formal yang menerapkan kurikulum paduan antara LPPTKA dengan kurikulum muatan lokal pesantren. Hingga saat ini TPQ Al-Hamidiyah telah menghasilkan anak didik yang mampu membaca Al Quran dengan fasih. Pada tahun 2003 TPQ Al Hamidiyah menerima piagam penghargaan dari LPPTKA wilayah DKI sebagai unit percontohan untuk wilayah Depok.

SDIT Al Hamidiyah dibuka pada tanggal 17 Juli 2003 untuk menyikapi pengaruh globalisasi dan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Berbasis Teknologi, menekankan pada ketercapaian kompetensi murid, pembelajaran ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan majemuk yang dimiliki anak, dan diadakan program perbaikan dalam upaya pencapaian ketuntasan belajar

Proses pembelajaran di SDIT Al Hamidiyah terbagi menjadi dua yaitu; intra kurikuler dan ekstra kurikuler, dapat dilakukan di kelas (indoor) dan di luar kelas (out door). Kegiatan out door dilakukan untuk materi-materi yang harus diperoleh dari alam sekitar, misal pada pelajaran sains di Lath House) Pembelajaran di Lath House diberlakukan ketika murid harus melakukan penelitian tanaman. Dengan metode pembelajaran ini diharapkan dapat menumbuh kembangkan bakat anak yang ingin menjadi ilmuwan.

Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Hamidiyah adalah jenjang pendidikan setaraf SMP yang berciri khas agama Islam yang diselenggarakan Depag denan muatan-muatan kepesantrenan. MTs Al- Hamidiyah mendapat pengakuan formal dari Departemen Agama yaitu Status Disamakan dan menerima piagam penghargaan dari Kanwil Departemen Agama Jawa Barat sebagai Madrasah terbaik III se-Provinsi Jawa Barat pada tahun 1991.

Madrasah Aliyah (MA) Al Hamidiyah adalah jenjang pendidikan setaraf SMU yang berciri khas agama Islam yang diselenggarakan Depag dengan ditambah muatan-muatan kepesantrenan. Seperti halnya MTs, MA Al Hamidiyah juga telah mendapat pengakuan formal Status Disamakan dari Departemen Agama. Mulai tahun 2001, MA Al Hamidiyah memiliki kelanjutan studi ke IPB, UGM, UIN dan UNJ melalui jalur PMDK.

MA Al Hamidiyah membuka 3 program pilihan yaitu: Program Ilmu-ilmu Keislaman (MAK), Program Ilmu-ilmu Alam (IPA), dan Program Ilmu-ilmu Sosial (IPS).

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) didirikan pada tanggal 23 Februari 1991, dengan 3 program pilihan yaitu: Program D.2, Program S.1 (reguler dan Intensif), dan Program Akta IV.

Di Al-Hamidiyah diadakan juga program kegiatan ekstra kurikuler, di antaranya: Muhadlarah, Pramuka, Qasidah, Komputer, Kaligrafi, Naghom, Marching Band, Hajir Marawis, Simtud Dhuror, Tata Boga/Tata Busana, Kelompok Ilmiah Remaja, Lembaga Bahasa (Arab dan Inggris), Olah Raga (Voli, Tenis meja, Basket, Sepak Bola, Bulutangkis, dan lain-lain), Seni Beladiri Pencak Silat, Nasyid dan Kelompok Paduan Suara.

Kriteria Ketat

SEIRING dengan bertambahnya santri, tenaga pengajar/guru Pesantren Al Hamidiyah mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Peningkatan bukan hanya dari segi kuantitas tetapi juga kualitas. Rekruitmen dilakukan berdasarkan kualifikasi dan kriteria yang cukup ketat. Terdiri atas seorang Kiai yang mengasuh pesantren dan dibantu oleh pembina asrama, guru (ustadz/ustadzah) lulusan perguruan tinggi ternama minimal berijazah S-1, psikolog & konselor, konsultan pendidikan, bantuan tenaga ahli bahasa arab dari Universitas Al-Azhar, Kairo.

Pesantren Al Hamidiyah yang dibangun dibangun di atas tanah seluas 15.000 meter persegi dengan total luas bangunan 5.000 meter persegi dilengkapi sarana dan fasilitas bertujuan untuk menunjang pelaksanaan program-programnya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan tuntutan dan kebutuhan, di antaranya masjid, musholla, ruang praktikum MIPA/Bio, laboratorium komputer, laboratorium bahasa modern, asrama santri putra, asrama santri putri, perpustakaan, koperasi (putra dan putri), klinik kesehatan, lapangan upacara, kantin, wartel, ruang makan (putra dan putri) dan gedung/lokal kegiatan belajar mengajar yang memadai.

Kembangkan Potensi

PRIORITAS utama program pesantren adalah pengembangan pendidikan dan pengajaran melalui unit-unit kerja yang bersifat pembinaan dan koordinatorat. Pengurus pesantren bertugas membina dan mengkoordinir seluruh unit yang ada dalam upaya mewujudkan kelancaran pendidikan dan pengajaran.

Ada Pun fungsi yang diemban pesantren Al-Hamidiyah adalah selalu menjaga kondisi yang dinamis bagi terselenggaranya proses pendidikan dan pengajaran. Setiap unit kerja didorong untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada dan menumbuhkan inovasi-inovasi positif yang berguna bagi peningkatan mutu pendidikan. m husaini

Pesantren Al Hamidiyah : Jalan Raya Depok Sawangan KM 2 No 12 Rangkapan Jaya, Kota Depok 16435Telp (021) 77885436-37, 77880431-32, 77880612 Fax (021) 77885436, 77885453

April 2008

Pelantikan PPKB Depok, ‘Tiada demokrasi tanpa perempuan’

Monitor Depok, 27 April 2008

DEPOK JAYA, MONDE: “Siapa bilang perempuan tidak berani main kekerasan.

Perempuan siap berjuang di dunia politik untuk kepentingan masyarakat. Tiada demokrasi tanpa kehadiran dan sumbangsih perempuan,” kata Ketua Dewan Pengurus Cabang Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa (DPC PPKB) Kota Depok, Dra. Maswanih, MM.Hal itu disampaikannya dalam acara pelantikan pengurus PPKB Kota Depok, di Gedung MUI Depok, Sabtu (26/4). Berdasarkan SK No. 070/DPP PPKB/A/IV/2008, pengurus PPKB ini akan menjabat selama periode 2008-2013.

“Sebagai pengurus PPKB, kami akan senantiasa mencurahkan pikiran untuk menciptakan tatanan nasional yang berakhlakul karimah,” tambah Maswarnih.

Dia juga yakin, dalam Pemilu 2009 nanti PPKB akan sanggup menopang suara PKB Depok dengan memenuhi kuota 30%. “Dengan mengikuti garis perjuangan Nahdlatul Ulama, PPKB akan berjuang di tengah masyarakat,” ujar Maswarnih.

Hadir Wakil Walikota Depok Yuyun Wirasaputra, Ketua Dewan Syuro DPC PKB Depok K.H Mahfudz Anwar serta Ketua DPC PKB Napis Kurtubi.
Dalam sambutannya, Yuyun meminta PPKB dapat menjadi mitra pemerintah, yang juga ikut membantu dalam program kemasyarakatan.
Sementara dari Ketua DPC PKB Napis Kurtubi yakin dengan keberadaan PPKB Kota Depok ini, akan lebih memperkuat PKB. “Suara PKB Depok akan lebih kuat dengan pergerakan kaum perempuan di PPKB,” ujar Napis.(mr)

Februari 2008

IPNU dan hilangnya kader militan

Oleh: KH Mahfudz Anwar

Monitor Depok, 28 Februari 2008

Dalam usianya yang ke-54 tahun (1954–2008) IPNU telah memasuki usia yang sangat matang. Ibarat manusia memasuki puncak karir, bahkan hampir purna bakti, kalau orang berumah tangga sudah beranak cucu. Demikianlah IPNU (lkatan Pelajar Nahdlatul Ulama) yang merupakan kumpulan anak-anak muda terpelajar dari kalangan NU.

Pada umumnya kader NU lahir dari kantong-kantong NU seperti madrasah-madrasah, pesantren, atau sekolah-sekolah Islam di bawah naungan ma’arif. Bahkan di sekolah-sekolah negeri yang habitat dan lingkungannya merupakan basis NU. Organisasi kader NU ini pada dasarnya menjadi akar bagi pohon besar yang bernama NU. Sehingga IPNU merupakan ujung tombak dalam meramaikan hingar bingarnya gawenya NU.

Peran pelajar NU sejatinya adalah pelaksana fatwa-fatwa Aswaja (Ahlus Sunnah wal jamaah) yang datang dari syuriyah NU. Baik dari level pusat sampai tingkat cabang, bahkan anak cabang dan anak Ranting.

Karena IPNU dilahirkan oleh NU, maka otomatis visi dan perjuangannya merupakan kelanjutan dari perjuangan NU. Dan ritme politiknya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari politik NU. Ketika NU mendinamisir perjuangan Islam dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), maka pada dasarnya IPNU-lah yang menjadi garda terdepan dalam perjuangan tersebut.

Sudah barang tentu sebagai wadah perjuangan pelajar NU dalam pendidikan, maka IPNU dituntut untuk memahami karakter NU. Bahkan lebih dari itu tidak hanya memahami saja, tapi juga merespon positif semua gerakan NU baik kultural maupun struktural.

Oleh karena itu konsep ukhuwah yang dijaga dan diperjuangkan NU juga hendaknya menjadi dasar pijakan gerakan para pelajar NU ini. Konsep ukhuwah itu terdiri dari empat macam (Ukhuwah Nahdliyah, Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Insaniyah, dan Ukhuwah Wathoniyah).

Ukhuwah Nahdhiyah, menjadi landasan untuk menyatukan gerak dan langkah pelajar NU di seluruh Indonesia agar saling komunikasi dan merapatkan barisan dalam mengemban amanat ke-NU-an. Ukhuwah Islamiyah, menjadi pijakan bergaul dan berjuang sesama umat Islam yang sehaluan dalam jihad fi sabilillah.

Ukhuwah Insaniyah menjadi dasar pemahaman bahwa yang tinggal di bumi pertiwi ini bukan hanya umat islam tapi juga umat non muslim yang juga harus dijamin hak-haknya. Ukhuwah Wathoniyah, menjadi landasan perjuangan cinta tanah air yang dulu pernah digelorakan oleh ulama NU tempo dulu yaitu hubbul wathon minal iman (cinta tanah air adalah bagian dari Iman).

Prinsip-prinsip dasar ukhuwah ini pada dasarnya bersumber dari Manifesto Politik Madinah yang diperjuangkan oleh Rasululluh SAW dalam membangun Negara Madinah Al-Munawwarah.

IPNU dan Aswaja

Fungsi yang sangat penting dalam pengkaderan IPNU adalah fungsi pengembangan Aswaja. Di mana IPNU sebagai wadah penguatan pelajar NU dalam melaksanakan dan mengembangkan Islam Ahlussunah wal jama’ah untuk melanjutkan semangat, jiwa dan nilai-nilai Nahdliyah.

Aswaja dalam pandangan NU adalah ajaran keislaman yang bermazhab salah satu mujtahid empat, yakni Imam Maliki, Imam syafi’i, Imam Hanbali dan Imam Hanafi. Tapi dalam gerakan kultural keagamaannya NU lebih cenderung pada amaliyah Syafi’iyah. Dan tokoh Imam Syafi”i yang lebih dikenal sebagai mujtahid pelopor ilmu Ushul Fiqh merupakan tokoh moderat dalam berijtihad.

Maka sikap moderat Imam Syafi’i inilah yang lebih cocok bagi warga muslim Indonesia yang dikenal toleran atau tasamuh dalam menjalankan aktivitas sosial keagamaanya. Dan karakteristik Syafi’iyah inilah yang membedakan antara Nahdliyin, dengan warga muslim lainnya baik yang ber Madzhab Maliki maupun mereka yang anti Mazhab.

Sikap ekstrim warga muslim non Syafi’iyah biasanya menjadi ganjalan dalam melaksanakan garis perjuangan keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Dan oleh pelajar NU hal ini hendaknya bukan sekedar dijadikan wacana, tapi menjadi pondasi dalam menyikapi perbedaan agar IPNU tidak terjebak pada ekstrimisme dan tidak larut dalam liberalisme.

Kadar militan

Kadar militan pelajar NU yang memiliki sekurang-kurangnya paham Aswaja tersebut mau tidak mau harus mengedepankan praktek-praktek Aswaja yang telah mentradisi dan mengakar dalam diri Nahdliyin. Bahkan Aswaja menjadi citra NU daiam beragama, bermasyarakat dan bernegara.

Militansi yang dimaksud adalah kepedulian dalam mempertahankan dan mengembangkan tradisi maupun Ideologi Aswaja. Kalau orang lain berani mengklaim dirinya anti mazhab, maka pelajar Nahdlatul Ulama juga harus berani mengaku dirinya penganut mazhab, dan lebih khususnya lagi mazhab Syafi’i.

Kader-kader IPNU hendaknva tidak minder dan takut berkata benar, yaitu benar dalam beragama dan benar dalam berbangsa. Yakni mengikuti mujtahid itu tidak salah, bahwa diperintah oleh agama : “Fas’aluu ahlazzikri in kuntum laa ta’lamun.” Yang artinya, bertanyalah kepada ahli zikri (ulama atau mujtahid) jika kalian tidak tahu.

Jika kader-kader IPNU telah matang dalam berorganisai (melalui MAKESTA, LAKMUD, dan LAKUT) logikanya mereka adalah kader-kader militan NU. Tapi kenyataan di lapangan semakin sedikit sekali kader IPNU yg militansinya handal seperti tempo dulu dan inilah yang seharusnya menjadi renungan dalam hai jadinya bagi warga IPNU yang kurang lebih berjumlah 4 juta di seluruh nusantara sekarang ini. Selamat berulang tahun.

Wallahu a’lam.

*)  Penulis adalah Katib Syuriah NU

Januari 2008

PKB Depok usung Agum-Nu’man

Monitor Depok, 29 Januari 2008

PANCORAN MAS, MONDE: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kota Depok, menyosialisasikan dukungannya terhadap poencalonan pasangan Agum Gumelar dan Nu’man dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di di kantor PKB Jl Pramuka, Mampang, akhir pekan lalu sekaligus penyerahan SK dari DPC ke DPAC, oleh Ketua Dewan Tanfidz PKB Depok, Nafis Kurtubi.Tujuan kita menggelar pertemuan ini adalah menysosialisasikan hasil keputusan DPP PKB, sekaligus menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai dan badan otonomi partai untuk tunduk pada keputusan DPP PKB mengusung Bapak Agum dan Bapak Nu’man dalam Pilgub Jabar,”papar anggota Dewan Syuro PKB, H Moch Ansor Haris.

Menurutnya, sosialisasi dari DPP ke DPC mengenai hal tersebut, telah dilaksanakan pada 24 Januari lalu. Selanjutnya masing-masing DPC melakukan sosialisasi kepada anggota masing-masing.

Juga dihadiri sebanyak 50 anggota inti partai, Ketua Dewan Syuro PKB, KH A.Mahfudz Anwar dan Ketua Pergerakan Perempuan PKB, Maswari.

Desember 2006

Muhaimin lantik PKB Depok, Didukung kaum muda & idealisme

Monitor Depok, 18 Desember 2006

DEPOK RAYA, MONDE: Pengurus DPC PKB Kota Depok kemarin secara resmi dilantik, yang berlangsung di Hotel Bumi Wiyata.Pelantikan ini dilakukan Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar. Dengan demikian, Napis Kurtubi resmi menjabat sebagai Dewan Tanfidz DPC PKB Depok periode 2006-2011.

Kepastian itu tertuang dalam SK Nomor 1486/DPP-02/IV/A.I/X/2006.Ketua Dewan Syuro PKB Depok KH Mahfudz Anwar mengatakan dengan pergantian pengurus ini diharapkan kepengurusan DPC ke depan lebih baik. “Pengurus sekarang jauh berbeda dengan pengurus sebelumnya dimana dari segi personel banyak anak muda.”

Lebih lanjut, Mahfudz mengatakan pengurus yang sekarang jauh lebih bersemangat. Selain itu para pemegang kepengurusan juga lebih memiliki idealisme. Dengan pengurus lebih muda dan idealisme diharapkan PKB Depok makin besar.

“Selain itu PKB merupakan partai yang terbuka, jadi pengurus sekarang berasal dari berbagai macam latar belakang sehingga lebih variatif,” tegas Mahfudz. PKB Depok menargetkan pada pemilu mendatang memperoleh perwakilan di tiap kecamatan.(m-8)

Agustus 2006

Napis ketua PKB Depok,  ‘Saya siap besarkan partai’

Monitor Depok, 28-Ags-2006

DEPOK, MONDE: Napis Kurtubi akhirnya terpilih menjadi Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Depok 2006-2011 saat meraih suara mutlak (7 suara) pada Muscab II parpol berbasis warga Nahdliyyin tersebut, di Puri Agung Pancoran Mas, kemarin.

Sementara itu KH Mahfudz Anwar menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro DPC PKB Depok masa bakti 2006-2011 setelah memperoleh 4 dari 7 suara, diikuti KH Nian Atmaja (3 suara).

Napis secara aklamasi menjabat sebagai Ketua Tanfidz Depok masa bakti 2006-2011. Tujuh tujuh suara yang ada, semua mempercayainya sebagai tombak terdepan DPC PKB Depok.

“Saya akan berusaha membawa partai menuju lebih besar, kuat dan kondusif,” ujarnya singkat, usai terpilih.Sistem pemilihan diambil dari enam Pimpinan Anak Cabang (PAC) PKB se-Kota Depok ditambah satu suara dari kepengurusan demisioner PKB Depok.KH Mahfudz Anwar menyatakan keinginan agar PKB Depok menjadi partai unggulan di kota mungil ini. “Saya akan ciptakan rekonsiliasi warga PKB aktif dan tidak aktif dalam payung PKB yang harmonis, dan Nahdliyyin sebagai basis utama PKB harus dirangkul erat.”TertibDihadiri peserta yang datang dari semua PAC di Depok yakni Cimanggis, Sukmajaya, Pancoran Mas, Beji, Sawangan dan Limo, Muscab berjalan alot namun tetap tertib.

Partisipasi aktif terlihat dari kritisnya para peserta untuk menilai atau memberi masukan kepada pimpinan sidang dari IV Rapat Pleno yang dilaksanakan.

Sidang Pleno I berisi pengesahan jadwal Muscab yang dipimpin KH Quraisy Sadzili berjalan selama kurang lebih setengah jam dari satu jam yang dijadwalkan, menghasilkan persetujuan Tata Tertib Muscab dengan cepat.

Pada sidang pleno II, yang membahas laporan pertanggungjawaban DPC PKB Depok 2002-2007, secara keseluruhan laporan diterima dengan berbagai kritik membangun.

Muslim, ketua PAC PKB Sukmajaya, misal meminta adanya transparansi dana anggaran operasional partai secara mendetail dan tertulis untuk dipertanggungjawabkan.

Perwakilan PAC PKB Pancoran Mas, Saiman, menegaskan, harus ada peningkatan proses kaderisasi di tubuh PKB. Perihal pendanaan, dana yang kita dapatkan merupakan bantuan dana dari APBD untuk bantuan dana parpol.

Ketua demisioner PKB Depok KH Syihabuddin Ahmad menyatakan saat ini PKB Depok memiliki uang kas Rp35 juta untuk operasional partai di periode berikutnya.

Sedangkan pada sidang pleno ke III membahas pembentukan Struktur DPC, Program Kerja dan Rekomendasi internal eksternal. Untuk pembentukan Struktur DPC disepakati beberapa pengurangan dan penambahan untuk posisi wakil ketua dan sekretaris.

Untuk pembahasan program kerja, peserta Muscab menyepakati adanya program riil dari tiap-tiap divisi di DPC PKB Depok, seperti pendataan simpatisan PKB se-kota Depok yang termasuk dalam program kerja divisi Kaderisasi, Organisasi, dan Keanggotaan.

Selain dari divisi di atas, juga disinggung mengenai program kerja divisi Pemberdayaan Kaum Perempuan, Divisi Pendidikan, dan Keagamaan, Divisi Pemuda dan Olahraga, Divisi Pelestarian Seni Budaya dan Kepariwisataan, Divisi Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan, Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Masyarakat, Divisi Hubungan Parpol, Ormas, dan LSM serta Lembaga pemerintah dan non pemerintah, Divisi Lembaga Penegakan Hukum dan Keadilan Masyarakat, Lembaga Pemenangan Pemilu, Keuangan, Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa dan terakhir divisi Garda Bangsa.

Hubungan harmonis

Saat membahas rekomendasi, disinggung soal jalinan hubungan harmonis dan terus menerus secara intensif dengan Pengurus Cabang NU serta seluruh badan otonom di bawahnya, baik dalam pelaksanaan program partai yang bersifat partisipatif, inisiatif maupun integratif.

Dalam rekomendasi ini juga dibicarakan persiapan perjuangan pemenangan dalam pemilihan umum 2009 mendatang. PKB Depok periode 2006-2011 agar segera melaksanakan restrukturisasi partai hingga ke tingkat kelurahan.

PKB Depok diharapkan mengembalikan kepercayaan konstituen PKB dan atau NU dengan berhasil menugaskan minimal enam kader PKB dalam lembaga legislatif (DPRD) Depok periode 2009-2014.

Selanjutnya PKB Depok diharapkan melahirkan kader maupun simpatisan PKB/NU sebagai walikota atau wakil walikota periode 2011-2016.(sb/m-6)

Pengurus BAZ Depok

Dewan Pertimbangan

Ketua : Drs. H. Yuyun Wirasaputratua
Wakil Ketua : Kakandepag Kota Depok
Sekretaris : Kabag Kesra Setda Depok
Wakil Sekretaris : Kasubbag TU Kandepag
Anggota : Dr. KH. A.Dimyati B, MA
: H. Edi Susanto, SH, MH
: Drs. KH. Zaenudin, MA
: Drs. H. Farid Hadjiri, MM
: Drs. Tjetjep Iskandar

Badan Pelaksana Ketua Umum : H. Aceng Toha Abdul Qodir, Lc
Wakil Ketua I : Ir. Ahmad Nawawi, MA
Wakil Ketua II :
Kasubbag Agama dan Budaya
Setda Kota Depok
Sekretaris : Drs. H. Khoiruddin, MM
Wakil Sekretaris I : H. Asnawi, S.Ag
Wakil Sekretaris II : Salamun Adiningrat, S.Sos.I
Bendahara : Zulfadli, SE, SST, AK

Seksi Pengumpulan : Ahmad Rifa’i, Lc

Seksi Pendistribusian : Aliyah, S.Ag
Seksi Pendayagunaan : Drs. Sadar Harapan
Seksi Pengembangan : Yaya Hidayatullah

Komisi Pengawas Ketua : Drs. KH. A. Mahfudz Anwar
Wakil Ketua : Drs. H. Mustofa
Sekretaris : Drs. H. O. Nur Muhammad, MM
Wakil Sekretaris : Ujang Prisnandar, S.Sos.I
Anggota  : H. Ahmad Fakhrudin, S.Ag
: Nana Shobarna, S.Sos.I
: Sholahuddin

PENGURUS – KBIH AL-HAMIDIYAH

Pengawas : Prof. KH. Ali Yafie
: Drs. KH. Nadjid Muchtar, MA
: H. Moh. Tamim, BA
: Ir. H. Moch. Sutjahjo
Pengurus
Ketua : H. Zainul Mudjahidin Syaikhu
Wakil Ketua : Ir. H. RP. Hadi Tjahjono, MBA, MM
Sekretaris : Drs. KH. A. Mahfudz Anwar, MAg
Wakil Sekretaris : M. Timmy Fauzan, SE
Bandahara : H. Ainul Sukri, SE
Wakil Bendahara : Hj. Megawati Z.

PEMBIMBING

Kesehatan

  1. DR. H. Imam Susanto, Sp.Bp
  2. dr. Hj. Farida Syaikhu
  3. Dokter Pemeriksa Kesehatan Haji Puskesmas Rangkapanjaya, Depok

Ibadah

  1. Drs. KH. Zainuddin Ma’shum Ali, MAg
  2. Drs. KH. A. Mahfudz Anwar, MAg
  3. Drs. H. Suhendra, MM
  4. H. Moh. Tamim, BA
  5. Drs. H. A. Syatibi, MAg
  6. DR. H. M. Anwar, Lc. MM
  7. H. Zainul Mudjahidin Syaikhu
  8. Drs. KH. Dimyati Badruzzaman, MAg
  9. H. A. Rasyid, Lc
  10. Ir. H. RP. Hadi Tjahjono, MBA, MM
  11. Drs. H. Muslich Amin
  12. Drs. H. Ahmad Zarkasyi
  13. H. Muchtar Syarih

Agustus 2006

Pra Muscab II PKB Depok, Napis & Quraisyi calon kuat ganti Syihab

Monitor Depok, 24 Agustus 2006DEPOK, MONDE: Menjelang pelaksanaan Muscab II PKB Depok, 27 Agustus, sejumlah nama disebut-sebut bakal meramaikan bursa kandidat ketua Dewan Tanfidz dan ketua Dewan Syuro partai tersebut.Sementara itu, PAC PKB Kec Sukmajaya menyebut tokoh di luar kepengurusan DPC PKB Depok tak tertutup kemungkinan diusung dalam perhelatan Muscab tersebut.

Sedikitnya lima nama masuk dalam bursa pencalonan ketua Dewan Tanfidz. Mereka itu Napis Kurtubi (Sekretaris Dewan Syuro PKB Depok), Quraisyi Syadzily (Sekretaris Dewan Tanfidz PKB Depok, bukan Sekretaris Dewan Syuro seperti diberitakan sebelumnya), Muhammad Abduh, Slamet Riyadi serta H Indra Lesmana.

Sedangkan kandidat ketua Dewan Syuro PKB Depok al KH Achmad Sudjaie Azzain (Beji), KH Mahfudz Anwar (Pancoran Mas) dan Quraisyi Syadzily.

Ketua Dewan Tanfidz PKB Depok periode 2002-2007 adalah KH Syihabuddin Ahmad, sementara Ketua Dewan Syuro PKB Depok KH Damanhuri. Keduanya merupakan anggota DPRD Depok 2004-2009.

Napis Kurtubi dan Quraisyi Syadzily disebut-sebut calon kuat untuk menggantikan KH Syihabuddin Ahmad.

Di PAC PKB Limo, meski belum ada musyawarah untuk menentukan kandidat ketua Dewan Tanfidz, tapi nampaknya nama Napis Kurtubi menjadi calon kuat diusung wilayah itu.

Hal ini diakui Ketua Dewan Tanfidz PKB Limo, Sabenih Irawansyah, ketika dihubungi Monde kemarin. Dia menilai sosok Napis memang paling aktif dalam setiap kegiatan di PKB Depok.

“Meskipun ada beberapa nama lain yang diajukan namun untuk Limo lebih condong ke arah satu nama, Napis Kurtubi.”

Secara terpisah, Ketua PAC PKB Sukmajaya M Muslim mengemukakan institusinya akan menyeleksi mendalam dalam menentukan kandidat pemimpin PKB Depok.

“Kami akan memilih kader yang militan terhadap partai, loyal dan dapat membawa manfaat bagi Depok khususnya Sukmajaya,” ujar Muslim.

Harus loyal

Berkaitan bursa kandidat, PKB Sukmajaya belum dapat menentukan siapa yang akan diusung. Sebenarnya, lanjut Muslim, sudah ada nama-nama yang akan dicalonkan PKB Sukmajaya, akan tetapi hal tersebut akan terus diproses sampai betul-betul dianggap memenuhi kriteria.

Menurut pandangan Muslim, calon yang diusung pun tak harus dari orang partai namun bisa juga dari luar partai. “Ada kemungkinan calon dari luar partai, asalkan loyal terhadap PKB,” tutur Muslim.

Nama Napis juga disebut-sebut oleh kader PKB dari Kecamatan Beji menjadi kandidat ketua Dewan Tanfidz PKB Depok.

Dari Sawangan, sejumlah figur yang dinilai layak memimpin PKB Depok muncul al Napis Kurtubi, Slamet Riyadi dan Nurholis. Itu dikemukakan Eeng Suherman, pengurus Garda Bangsa Depok – sayap PKB, kemarin.

Meski tidak menyebutkan secara detil calon dimaksud, namun Eeng menilai, salah satu dari mereka merupakan orang yang pantas membawa perahu PKB menuju kemajuan.

“Sebagai sayap partai, kami mendukung para calon yang akan memperebutkan kursi ketua dewan tanfidz dan dewan syuro. Yang terpilih tentu orang terbaik buat masa depan partai.”(sb/sud/m-4/m-6/m-8)

Januari 2006

Kubu BK ajukan uji materil ke MK, 15 Kiai NU Depok sowan Gus Dur

Monitor Depok, 5 Januari 2006

JAKARTA, MONDE: Calon Walikota Depok dari Partai Golkar, Badrul Kamal, kemarin, mengajukan permohonan uji materil atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) KPUD Depok ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu melalui 15 Kiai NU Depok yang menemuinya kemarin Gus Dur meminta warga nahdiliyin tetap mentaati hukum, dan jangan sampai keluar dari koridor hukum.

Kuasa hukum Badrul Kamal, Alberth M Sagala, mengatakan permohonan uji materil tersebut didasarkan pertimbangan bahwa putusan MA yang mengabulkan PK KPUD Depok tersebut akan menjadi yurisprudensi yang setara atau bahkan lebih kuat dari UU-nya.

“Yang menjadi persoalan sekarang adalah apakah putusan MA yang menjadi yurisprudensi itu sudah sesuai dengan UU 32/2004, tentang Pemerintahan Daerah ataukah bersumber dari UUD 1945,” kata Alberth.

Kepada Monde tadi malam, Alberth menjelaskan putusan MA No 01 PK/Pilkada/2005 yang menerima PK KPUD Depok, bersumber dari pendapat hukum gustav radbruch yang berpendapat bahwa keadilan harus diutamakan daripada tegaknya hukum.

Pendapat tersebut, menurut Alberth, bertentangan dengan Pasal 24 ayat 1 UUD 1945 tentang fungsi kekuasaan kehakiman untuk menegakkan hukum demi keadilan, “Untuk itu MK sesuai kewenangannya harus menguji putusan MA tersebut demi tegaknya hukum.”

Selain permohonan uji materil terhadap keputusan MA, pihak Badrul juga mengajukan pengujian terhadap sengketa kewenangan lembaga negara dalam hal ini tentang penafsiran pasal 116 UU No 32 tahun 2004 tentang Pemda yang diartikan secara berbeda oleh DPR dan MA.

Menyimpang

Menurut Alberth, DPR sebagai lembaga pembentuk UU telah menyatakan bahwa putusan MA yang diwakili oleh putusan Pengadilan Tinggi yang mengadili sengketa Pilkada tingkat kabupaten kota adalah final dan mengikat.

Namun, lanjut dia, MA telah menafsirkan pengertian tersebut secara menyimpang dengan mengatakan masih ada upaya hukum setelah putusan Pengadilan Tinggi dengan menerima PK KPUD Depok.

“Untuk itu, kita tanyakan kepada MK apakah betul pembuat UU yang mengatur tentang sesuatu kemudian bisa ditafsirkan menyimpang oleh lembaga lain. Kami kira MK adalah lembaga yang paling berwenang untuk menentukan tafsir final dan mengikat seperti yang tercantum dalam pasal 116 UU Pemda itu,” katanya.

Alberth mengakui, permohonan yang diajukan pihaknya adalah hal yang baru namun ia berpendapat MK adalah lembaga yang paling berwenang untuk memutuskan perkara yang diajukannya.

Permohonan Badrul diterima oleh panitera MK untuk kemudian diperiksa apakah bisa diterima oleh MK.

Sowan ke Gus Dur

Sementara itu 15 kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dari Kota Depok menemui mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), di kediaman Gus Dur, Jl. Warung Silah No. 10 Ciganjur, Jakarta Selatan, kemarin.

Beberapa kiai tersebut diantaranya adalah KH. Mahfudz Anwar, KH. Zaenuddin Maksum, KH. Kandiradin, dan KH. Ahmad Sudjai Azzain.

Meski para kiai tersebut masuk dalam daftar kepengurusan Syuriah NU Kota Depok, namun kedatangan ke kediaman mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu dinyatakan bersifat pribadi.

Saat dihubungi Monde seusai pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam sejak pukul 07.30 itu, KH. Mahfudz Anwar mengaku kedatangan rombongan tersebut sekedar bersilaturahmi.

“Alhamdulillah, kedatangan kami direspon oleh beliau. Kami silaturahmi saja dengan Gus Dur, karena beliau itu kan bapaknya NU,” ujarnya.

Namun saat didesak pertanyaan tentang hasil pertemuan tersebut, Mahfudz pun berujar bahwa sempat pula disinggung tentang pendapat Gus Dur terkait putusan MA yang mengabulkan Peninjauan Kembali oleh KPUD.

“Gus Dur meminta agar warga nahdiliyin tetap menaati hukum, dan jangan sampai keluar dari koridor hukum. Kalaupun masih ada celah hukum yang bisa dilakukan, maka itu pun tetap harus diperjuangkan,” ungkapnya.

Mahfudz mengatakan bahwa Gus Dur tetap memonitor perkembangan Pilkada Kota Depok karena ada salah satu kader PKB yang telah ikut menjadi salah satu calon wakil walikota (KH. Syihabuddin Ahmad—Red).

“Beliau menyatakan akan tetap membantu, dari dulu juga beliau sudah memberikan dukungan kepada kader NU,” kata dia.

Namun Mahfudz enggan memberikan penjelasan lebih lanjut bentuk dukungan Gus Dur tersebut.(amr/ich)

Syekh Al-Azhar Datang, Pesantren Al-Hamidiyah Ceria

post: (28-10-2005 07:28)

Sudah keempat kalinya Pesantren Al-Hamidiyah diperkuat oleh armada dari Universitas kenamaan Al-Azhar, Cairo, Mesir. Pertama Syekh Rizki dan Syekh Abdullah Abdul Hadi, kedua Syekh Ibrahim Abdul Wahab Hasan Zaluq dan disusul kemudian Syekh Yunus Musthafa Salim As-Salamy, tepatnya awal bulan September 2005 Syekh Yunus resmi mulai mengajar di Pesantren Al-Hamidiyah, Depok.

Pertemuan awal diisi dengan kuliah umum oleh Syekh Yunus Musthafa di Masjid Al-Hamidiyah yang dihadiri oleh para santri, dewan guru, Pengurus Pesantren dan Pengurus Yayasan Islam Al-Hamidiyah, Jakarta.

Dalam orasinya Syekh Yunus mengawali pembicaraan tentang persaudaraan dalam Islam. Bahwa orang mukmin itu semua bersaudara. Maka tidak boleh bercerai berai. Agar menjadi kekuatan yang dahsyat. Sebab Allah swt. telah mengajarkan Al-Qur’an kepada para manusia untuk dijadikan pedoman hidup. Dan firman Allah swt. diantaranya mengemukakan : “Innamal mukminuuna ikhwatun. Fa ashlihuu baina akhwaikum”.

Melalui lisan Rasulullah saw. diajarkanjbahwa Al-Qur’an adalah sangat penting bagi kehidupan manusia. Bukan saja hidup di dunia, tapi juga di akhirat. Maka beliau sabdakan : “Khairukum man ta ‘allamal Qur’an wa ‘allamahu”. Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Mengapa Al-Qur’an itu penting? Sebab ia menjadi pedoman hidup bagi manusia. Maka kita mesti mempelajari bahasa Arab. Sebab bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur’an. Bagaimana seseorang bisa memahami isi dan maksud Al-Qur’an jika ia tidak paham denagn bahasa Al-Qur’an.

Maka kedatangan Syekh Yunus dan para masayikh ke Pesantren Al-Hamidiyah ini tidak ada tujuan lain, kecuali untuk mengajarkan bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama Islam. Karena bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an dan bahasa para ahli surga. Tujuan utamanya adalah untuk berdakwah demi keunggulan Islam dan kaum muslimin.

Disamping itu perlu dikemukakan juga bahwa Al-Qur’an merupakan aturan hidup di dunia dan menjadi syafa’at (penolong) kelak di hari akhir. (Yaitu hari yang tak ada guna harta dan anak-anak, kecuali hanya pertolongan Allah swt.). Dan (hari yang tidak bisa saling tolong menolong antara satu sama lainnya). Al Qur’an mengandung perintah Tuhan dan larangan bagi manusia. Jika itu semua kita amalkan, maka akan menjadi perantara taqarrub kita kepada Allah swt.

Al Qur’an menjadi penting, sebab ia adalah kitab kaum Muslimin. Pedoman bagi manusia yang beriman. Kitab yang harus dibaca dan dipedomani. Dan membacanya saja sudah memperoleh pahala. Karena dinilai sebagai ibadah. Rasulullah saw. bersabda : “Barang siapa membaca satu huruf dari Al Qur’an, maka dianggap melakukan satu kebaikan. Dan melakukan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kali lipat. (Dalam hal ini) aku tidak mengatakan Alief Laam Miem itu satu huruf, tapi Alif=satu huruf, lam=satu huruf dan mim = satu huruf. Maka bayangkan betapa besar jika seseorang membaca Al Qur’an yang berpuluh-puluh huruf atau beratus bahkan beribu huruf.

Syekh Yunus yang alumni Al-Azhar, fakultas Ushuluddin, jurusan Tafsir-Hadits ini menjelaskan, bahwa orang yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat harus belajar dan mengamalkan Al Qur’an.

Dan ilmu Al Qur’an bisa mengangkat derajat manusia. Seperti dimaksudkan dalam Al Qur’an : “Allah swt. akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.” Sebab dengan ilmu tersebut manusia bisa beribadah dengan benar. Bisa menjalani hidup ini dengan benar, karena sesuai dengan kehendak Allah swt.

Begitulah pidato singkat yang disampaikan oleh Syekh Yunus Musthafa yang alumni Universitas Al-Azhar Cairo, yang berdiri sejak dinasti Fathimiyah, abad ke sepuluh Masehi atau abad ke 4 Hijriyah. Beliau bertugas di Pesantren ini atas biaya Universitas Al-Azhar. Dan tinggal di Pesantren bersama keluarganya, isteri dan tiga anak-anaknya; Salsabila, Seima dan Musthafa.
Selamat datang Syekh! Semoga ilmu dan pengabdianmu menjadi berkah bagi warga Pesantren Al-Hamidiyah khususnya dan bagi umat Islam pada umumnya.

(Mahfudz Anwar – Warta Edisi:40/Th.IX/2005)


Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: