Profil Tokoh DEPOK

Rimin Sumantri

Rimin Sumantri

Desember 2008

Tingkatkan belimbing sebagai ikon

Monitor Depok, 13-Des-2008 08:07:05

KRUKUT, MONDE: Demi meningkatkan upaya pengembangan belimbing sebagai ikon Kota Depok, Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) bersama Dinas Pertanian Kota Depok menggelar temu lapang atau sarasehan petani se-Depok, kemarin.
Acara yang dilaksanakan di kebun belimbing milik Roji Jl Rawajati RT 02/04 Krukut, Limo ini dihadiri kepala Dinas Pertanian Kota Depok Rumanul Hidayat, Camat Limo Yayan Arianto, sekel Krukut Zikri Dwi Darmawan, Ketua KTNA H Rimin, serta puluhan petani belimbing.

Dalam pertemuan ini juga dibahas mengenai prosedur peminjaman modal atau kredit untuk usaha kecil menengah oleh pihak Bank Mandiri dan asuransi.

“Jika bicara masalah belimbing sebagai ikon Kota Depok, kita kembali ke konsep Sakasakti (Satu kabupaten/kota satu keunggulan inti). Setelah dipelajari, diteliti, dan banyaknya masukan, akhirnya diputuskan belimbing sebagai unggulan Kota Depok yang patut dikembangkan sebagai ikon.” ungkap Rumanul Hidayat.

Pertemuan ini juga untuk membahas kesiapan para petani dalam menghadapi perayaan Hari Krida se-Jawa Barat yang akan dilaksanakan Juli 2009 dan Depok bertindak sebagai tuan rumah.

Ditambahkan H Rimin saat ini telah tumbuh di Depok sekitar 36.000 pohon dengan 750 petani yang 324-nya merupakan anggota resmi KTNA. “Sedangkan jumlah buah yang telah diproduksi per November 2008 sebanyak 420 ton.”

Untuk yang panen pada januari 2009 sebanyak 550 petani dengan hasil diperkirakan sebanyak 100 ton. Januari, Pebruari, dan Maret 2009, akan banyak panen dilaksanakan.”

Dengan dijadikannya belimbing sebagai ikon Kota Depok, tentunya para petani diharapkan dapat meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan hidupnya. “Awalnya harga beli dari petani dulu per buah Rp 500, sekarang menjadi Rp 1.250.

Lanjutnya, jika dikelompokkan belimbing dapat dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas A dengan harga Rp 6.000/kg yang satu buahnya memiliki berat di atas 250 gram, kelas B Rp 5.000/kg dengan berat buah berkisar 160-240 gram, dan kelas C Rp 2.000/kg yang beratnya di bawah 150 gram.(m-9)

Maret 2008

PEMASARAN BUAH BELIMBING DENGAN SATU PINTU

Tuesday, 18 March 2008

Depok, Dinas Pertanian ( Distan ) Kota depok, membuka jalan bagi para petani buah Belimbing dalam menjual hasil panennya melalui satu pintu.Petani Belimbing Kota Depok selama ini mengalami kesulitan dalam hal Pemasaran, padahal buah Belimbing merupakan salah satu Icon Kota Depok .”PEtani buah Belimbing Di Kota Depok dihadapi dengan permasalah Pemasaran , maka dinas pertanian berupaya agar pemasran buah Belimbing hanya melalui satu pintu” , kata Kepada Dinas Pertanian Kota Depok, Drs.H.Rumanul Hidayat, MM. Rumanul mengatakan , para petani Belimbing terbiasa menjual hasil panen kepada tengkulak atau dengan cara ijon, dengan begitu petani tidak mendapatkan harga jual yang menguntungkan , maka diperlukan upaya agar Pemasaran buah Belimbing hanya melalui satu pintu., yaitu melalui Pusat Koperasi Pemasaran Buah dan Olahan Belimbing Dewa Depok ( PKPBDD) . Koperasi tersebut merupakan koperasi sekunder yand diupayakan menjadi satu-satunya pintu Pemasaran buah dan olahan Belimbing Dewa hasil petani kota Depok jelasnya.

Ditempat terpisah Ketua Koperasi PKPBDD H.Rimin Sumantri menjelaskan, sejak berdirinya pada tanggal 30 Oktober 2007, kehasiran PKPBDD mendapat dukungan dari 600 petani yang tersebar di 6 wilayah kecamatan. Para petani menyambut antusias berdirinya Koperasi, hal itu ditunjukkan dengan menjual hasil panennya, sehingga pada bulan pertama pembukan, PKPBDD telah menampung 150 ton buah Belimbing jelasnya, sembari menambahkan bahwa PKPBDD memiliki Visi dan Misi ,”Meningkatkan Pendapatan Petani dan Anggota Koperasi”, Sumantri lebih jauh menuturkan, selain petani, Dinas Pertanian Kota Depok juga ikut memberi Dukungan yang sangat tinggi, apalagi buah belimbing merupakan Ikon Kota Depok. “Sebagai satu-satunya pinti pemasran buah Belimbing , PKPBDD juga memiliki 9 Koordinator wilayah ( Koerwil) yang mewakili 25 kelompok tani di seluruh kecamatan , menurutnya korwil sangat diperlukan dalam rangka mengatur panen dan produksi buah Belimbing Dewa, untuk membantu Divisi Produksi”

Sementara itu Marketing Manager PKPBDD Ir.Heru Prabowo menjelaskan, perlu adanya pengaturan panen dan produksi, sebab pasar sangat menutut kualitas, kuantitas dan kontinuitas agar tidak terjadi kelangkaan dipasar” sekarang ini, buah dan olahan Belimbing Dewa Depok sudah tersebar diwilayah JABODETABEK, khususnya untuk Jakarta yang punya potensi 3-4 ton per hari, saat ini bari di suplai 1-2 ton per hari. Tahun ini target kita, mampu melayani permintaan dari Bandung dan Surabaya”, ujarnya. Kedala pemasaran buah Belimbing Dewa, menurut Heru , adalah buah cepat rusak, kami mensiasatinya dengan membuat kemasarn buah dalam karton dan mengolahnya menjadi sari buah , Jus, Sirup, instant ( serbuk ), selai, keripik dan dodol. Untuk olahan minuman dan makanan dikerjakan oleh 7 UKM, yang hingga kini masih terus mengekplorasi atau mengembangkan produk olahan lainya, katanya lagi.

Menurut bagian divisi Produksi Ma’mun Razaq Amd disela kegiatan packing di Pusat Koperasi mengatakan, budidaya yang dilakukan seluruh petani sudah baik hanya tinggal memberi pengetahuan pada penanganan pasca panen yang baik, sehingga produk yang dikirim ke Koperasi adalah produk unggul seperti yang diminati oleh pasar, baik pasar modern maupun outlet di jabodetabek, karna tuntutan untuk buah yang berkualitas sangat tinggi, disamping customer yang juga selektif dalam memilih produk dari koperasi, kalau buah yang dihasilkan oleh petani terutama dalam penanganan pasca panennya yang salah lalu kami kirim ke customer kami, yang pasti akan diretur lagi, ujarnya sembari tersenyum. Harapannya kedepan Dinas Pertanian dan jajarannya bisa berkerja sama untuk membina petani belimbing di Kota Depok dengan Koperasi, agar pengetahuan petani dalam menangani pasca panen lebih baik lagi, karna SOP pasca panen belum dibuat hehehe…” iniiiii… kalau buahnya rusak ga bisa dikirim pak..’paling numpuk diluar dan dikirim ke UKM harganya jadi murah..

PKPBDD maret 2008

Juni 2007

Gubernur Tinjau Perkebunan di Depok

Kompas, 09 Juni 2007

Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, tanggal 26 Juni, berencana mengunjungi Kota Depok untuk meninjau lahan yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk agrobisnis. Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Depok Rimin Sumantri di Sumedang, Kamis, mengatakan, kedatangan Gubernur itu atas undangan KTNA Kota Depok untuk melihat komoditas belimbing, anggrek, dan lain-lain yang dapat memberikan penghasilan tinggi untuk petani meski tanahnya sempit. (bay)

Agustus 2006

Sawangan jadi sentra pertanian

Monitor Depok, 02 Aug 2006

DEPOK, Dinas Pertanian Kota Depok akan menjadikan Kecamatan Sawangan sebagai sentra pertanian. Selain mempunyai penduduk mayoritas sebagai petani, kecamatan Sawangan juga memiliki kekayaan sumber daya pertanian yang sangat besar.

“Depok dengan visi dan misi untuk menjadi kota niaga dan jasa yang nyaman tentunya harus memiliki sebuah sentra pertanian. Hal itu dimaksudkan sebagai penyeimbang banyaknya mal, toko dan pasar modern yang terus berkembang,” ujar Kadistan Kota Depok Hamid Wijaya kepada Monde, kemarin.

Ia menambahkan bahwa saat ini di Kecamatan Sawangan telah menunjukkan diri dan mempunyai aset yang dapat dikembangkan sebagai sentra pertanian. “Jika di sana ada toko, maka toko itu menjual produk-produk pertanian,” ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kota Depok H. Rimin Sumantri, beberapa waktu yang lalu. Ia mengatakan, selain berkeinginan untuk membuat autlet pertanian terpanjang di jalur pipa gas Pertamina, KTNA Depok juga berusaha untuk membuat sentra pertanian di Kecamatan Sawangan.

Potensi-potensi pertanian itu meliputi, tanaman hias, ikan hias, ikan konsumsi, belimbing, dan jambu merah.(m-1)

Desember 2005

Soal bantuan Rp60 juta

KTNA: Dewan tak tahu potensi pertanian Depok

Monitor Depok, 09-Des-2005 15:55:28

BALAIKOTA, MONDE : KTNA Kota Depok menyesalkan sikap DPRD yang kurang mendukung sektor pertanian wilayah ini dengan mempersoalkan dukungan pendanaan yang jumlahnya tidak seberapa.
Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Depok, Rimin Sumantri menilai pernyataan Ketua Komisi B DPRD Depok Widya Jaya Antara menunjukan tidak adanya keberpihakan kalangan dewan terhadap petani Depok.

Seperti diberitakan Monde kemarin, DPRD Depok menilai bantuan keuangan bagi KTNA senilai Rp60 juta yang tertuang dalam usulan program RAPBD di bagian Dinas Pertanian, diskriminatif dan tidak memenuhi azas keadilan.

Seharusnya Distan mengalokasikan dana itu hanya kepada KTNA, dikhawatirkan akan menimbulkan kecemburuan sosial dari organisasi tani lainnya.

“Pernyataan seperti ini sangat kami sayangkan, terlihat bahwa anggota dewan itu tidak tahu mengenai potensi pertanian di Kota Depok,” ketus Rimin, kepada Monde, kemarin.

Dia menambahkan, KTNA adalah organisasi yang menaungi sedikitnya 112 kelompok tani dengan jumlah minimal 20 petani per satu kelompok. “Nggak bener kalau dibilang KTNA hanya milik satu kelompok, kami ini membawahi banyak kelompok tani di Depok.”

Siap ke DPRD

Menurut Rimin, alokasi dana bagi KTNA di atas juga baru untuk pertama kali. “Selama ini petani kami selalu menggunakan dana sendiri. Baik untuk ikut pelatihan atau lomba. Baru sekarang aja minta udah diributin,” cetusnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, rencananya hari ini bersama jajaran pengurus KTNA Depok dan sejumlah petani akan mendatangi DPRD Depok.

Sejak keberadaan KTNA Depok, papar Rimin, potensi pertanian Depok semakin berkembang. Bahkan sentra-sentra pertanian seperti tanaman hias di Sawangan mulai bergeliat. Begitu pula sentra tanaman buah seperti belimbing dan jambu merah.

Selama ini, katanya, keberadaan KTNA Depok sudah sangat eksis di mana berbagai pelatihan maupun kejuaran tingkat nasional kerap diikuti anggota KTNA Depok.

“Hasilnya banyak petani Depok yang juga anggota KTNA menjadi juara, Itu tidak diketahui oleh anggota dewan.”

Soalnya, menurut Rimin, anggota dewan menganggap pertanian itu hanya padi padahal i tanaman hias, dan buah-buahan merupakan potensi pertanian yang harus dikembangkan.

“Itu diakui pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Pertanian.”(row)

Juni 2004

Sambutan Ketua Koperasi

Sumber: http://belimbingdewa.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1&Itemid=1&limit=1&limitstart=1

Profesi sebagai petani, selama ini merupakan salah satu profesi yang dianggap tidak mempunyai potensi untuk meraih kesejahteraan dalam hidup. Pandangan ini terutama di banyak di “idap” oleh kaum muda. Pekerjaan yang banyak bersentuhan dengan tanah dan kotoran serta banyak menguras energi ini dinilai tidak mempunyai nilai “gengsi” dan “memalukan” bagi sebagian orang.
Untuk menggeser paradigma diatas, pemerintah Kota Depok berupaya menciptakan program-program pertanian yang dapat menarik perhatian masyarakat Kota Depok dalam upaya mengembangkan dunia pertanian itu sendiri dan juga dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran sekaligus meningkatkan pendapatan kapita masyarakat Kota Depok, terutama petani.

Salah satu program pertanian yang sedang diupayakan dapat mengangkat dunia pertanian Kota Depok sekaligus dapat dijadikan “brand / Ikon” kota adalah Program Pengembangan Buah Belimbing dengan varietas Dewa. Perencanaan program ini sendiri telah dilakukan sejak tahun 2006, yang melibatkan seluruh “stake holder “ belimbing Kota Depok. Perencanaan ini meliputi seluruh aspek kerja pengelolaan belimbing, mulai dari pembinaan petani, penelitian pembudidayaan sampai dengan pemasaran hasil produksi belimbing dari petani.

Hingga saat ini lebih kurang pemerintah Kota Depok telah melakukan pembinaan 650 petani belimbing yang tergabung dalam 25 kelompok tani yang tersebar di enam kecamatan Kota Depok. Petani-petani belimbing ini telah diberikan pembekalan-pembekalan tata cara pembudidayaan belimbing dengan varietas Dewa. Dan dari sektor pemasaran, Pemerintah Kota Depok telah memfasilitasi terbentuknya Pusat Koperasi Pemasaran Buah dan Olahan Belimbing Dewa atau yang disingkat PKPBDD. Yang bertugas memasarkan hasil buah dan olahan petani belimbing Kota Depok.

Pembentukkan PKPBDD dilakukan pada saat yang sangat tepat, karena awal tahun 2008, selama 3 (tiga) bulan, adalah merupakan masa panen raya belimbing Kota Depok yang hanya terjadi setiap 2-3 tahun sekali. Sehingga PKPBDD dapat langsung berperan dalam upaya mengakomodasi pemasaran hasil petani belimbing, yang selama ini sangat tergantung kepada para “tengkulak” dari sisi pemasarannya, sehingga harganya pun sangat tidak menguntungkan bagi petani.

Sebagai laporan singkat, hingga awal Februari 2008 PKPBDD telah menerima hasil produksi belimbing petani sebanyak 80 ton. Dan saat ini juga sedang berupaya mengembangkan kerjasama dengan pasar-pasar potensial belimbing, baik pasar-pasar tradisional maupun pasar-pasar modern. Beberapa pasar modern yang telah melakukan kerjasama dengan PKPBDD antara lain adalah Carrefour, SuperIndo, Alfamart (olahan-dalam proses), dan sejumlah took -toko buah segar yang berada disekitar wilayah Jabodetabek. Sedangkan untuk pasar tradisional, PKPBDD hingga saat ini telah memasok ke sejumlah pasar induk.

Pekerjaan PKPBDD sebagai lembaga yang diharapkan mampu mengatasi fluktuasi harga belimbing, sehingga akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani belimbing itu sendiri masih sangat banyak. PKPBDD sedang berupaya menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

Yang kami (Pemerintah dan seluruh stake holder belimbing) butuhkan sekarang adalah dukungan dari seluruh masyarakat Kota Depok untuk mewujudkan Depok sebagai Kota Belimbing Dewa. Sehingga Depok dapat hidup dan dikenal sebagai kota yang mengembangkan diri melalui sektor pertanian kota. Dan sebagai akhirnya adalah pertanian itu sendiri mampu mensejahterakan masyarakat Depok secara umum. Amin.

Wassalam

Ketua Koperasi Pemasaran Buah dan Olahan Belimbing Dewa Depok ( PKPBDD )
H.RIMIN SUMANTRI

Last Updated ( Saturday, 01 November 2008 )

5 Comments »

  1. Salam kenal.
    Kami produsen serta supplier pupuk organik bermutu tinggi yang sudah terbukti sangat bagus untuk buah belimbing,pada kesempatan ini ingin
    menawarkan produk produk kami ke kelompok petani belimbing di Depok.
    Pupuk kami sudah dipakai oleh petani belimbing di Blitar dan Wlingi Jawa Timur dengan hasil sangat memuaskan dalam arti buah semakin lebat, ukuran semakin besar, rasa semakin manis dan warna semakin mengkilat.
    Jika kelompok berminat, bisa menghubungi kami di email di atas atau atau sms di 08161398114,terima kasih.
    Salam sejahtera,

    Doni

    Comment by Doni I Gunawan — January 14, 2010 @ 5:04 pm

  2. Untuk informasi pupuk organik serta produk organik kami yang lain sudha dipakai secara rutin oleh mitra mitra petani buah termasuk buah belimbing di Jawa Timur dan Jawa Tengah dan hasilnya sangat memuaskan. Buah semakin lebat, ukuran buah semakin besar, rasa semakin manis dan warna makin mengkilat.Kami sedia juga Pestisida dan fungisida organik. Dianjurkan oleh para ahli untuk tanaman pangan termasuk buah dan sayur mayur perlakuakn pengendalian hama bisa dilakukan secara organik karena jika pakai racun racun residu akan mengendap dan tidak mudah terurai yang kemudian bisa membahayakan kesehatan.
    Jika ingin pesan produk produk kami, bisa hubungi kami di 031 5923170 Lia atau sms ke 0816 1398114 atau email : gunawand@hotmail.com

    Comment by Doni Gunawan — January 15, 2010 @ 1:22 am

  3. ibu ato bpk saya pngn brpartner dg anda2sklian.yg mo saya tnykn dmn saya dpt mmbeli buah belimbing dewa dlm jmlah bsr dan murah dlm wilyh jatim khssnya srby dan prmntaan sesuai order dan rutin sll ada.tq tlnk dinfo ke no ne085733654350ats nm joko

    Comment by jko — January 10, 2011 @ 3:17 pm

    • Salam kenal Pak nama saya Doni.Kebetulan kami ada mitra mitra belimbing yang pakai pupuk kami di Blitar dan Wlingi. Apakah Bapak berminat juga belimbing dari daerah tersebut ? kalau berminat kami dan rekan rekan akan coba berikan penawaran. Salam sukses.

      Doni Email : gunawand@hotmail.com HP 08161398114

      Comment by Doni — January 16, 2011 @ 4:18 pm

  4. saya salah satu pengurus gapoktan yang berada di wilayah depok,yang membawahi petani sebanyak 252 petani,dengan hasil belimbing dewa depok yang selalu kami suplay ke pasar minggu jaksel,pasar induk kramat jati,jika ada yang berminat atau mermbutuhkan belimbing dewa depok hubungi saya, herman.no hp 021 93768765

    Comment by herman gunawan — January 24, 2011 @ 8:12 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: