Profil Tokoh DEPOK

Rustono Pinangjoyo

dr. Rustono Pinangdjoyo, MM

Februari 2004

39 Napi Depok di Lapas Bogor Terjangkit HIV

Kompas, 14 Februari 2004

Jakarta, Kompas – Sebanyak 39 narapidana dari Depok yang menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A di Jalan Paledang, Bogor, terjangkit HIV. Data tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan terhadap 252 narapidana asal Depok yang baru pertama kali dilakukan Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Depok.

Para pengidap HIV (human immunodeficiency virus) tersebut umumnya adalah narapidana pengguna atau pengedar narkotika dan obat-obatan berbahaya. “Dari hasil temuan ini disinyalir penularan HIV terus meningkat, akibat peredaran dan penggunaan narkotika,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Depok Rustono Pinangjojo, Jumat (13/2).

Menurut Rustono, survei pengidap HIV sebetulnya dilakukan secara rutin oleh Dinas Kesehatan. Akan tetapi, selama ini survei dilakukan di tempat-tempat yang rawan digunakan sebagai prostitusi, seperti tempat-tempat hiburan malam atau panti-panti pijat.

Dari lokasi rawan prostitusi itu tidak pernah diperoleh pengidap HIV dalam jumlah besar. Hasil survei di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bogor yang pertama kali ini sangat mengagetkan.

“Dengan kondisi seperti sekarang, Dinas Kesehatan hanya dapat melakukan penyuluhan terhadap kelompok yang rentan terjangkit virus HIV. Pengidap HIV maupun pihak keluarganya tidak dapat diberi tahu karena menyangkut pertimbangan hak asasi manusia,” kata Rustono.

Penyampaian hasil survei bagi orang yang bersangkutan, dikatakan Rustono, akan berdampak pada proses sosialisasi orang tersebut. Di lingkungannya, orang tersebut akan tersingkirkan.

Hal ini sebenarnya membuat kesulitan untuk benar-benar mencegah penularan HIV. Sebab, yang dapat dilakukan hanya memberikan penyuluhan terhadap kelompok yang rentan terhadap penularan HIV atau tempat yang berpotensi menjadi lokasi peredaran dan penggunaan narkotika.

Tidak steril

Rustono mengatakan, peningkatan jumlah pengidap HIV bagi pengguna narkotika disebabkan adanya penggunaan alat yang tidak steril. Di antaranya alat suntik yang sering digunakan bergantian dalam suatu kelompok.

“Satu alat suntik yang dipergunakan berganti-ganti itu tidak tertutup akan berdampak bagi penularan HIV. Padahal, setelah terjangkit HIV akan makin menghilangkan sistem kekebalan tubuh yang akhirnya mengancam jiwa orang tersebut,” kata Rustono.

Penyediaan alat-alat suntik steril bagi pengguna narkotika saat ini menjadi dilema besar. Di satu sisi, jika terus dibiarkan adanya penggunaan bersama- sama sebuah alat suntik bagi pengguna narkotika, akan memacu jumlah pengidap HIV. Tetapi, di sisi lain, untuk menyediakan alat suntik steril terbentur pada persoalan dan upaya pemberantasan peredaran dan penggunaan narkotika.

“Kalau sebelumnya, anggapan penyebab HIV pada masalah hubungan seks yang bebas atau secara berganti-ganti. Tetapi, sekarang saya berpendapat lebih condong pada penggunaan narkotika yang menyebabkan peningkatan jumlah pengidap HIV,” kata Rustono.

Potensial

Peningkatan jumlah pengidap HIV di Lapas Bogor saat ini terbuka peluang yang besar. Tetapi, bukan berarti terdapat peredaran atau penggunaan narkotika di lapas tersebut.

Dikatakan Rustono, jumlah narapidana Lapas Bogor sekarang diperkirakan melebihi kapasitas. Berbagai hal dapat memicu terjadinya penularan HIV dengan adanya jaringan pembuluh darah yang terbuka kemudian terkena darah pengidap HIV. “Pemerintah pusat diharapkan menaruh perhatian terhadap potensi peningkatan jumlah pengidap HIV di lapas,” kata Rustono.

Rustono mengatakan, survei terhadap 252 narapidana asal Depok di Lapas Bogor dilaksanakan pada November 2003. Sampel-sampel darah yang diambil kemudian dibawa ke Bandung untuk diperiksa di sebuah laboratorium.

Beberapa waktu lalu baru diperoleh hasil sebanyak 39 narapidana yang terjangkit HIV berasal dari Depok. (NAW)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: