Profil Tokoh DEPOK

Pradi Supriatna

Pradi Supriatna S. Komp

Kapolres: Partisipasi warga tinggi. Polres bangun aula serbaguna

Monitor Depok, 09-Jan-2009

MARGONDA, MONDE: Polres Metro Depok memulai pembangunan aula serbaguna dua lantai seluas 440 meter di Mapolres Depok. Peletakan Batu pertama pembangunan aula tersebut dilakukan oleh Kapolres Depok, Kombes Gatot Eddy Pramono.

Dalam sambutannya, Kapolres mengatakan, pembangunan aula yang menelan biaya Rp1,1 miliar itu bisa diwujudkan berkat bantuan masyarakat, terutama para pengusaha yang bermukim di Kota Depok. Dia pun menceritakan rencana pembangunan aula ini yang diawali dari obrolan ringan bersama rekannya a.l H Edi dan Pradi Supriatna di kediaman Siti Nurul [pemilik yayasan Cakrabuana]. “Dari sanalah kemudian pembangunan aula ini dimulai,” ungkap Kapolres.

Dia mengaku bangga dengan banyaknya dukungan dan partisipasi warga Depok atas rencana pembangunan aula tersebut, “Saya melihat hal ini sebagai wujud kepedulian warga Depok terhadap Polri.”

Hal ini, lanjut Kapolres, akan memacu polisi untuk bekerja lebih baik dalam melayani warga. “Saya berharap kebersamaan ini bisa terus berlanjut. Kemitraan antara polisi dan masyarakat harus terus dibangun.”

Sementara itu Ketua Panitia Pembangunan aula serbaguna Polres Depok, Pradi Supriatna, mengatakan pembangunan aula dua lantai tersebut bisa dilaksanakan karena adanya sinergi antara polisi dan masyarakat.

“Paradigma baru ini harus terus ditanamkan kepada seluruh masyarakat, sebab polisi juga merupakan mitra masyarakat,” ujarnya. Dikatakannya pula, kerjasama ini sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, terbukti dengan keberhasilan Polres Depok membangun 54 pos polisi, yang semuanya terlaksana berkat bantuan dan kerjasama dengan masyarakat.

“Kita tidak melihat warna atau golongan yang berbeda. Yang diperlukan adalah kebersamaan di antara seluruh masyarakat untuk melakukan hal-hal yang positif,” ujar Pradi. Aula serbaguna dua lantai di Mapolres Depok seluas 440 meter persegi tersebut diharapkan selesai dibangun dalam empat bulan mendatang. Dari Rp1,1 miliar dana yang dibutuhkan, saat ini sudah terkumpul sebesar Rp700 juta dalam bentuk uang dan barang.

“Saya optimis dengan kebersamaan seluruh warga dan pengusaha di Depok, semua biaya pembangunan aula ini bisa didapatkan. Tidak ada yang sulit jika kita semua bersatu. Semoga dengan pembangunan aula ini, pelayanan dari Polri kepada masyarakat bisa lebih baik,” demikian Pradi.(van)

Perayaan tahun baru di Kota Depok. Warga tumplek di Margo

Monitor Depok, 02-Jan-2009 07:42:56 WIB

MARGONDA, MONDE: Pesta kembang api mewarnai perayaan penutupan tahun 2008 jelang detik-detik tahun baru 2009 disekitar wilayah jalan Margonda.

Tampak ribuan warga tumpah ruah di depan pusat perbelanjaan Margo City, untuk menunggu momen pergantian tahun tersebut. Ratusan kembang api mulai dinyalakan begitu waktu menunjukkan pukul 00.00. Ribuan warga yang hadir tampak bertepuk tangan dan bergembira ria sambil bersahut-sahutan meniupkan terompet tanda awal tahun yang baru.

“Tahun baru ini mending di Depok, kalau ke Jakarta atau puncak kayanya macet banget, lagian di sini nggak kalah serunya,” ujar Veni dara asal Depok Jaya yang datang bersama teman sebayanya. Harapan demi harapan juga dituangkan oleh warga di tengah kemeriahan perayaan tahun baru. “Mudah-mudahan Depok aman dan nyaman terus nggak tambah macet, terutama jelang pemilu 2009,” ucap Kholid warga Sawangan.

Ditengah kemeriahan

tampak beberapa petugas kepolisian mengamankan pesta kemeriahan tersebut yang menyebabkan kemacaten di sekitar wilayah itu.

Sementara itu umat Kristiani kota Depok merayakan malam pergantian tahun baru dengan melakukan misa malam seperti terlihat di Gereja Herkulanus, Depok Jaya, Santo Paulus, dan Gereja lainnya.

Menurut salah satu umat,Welly, perayaan misa ini memang dilakukan setiap pergantian tahun baru, dalam konteks kini sekarang, masyarakat Indonesia yang serba kekurangan ini sebaiknya umat Kristiani hadir bukan pemberi koreksi kekurangan namun juga mampu mengisi kekurangan tersebut, solidaritas terhadap masyarakat yang kekurangan merupakan salah satu kasih umat Kristiani.

“Dengan semangat pemaknaan tahun baru, semangat untuk mengikuti teladan yang diberikan Allah Bapa dengan mengutus

anak-Nya memberikan keselamatan kepada semua manusia, tanpa memandang suku, status sosial dan agama,” ucapnya.

“Allah menjadi manusia untuk menebus segala cela dan dosa, seperti Allah mengasihi semua orang, kitapun dipanggil untuk mengasihi sesama manusia dan berharap dipertemukan oleh Allah dalam pergaulan dengan masyarakat.”

“Kita telah menerima kasih dan Allah menghendaki agar kita mampu membawa kasih itu kepada sesama umat manusia, membawa, mewartakan kasih kepada sesama, kita juga bisa wujudkan dengan mengisi kehidupan masyarakat dan bernegara.”

Kebaktian malam tahun baru di sejumlah gereja di Depok berlangsung aman dan penuh khidmat. Beberapa personel dari Polrestro Depok turut berjaga-jaga mengamankan kebaktian Natal.

Joget bersama

Sementara perayaan malam pergantian tahun di sejumlah wilayah Kecamatan Beji berlangsung meriah dan khidmat. Tokoh pemuda Depok Pradi Supriatna secara khusus mengajak warga Kelurahan Kukusan merayakan malam tahun baru di kediamannya yang berlokasi di Rt 03/04.

Guna memeriahkan acara, Pradi menyuguhkan hiburan dangdut serta penampilan komendian kocak Eman 4 Sekawan dan Bagong.

Sejumlah pejabat Depok yang malam tahun baruan di kediaman Pradi a.l. Ketua DPRD Naming D. Bothin, Kapolres Kombes Gatot Eddy Pramono, Wakapolres AKBP Saidal, Dandim 0508 Ineldi, Lurah Kukusan Anwar Armi.

Hadir pula Ketua LPM Kukusan Suaep, tokoh perempuan Beji Inawati, jajaran direksi dan karyawan Margonda Enterprise serta para tokoh masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Dandim dan Wakapolres Depok diminta oleh MC untuk bernyanyi. Keduanya pun [secara bergiliran] naik ke panggung. Sementara Kapolres beserta jajarannya berjoget ria.

Seusai Ineldi dan Saidal, giliran Pradi diminta untuk menyumbangkan lagu, “Tuan rumah harus nyanyi,” ujar pembawa acara, Benyamin. Tak kuasa menolak, Pradi pun memaksakan diri tampil di atas panggung. Didampingi artis Semesta Grup, Pradi menyanyikan lagu Malam Terakhir ciptaan Rhoma Irama.

Di wilayah Kelurahan Tanah Baru, perayaan pergantian tahun diwarnai dengan pesta bakar jagung dan ikan emas, “Ketimbang konvoi di jalan raya, mendingan ngumpul bersama tetangga sambil bakar jagung dan ikan emas.”(amr/why/m-10)

Welcome 2009

Monitor Depok, 31-Des-2008 08:24:41 WIB

DEPOK, MONDE: Warga Depok malam ini akan merayakan pergantian tahun 2008 ke 2009. Selain menyampaikan selamat tinggal 2008, sejumlah kalangan memberikan catatan khusus, terutama terkait progres pembangunan Kota Depok.

Tokoh muda Kota Depok Pradi Supriatna mengatakan tantangan Kota Depok pada 2009 bakal berat. Selain harus menghadapi dampak krisis global, Indonesia, khususnya daerah ini, akan menggelar pesta demokrasi.

Menurut dia, pesta demokrasi 2009 harus siap digelar dengan melakukan konsolidasi lokal agar kondisi daerah ini tetap kondusif. “Semangat kebersamaan harus dijaga pada pemilu nanti,” katanya kepada Monde, kemarin.

Dari sisi bisnis, dia mengharapkan terjadinya sinerji yang positif antara pemerintah dengan pelaku usaha karena Depok merupakan daerah yang selalu diincar para investor terutama pemodal di sektor properti.

Pradi menjelaskan Depok bagi pengusaha luar merupakan primoda investasi yang menjanjikan. “Namun, masih diperlukan manajemen pemerintahan yang terbuka dan memegang prinsip transparansi agar pelayanan kepada publik optimal,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar daerah ini mampu menghasilkan entrepreneur handal, dan memperkenalkan potensi Depok kepada pelaku usaha agar dunia investasi semakin bergairah. “Potensi investasi seperti sektor properti, pendidikan dan pariwisata sangat menjanjikan.”

Bersinergi

Sementara itu, Wakil Ketua Kadin Depok Mohammad Fuad mengatakan pada 2009 ini, Pemkot Depok harus bisa membangun sinerji dengan pelaku usaha lokal melalui kerjasama yang harmonis sesuai yang digariskan oleh UU.

Dia mengakui selama ini hubungan Pemkot Depok dengan dunia usaha yang diwakili organisasi Kadin tidak harmonis, padahal di tingkat nasional Kadin merupakan mitra strategis pemerintah.

Di 2009, Kadin berharap iklim berusaha semakin kondusif kendati ada hambatan besar yakni dampak krisis global yang pasti akan dirasakan para pelaku usaha dan perekonomian Kota Depok ke depan.

Sementara agar investasi semakin bergairah, dia berharap regulasi yang berpihak kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (KUKM) segera diluncurkan karena sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok R. Sugiharto menilai telah terjadi perubahan yang cukup baik selama Depok dipimpin Walikota Nur Mahmudi Ismail, namun masih banyak target yang belum tercapai, bahkan jauh dari rencana jangka menengah (RPJM).

Dia menilai kondisi itu terjadi karena penempatan sumber daya manusia (SDM) pada jabatan dan posisi tertentu terutama di lembaga teknis cenderung tidak tepat, bahkan kadang-kadang terkesan dipaksakan.

Dampaknya, mereka menjadi tidak cerdas dalam menangkap dan menerjemahkan kebijakan yang diambil Walikota melalui program-program strategis, sesuai dengan visi dan misi Kota Depok ke depan.

Oleh sebab itu, dia berharap pada 2009, pelaksanaan organisasi pemerintahan atau SOPD yang mulai diberlakukan pada awal tahun depan bisa lebih fokus, jelas, transparan dan diisi oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya.

Layani investor

Di sisi lain, Ketua Hiswanamigas Kota Depok Yahman Setiawan mengharapkan birokrasi Depok tahun 2009 bakal lebih baik terutama dalam memberikan pelayanan kepada calon investor di daerah ini.

Dia menilai birokrasi Depok masih menyulitkan calon investor sehingga visi dan misi yang dibangun belum tercapai.

“Selain itu, saya berharap kesempatan bagi pengusaha lokal untuk berusaha di daerahnya tidak ditutup,” katanya.

Ketua Asita Kota Depok Pramajuditya menilai Pemkot Depok selama ini belum memberikan perhatian terhadap sektor pariwisata sehingga tidak kelihatan kontribusinya terhadap perekonomian masyarakat.

Dia berharap Pemkot pada 2009 memberikan perhatian lebih serius terhadap sektor pariwisata dengan melakukan pembinaan terhadap pelaku usahanya. “Salah satu yang terpenting lainnya adalah memperbaiki infrastruktur pariwisata Kota Depok.”(aji)

Sambut Tahun Baru Islam, Ribuan warga Depok konvoi ta’aruf

Monitor Depok,  30-Des-2008 07:46:37 WIB

DEPOK RAYA, MONDE: Sedikitnya 6000 umat Islam yang bermukim di Depok memeriahkan malam 1 Muharram 1429 Hijriah dengan menggelar Pawai Taaruf menggunakan sepeda motor, Minggu (28/12).

Kegiatan tersebut dilepas Tokoh Pemuda Depok Pradi Supriatna di Lapangan Tanah Merah, Jl Juanda. Ikut melepas peserta a.l Kapolres Depok Kombes Gatot Eddy Pramono, Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri, Ketua DPC Fahmi Tamami Ustadz Abubakar Madris serta sejumlah ulama Depok lainnya. Rute yang dilintasi peserta konvoi ta’aruf meliputi Jl Juanda, Jl Tole Iskandar, Jl Dewi Sartika, Jl Nusantara, Jl Margonda Raya, Jl juanda.

Dalam sambutannya Pradi mengatakan dilaksanakannya pawai ta’aruf guna menumbuhkan kadar kecintaan dan penghormatan umat Islam—terutama kalangan remaja—terhadap perayaan tahun baru Islam.

“Pawai ta’aruf ini juga merupakan salah satu syiar agama Islam. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat tercipta kehidupan yang harmonis, kepedulian dan rasa solidaritas antar sesama muslim khususnya di Kota Depok,” kata Pradi.

Diharapkan pula, dengan momentum tahun baru Islam ini, kehidupan masyarakat Kota Depok semakin lebih baik. “Esensi dari hijrah sebenarnya adalah berpindah gaya hidup. Dari gaya hidup jahiliyah berpindah menjadi gaya hidup islami.”

Didasarkan pandangannya itu, Pradi mengajak umat Islam, khususnya yang bermukim di Kota Depok, untuk segera berhijrah memperjuangkan tegaknya syariah Islam.

“Semoga Kota Depok terhindar dari segala musibah dan bala bencana, dan mudah-mudahan tahun depan akan lebih baik dari tahun kemaren,” ucapnya.

Koordinator kegiatan, Ustadz Abu Bakar Madris, mengaku terharu saat melihat banyaknya warga Depok yang mengikuti pawai taaruf ini, lantaran itu dia menyatakan akan menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan.

“Nggak nyangka yang ikut konvoi motor banyak banget. Insya Allah kegiatan ini akan kami gelar setiap tahun,” kata Abu Bakar yang juga selaku ketua DPC Hamami Tamami Kota Depok.

Ribuan peserta yang mengikuti pawai ta’aruf berasal dari kalangan masyarakat, pelajar, santri serta aktivis berbagai ormas antara lain FPI, FBR, LPI, dan warga Nahdlatul Ulama.

Tingkatkan solidaritas

Sementara Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) menghimbau masyarakat muslim Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis bisa meningkatkan solidaritas sesama umat beragama.

“Solidaritas bangsa itu penting untuk perubahan di segala aspek kehidupan bangsa dan negara,” demikian pernyataan Ketua Umum DPW Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) DKI Jakarta Syarif Tanudjaja, di Jakarta, Senin.

Syarif mengatakan masyarakat muslim di Indonesia yang terdiri dari keheterogenan etnis budaya bisa meningkatkan dan lebih menjalin tali siturahmi serta solidaritas sesama muslim.

“Masyarakat muslim kita terdiri dari keheterogenan atau keanekaragaman etnis. Dengan kekeyaan budaya ini semoga memasuki tahun baru 1430 Hijriah ini bisa lebih meningkatkan ukhuwah Islamiyah demi perubahan segala aspek di kehidupan bangsa yang lebih baik,” kata Syarif.

Peran umat Islam, menurut Syarif sangat besar dalam menjalankan perubahan kehidupan di saat sekarang bangsa Indonesia terimbas krisis ekonomi global.

Peran perubahan ini bisa diawali dengan membantu sesama umat muslim yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Langkah nyata yang harus segera dijalani saat ini adalah kaum muslim yang mampu dari berbagai etnis bisa bersatu untuk mengumpulkan dana bantuan kepada para masyarakat korban PHK.

“Krisis ekonomi global seharusnya bisa menjadi penggerak untuk meningkatkan solidaritas sesama muslim dari berbagai etnis budaya di Indonesia. Bentuknya bisa memberikan dana bantuan kepada para korban PHK agar bisa mempunyai usaha sumber pendapatan,” ujarnya.

Selain itu, Pemilu 2009 yang sebentar lagi ada diharapkan bisa menjadi momentum terbaik untuk menentukan dan memilih calon pemimpin bangsa. Dengan zikir, doa dan ikhtiar di awal Tahun Baru Hijriah semoga umat Islam bisa menjalankan perannya demi menuju perubahan bangsa yang lebih baik.

“Kita harus meningkatkan solidaritas sesama umat muslim dan juga terus melakukan zikir, doa, dan ikhtiar terus demi perubahan kehidupan bangsa. Apalagi sebentar lagi masyarakat Indonesia menjalani Pemilu 2009 yang merupakan peristiwa penting menentukan calon pemimpin bangsa,” kata Syarif.(amr/dj)

PSSI denda Persikad Rp10 juta

Monitor Depok, 26-Des-2008 07:41:08 WIB

DEPOK, MONDE: Komisi Disiplin (Komdis) PSSI memberikan hukuman kepada Persikad Kota Depok. Dalam sidang Komdis PSSI (Rabu, 24/12) yang dipimpin langsung Ketua Komdis, Hinca IP Panjaitan, menetapkan Pendekar Ciliwung didenda Rp10 juta.

Menurut Komdis, denda itu menyusul tingkah laku buruk Persikad saat berhadapan dengan Persikabo Bogor dalam laga yang digelar pada 03 Desember, dimana Ismail I. Fabanyo cs. diganjar empat kartu kuning.

“Saya belum tahu hukuman ini. Para pengurus lain juga mungkin belum tahu dan besar kemungkinan belum menerima surat resmi dari Komdis,” ujar salah seorang pengurus Persikad, Pradi Supriatna, kemarin. Tanpa bermaksud mengelak dari putusan, Pradi mengatakan seharusnya Komdis jangan terlalu gampang menjatuhkan denda.

“Saya juga tidak bermaksud menjadikan wasit sebagai biang masalah, tapi apakah keputusan para pengadil di lapangan itu sudah maksimal kualitasnya,” kata Pradi.

Dia mencontohkan, di sejumlah liga profesional, wasit melakukan komunikasi dengan para pembantunya sebelum mengacungkan kartu sebagai buah pelanggaran yang dilakukan seorang pemain.

“Mereka dapat mengeluarkan keputusan yang benar karena dibantu dengan teknologi yang tepat [alat komunikasi]. Apakah wasit atau PSSI belum mampu memberdayakan seperti itu untuk menunjang semakin berkualitasnya sepakbola Indonesia,” jelas Pradi. Manajer Pendanaan Persikad ini kemudian ber-kilas balik saat laga Persikad vs Persikabo yang dipimpin wasit Adi Riyanto itu.

“Saat itu banyak keputusan yang cukup mengundang emosi pemain di kedua kubu. Jadi dengan segala keterbatasan yang ada pada diri seorang wasit dan juga kompetisi Indonesia pada umumnya, Komdis harus benar-benar bijak mengeluarkan keputusan,” tandasnya. Terlepas dari itu, ditegaskannya segenap Pengurus Persikad akan segera menyikapi keputusan Komdis PSSI ini. “Begitu surat resmi diterima, pengurus segera menindaklanjuti,” tegasnya.

Selain Persikad Depok, hukuman yang sama juga menimpa tiga klub lainnya. Masing-masing klub itu adalah PSDS Deli Serdang, Persibat Batang dan Persiraja Banda Aceh.

PSDS dikenakan denda karena karena tingkah laku buruk, akibat ganjaran empat kartu kuning saat berhadapan dengan PSPS Pekanbaru.

Sementara Persibat Batang juga dengan ganjaran empat kartu kuning saat berhadapan dengan PSAP Sigli. Sedangkan Persiraja Banda Aceh, dengan lima kartu kuning pada pertandingan Copa Dji Sam Soe, versus PSMS Medan.(mr)

OLAHRAGA, 17-Des-2008 08:14:54 WIB

Persoalan pendanaan tim Persikad
Depok harus tiru Batang

Berita Lainnya
• Bangkrut di depan mata
• Kewajiban rival Barca
• Derby kalahkan MU

BEJI, MONDE: Selain bersuka cita, manajemen tim ini juga kebingungan. Pasalnya akan semakin besar pendanaan yang harus dipersiapkan guna menghadapi putaran selanjutnya pada dua turnamen tersebut.

Pada putaran I Divisi Utama saja, manajemen Persikad telah menggelontorkan dana sekitar Rp2 miliar, tanpa dibantu APBD. “Bagi kami, ini menjadi konsekuensi positif. Melajunya Persikad di dua turnamen itu merupakan jawaban bila tim ini punya semangat juang dan kecintaan yang besar terhadap Kota Depok, meski pun mereka lagi dililit persoalan keuangan,” ucap Ketua Bidang Pendanaan Persikad, Pradi Supriatna.

Dengan nada bergetar, Pradi mengakui sangat berat mengurusi tim ini, “Kasihan anak-anak [tim] yang sejak beberapa bulan belum digaji. Ini menjadi beban yang sangat berat bagi kami selaku pengurus.”

Menyongsong putaran II Divisi Utama, manajemen Persikad semakin intens mencari sumber-sumber pendanaan. Secara khusus, Pradi menyatakan kebanggaan terhadap para anggota Dewan yang ikut bergotong-royong membiayai tim kebanggaan warga Depok ini, “Terima kasih rekan-rekan DPRD.”

Seperti diketahui, sejak 2007, klub sepakbola profesional berbagai daerah termasuk Persikad, tidak lagi dibiayai APBD. Ini sesuai amanat PP No 58/2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang diperjelas dengan Permendagri No 13/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri No 26/2006 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2007.

Munculnya peraturan ini dinilai ironis oleh Ketua Depok Mania, Ridwan Setiawan. “Di saat tim Persikad memperlihatkan prestasinya, aturan itu dikeluarkan. Akibatnya, setiap ingin tanding manajemen yang mengurusi klub ini ‘dipaksa’ memutar otak mencari pembiayaan melaui pihak ketiga atau sponsor.”

Menurut dia, mencari sponsor untuk tim Persikad sebenarnya mudah apabila ada kemauan dari pihak Pemkot, dalam hal ini Walikota Depok.

“Hanya goodwill Walikota yang mampu mengatasi persoalan dana tim ini. Misal dikeluarkannya surat edaran Walikota kepada pengusaha, pejabat birokrasi hingga anggota Dewan untuk ikut membiayai tim ini. Batang bisa, Depok kok nggak bisa..”

Dia mengilustarikan, besarnya kecintaan Bupati Batang terhadap tim sepakbolanya. Pencarian dana disiasatinya melalui surat edaran yang ditujukan kepada para bawahannya hingga kepala sekolah, “Saya ngebayangin, seandainya pemimpin Depok seperti Bupati Batang…”

Ketua DPD Gema Betawi, Boy Mursalih, menilai melajunya tim Persikad dalam dua turnamen bergengsi merupakan prestasi gemilang, sekaligus mengharumkan gengsi Kota Depok.

“Siapa yang peduli Depok sebelum tim sepakbolanya masuk divisi utama. Ada ungkapan, kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari prestasi sepakbolanya,” ucap Boy.

Ditandaskan Boy, seyogianya Walikota Depok memperhatikan dengan serius kelangsungan nasib Persikad guna memudahkan langkah tim ini agar mampu bersaing dengan tim lain, “Tim Persija Jakarta dan Persikota Tangerang saja diperhatikan oleh pemerintahnya,” demikian Boy.(amr)

OLAHRAGA, 11-Des-2008 08:21:18 WIB

Jelang Putaran II
Persikad akan buka Dompet Peduli

Berita Lainnya
• Bangkrut di depan mata
• Kewajiban rival Barca
• Derby kalahkan MU

BEJI, MONDE: “PP ini merupakan bencana bagi tim sepakbola di berbagai daerah, termasuk bagi Persikad Kota Depok,” kata Ketua DPD Gema Betawi, Boy Mursalih.

Menurut dia, suka tidak suka tumbuhnya industri sepakbola di tanah air masih memerlukan dukungan penuh pemerintah. Hanya di Eropa yang ekonomi makronya di atas rata-rata yang mampu membuat industri sepakbolanya sangat maju dan menuai keuntungan besar.

Namun dia bangga, meskipun hingga saat ini tidak mendapat dukungan dana dari Pemkot Depok, tidak lantas membuat tim ini kehilangan motivasi dan semangat juang. Itu dibuktikan, pada putaran I Divisi Utama yang kondisinya serba pas-pasan, Pendekar Ciliwung mampu berlaga cukup gemilang dan menapak di posisi tengah.

“Melajunya tim ini dalam laga putaran Divisi Utama merupakan prestasi gemilang, sekaligus mengharumkan gengsi Kota Depok. Siapa yang peduli Depok sebelum tim sepakbolanya masuk divisi utama. Ada ungkapan, kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari prestasi sepakbolanya,” ucap Boy.

Boy juga menandaskan, seyogianya Walikota Depok memperhatikan dengan serius kelangsungan nasib Persikad guna memudahkan langkah tim ini agar mampu bersaing dengan tim lain, “Tim Persija Jakarta dan Persikota Tangerang saja diperhatikan dan dipedulikan oleh pemerintahnya.”

Dompet Peduli

Sedangkan dari pengakuan Ketua Umum Persikad Yuyun Wirasaputra, menjelang laga putaran kedua [Januari 2009], para pemain dan pelatih masih berharap perhatian Pemkot terkait kelanjutan nasib tim yang dibangun dengan susah payah dan membawa nama Depok.

“Harapan itu masih dirasakan oleh tim, namun kami pun [pengurus] terus berupaya menciptakan Persikad sebagai tim yang mandiri dan profesional dengan mencari pembiayaan melalui pihak ketiga atau sponsor,” kata Yuyun.

Dompet Peduli melalui Harian Monitor Depok, adalah di antara pola penggalangan dana yang akan dilakukan, “Insya Allah melalui cara itu akan mengundang banyak pihak terutama kalangan pengusaha untuk bersama-sama membiayai tim Persikad.”

Dibukanya Dompet Peduli itu, merupakan jawaban Yuyun WS terhadap kegelisahan warga Depok yang mengkhawatirkan kelangsungan nasib tim Pendekar Ciliwung, “Kami berharap semua warga Depok ikut membantu membiayai tim ini. Kami tak melihat besar atau kecilnya, seribu rupiah pun kami terima.”

Di bagian lain Yuyun mengatakan, industri sepakbola saat ini sudah begitu mengglobal, sehingga efek dan potensi positif bisa muncul melalui kemajuan sepakbola.

“Selain mengharumkan nama daerah, prestasi sepakbola mampu mengeleminir bahaya penggunaan narkoba, potensi dari keberhasilan tim sepakbola pun bisa membuka lapangan kerja,” ujar Yuyun. Dia mencontohkan, keberhasilan M Robby jebolan Persikad yang sempat merumput di tim Persija Jakarta dan kini di Persik Kediri, “Siapa yang tak kenal Robby. Kini, kehidupan dia cukup mapan, punya mobil, rumah baru. Itu dia peroleh karena sepakbiola.”

Keberhasilan mencetak Robby di antara peletup semangat yang membuat Yuyun tertantang dan rela merogoh kocek pribadinya untuk membangun Persikad. Bersama Pradi Supriatna dkk, Wakil Walikota Depok ini cukup mampu mengantarkan Persikad menapak dari Divisi I ke Divisi Utama.(amr)

DEPOKRASI, 01-Des-2008 07:59:25 WIB

Pradi Foundation kembali bagikan beras gratis

Berita Lainnya
• Warga keluhkan atribut pemilu
• Musda BM PAN Kota Depok
• Polres bangun aula serbaguna

JUANDA, MONDE: Organisasi sosial Pradi Foundation kembali mengadakan kegiatan sosial serupa bertajuk Ayo bersedekah, dengan membagikan 1.000 kantong beras gratis. Pekan lalu Pradi Foundation membagikan beras gratis di wilayah Cilodong, sedangkan kemarin digelar di Pasar Kaget Juanda.

Sejak pukul 6.00, puluhan pengemis dan warga yang ingin mendapatkan beras gratis nampak antre di depan tenda tempat digelarnya acara tersebut. Pasar kaget Juanda yang memang sudah ramai, menjadi semakin ramai dengan kegiatan tersebut.

Tepat pukul 7.00, panitia langsung membagikan paket beras seberat 2 kg yang sudah dibungkus dalam kantong plastik. Ratusan pengemis dan pemulung yang ada di lokasi itu langsung menyerbu tenda tempat aksi sosial digelar.

“Wah…, ada yang bagiin beras,” ujar seorang pemulung yang tampak ikut mengantre bersama warga lainnya.

Tak hanya pemulung, warga biasa yang kebetulan lewat di tempat itu juga ikut mengantre untuk mendapatkan pembagian beras gratis itu. “Lumayan, sambil jalan-jalan di pasar kaget dapat pembagian beras gratis,” ujar seorang ibu.

Hanya dalam waktu sekitar satu jam, 1.000 paket beras yang disediakan langsung habis dibawa pulang oleh warga yang mendapat pembagian. Tak sedikit dari mereka yang akhirnya kecewa karena terlambat dan tidak mendapat bagian.

“Lain kali berasnya lebih banyak lagi pak. Biar semuanya kebagian,” ujar seorang bapak yang terlambat sampai di lokasi.

Pimpinan Pradi Foundation, Pradi Supriatna yang turut hadir di lokasi mengaku kaget dengan antusiasme masyarakat. “Saya memperkirakan paling cepat dua jam baru berasnya habis. Ternyata hanya satu jam kegiatannya sudah selesai,” kata Pradi.

Di hadapan warga, Pradi pun menjelaskan maksud digelarnya aksi sosial di wilayah Sukmajaya. Menurut dia, bakti sosial ini merupakan program atau kegiatan utama yang dikedepankan oleh organisasi sosial miliknya yaitu Pradi Foundation.

Sementara itu Ketua Panitia aksi sosial tersebut, Alek mengatakan kegiatan Ayo bersedekah dengan membagikan beras gratis kepada masyarakat akan terus berlanjut setiap minggunya. “Rencananya akan dilaksanakan di 100 titik yang ada di enam kecamatan,” ujarnya.

Menurut dia, guna menopang kelancaran kegiatan ini, Pradi Foundation melibatkan partisipasi masyarakat. “Tokoh masyarakat atau pengurus RT lebih memahami siapa saja yang layak menerima bantuan itu, oleh karena itu teknisnya kami percayakan kepada mereka,” kata dia.(van)

BERITA UTAMA, 01-Des-2008 07:31:07 WIB

Lantaran kurang biaya, pemain ancam mundur
Persikad terancam bangkrut

Berita Lainnya
• Perusahaan harus jalankan UMK
• Ibu hamil tewas terpanggang
• Guru honor akan PTUN-kan Pemkot

STADION MERPATI, MONDE: Ibarat sebuah perusahaan, Persikad Kota Depok kini terancam bangkrut. Babak baru dari nasib klub ini mencuat di Ruang Ganti Pendekar Ciliwung, Stadion Merpati, Sabtu (29/11).

Setelah memperoleh hasil maksimal dalam laga melawan Persikab Bandung sore itu (menang 2-0), sebuah pembicaraan singkat berlangsung di locker room, yang melibatkan seluruh pemain, tim pelatih, official tim, Manajer Bidang Tekhnik Hasbullah Rachmad, Manajer Bidang Pendanaan Pradi Supriatna, dan Sekretaris Umum Rahmat Hidayat.

Diwakili kapten tim, Ismail Idris Fabanyo, memberikan tuntutan kepada Pengurus Persikad. “Kalau sampai pertengahan Desember ini kami belum menerima hak sebagai pemain, kami akan mundur!” kata Kapten Persikad Kota Depok, H.Ismail Idris Fabanyo, mewakili rekan-rekannya.

Hak yang dimaksud oleh para pemain itu tentu saja melibatkan hutang gaji yang berjalan lima bulan, serta pelunasan nilai kontrak. “Musim Putaran I akan berakhir, kemungkinan besar kami bisa pulang di saat libur menjelang Putaran II. Tapi apa yang bisa kami bawa kepada keluarga, kalau nyatanya apa yang menjadi hak kami, tidak kami terima,” curhat Fabanyo mewakili kondisi semua teman seperjuangannya di mes Persikad Wisma Dizabola.

Selain kewajiban kepada keluarga, permasalahan profesionalisme juga disinggung sang Kapten Persikad musim ini (menggantikan Nana Priatna karena cedera-red).

“Kami mencari nafkah hanya dari bermain bola, wajar apabila kami berharap peningkatan karir juga dari sepakbola. Tapi kalau semua penunjang profesionalime pemain itu tidak kami dapatkan, karir kami sebagai pemain bisa mati,” kata Fabanyo.

Walau terkesan pendiam, serta ‘dingin’ di lapangan, person haji yang satu ini dikenal punya karakter tegas dalam bersikap. Fabanyo juga terbilang sukses me-mentori para juniornya di tim Persikad musim ini.

Beberapa waktu lalu pun, Fabanyo juga lah yang meminta keseriusan dari Pengurus untuk mengembalikan Rahman Lestaluhu ke tim. Untuk kasus ini pun akhirnya solusinya didapat dari ‘Hamba Allah’ (hasil saweran lembaga kepemudaan di Depok-red).

“Kami rasa, semuanya sudah coba kami berikan maksimal untuk Persikad. Bukan berarti perjuangan kami anggap selesai. Tapi sampai kapan harus seperti ini,” tandasnya.

Dijawab diplomasi

Menanggapi itu, Hasbullah berdiplomasi. Mantan Manajer Persikad musim lalu itu mengaku menyadari dan memahami persoalan yang berkembang.

“Pengurus bukannya tidak pernah berjuang untuk itu. Apa yang diperjuangkan pengurus ini juga merupakan pengorbanan untuk Depok. Kita tahu fungsi Persikad selama ini telah ikut mengharumkan nama Kota Depok,” katanya.

Dia membandingkan, pada musim lalu Persikad berhasil bertahan karena operasional pendanaan jelas sumbernya. Sementara untuk musim ini, kran anggaran resmi untuk itu sudah ditutup oleh kebijakan setempat.

“Hal ini mengakibatkan tuntutan kreasi, komunikasi dan koordinasi antara kami sebagai pengurus dengan Pemkot maupun masyarakat, memang harus ditingkatkan lagi,” simpul Hasbullah.

Anggota DPRD Depok ini juga mengatakan, masalah kemungkinan pengunduran diri para pemain adalah suatu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun.

“Untuk urusan gaji, pengurus selalu berjuang. Mungkin menjelang Idul Adha ini bisa diangsur dulu. Sementara kalau ada pemain yang tidak pulang di libur nanti, rumah saya selalu terbuka,” tandas Hasbullah.

Walau belum terlihat raut puas dari para pemain, pembicaraan tersebut berakhir. Sementara Pradi Supriatna yang berkali-kali diminta menyampaikan sepatah dua kata pun, menolak bicara panjang lebar lagi. Dia terlihat prihatin dengan kondisi dari klub kebanggaan Kota Depok ini.

Apabila ancaman keinginan mundur dari pemain itu berlaku, otomatis perjalanan Persikad di Liga Esia 2008 akan terganggu.

Waktu akan tersita dengan kesibukan proses hukum penyelesaian ‘urusan’ antara pemain tersebut dengan pengurus. Sementara untuk mencari pemain baru pengganti, terasa berat logikanya untuk kondisi sekarang ini.

Dengan babak baru nasib Persikad ini, banyak efek yang harus diterima semua pihak, termasuk masyarakat Depok yang membanggakan Persikad. Apabila Pendekar Ciliwung bangkrut dan mundur dari kompetisi, jurang sanksi degradasi akan menanti klub Depok ini.(mr)

SUSUNAN PENGURUS PERSIKAD PERIODE 2007-2011

Dewan Pembina
1 Walikota Depok
2 Ketua DPRD Kota Depok
3 Dandim Kota Depok
4 Kapolres Metro Kota Depok
5 Kajari Kota Depok
6 Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok
7 Ketua Konida Kota Depok

Dewan Penyantun
1 Yusuf Setiawan
2 H. Yahman Setiawan
3 Drs. Imbang Jaya
4 H. Sarmili
5 Ir. Dudung Mulyana
6 Ir. Ronny Aidil

Dewan Pendiri
42 Klub Anggota

Dewan Pengurus
1.  Ketua : H. Yuyun Wirasaputra
2.  Wakil Ketua I : Hasbullah Rahmad, S.Pd., M.Hum.
Wakil Ketua II : Drs. R. Gandara Budiana
Wakil Ketua III : Pradi Supriatna, S.Komp.

2.  Sekretaris : Rahmat Hidayat, S.Sos., MM
Wkl. Sekretaris : Elves Rebello, SSTP

3.  Bendahara : Drs. Zamrowi, M.Si
Wkl. Bendahara : H. Ridwan, S.Sos

4.  Bidang Teknik : 1. Drs. Sampurno Hernugroho ,  2. Pepen Rubianto,  3.  Rahmat

5.  Bidang Marketing dan Promosi : 1. Babai Suhaemi, S.Sos.,  2. H. Moch. Syafei Asnaf,  3. Aznoor Syamsu, SE,  4. Junaedi,  5. Daryadi

6.  Bidang Umum : 1. Letkol Drs. H. Gledek Aria Laksana,  2. Drs. Supayat,  3. H. Dudung A. Hadi, SE,  4. Ali Sastra,   5. Salmanasar Nababan

7.  Bidang Hukum : 1. H. Heru Suyanto, SH,   2. Yaya Sudira, SH

2 Comments »

  1. ok…………..

    Comment by holidin — December 10, 2009 @ 1:54 pm

  2. okeh…………

    Comment by holidin — December 10, 2009 @ 1:54 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: