Profil Tokoh DEPOK

Samadikun

Samadikun

September 2008

Lahan tidur di Depok capai 60 ha

Monitor Depok, 17 September 2008

BALAIKOTA, MONDE: Kepala Dinas Pertanian Kota Depok Rumanul Hidayat kepada wartawan menuturkan lahan tidur di Kota Depok rata-rata milik pengusaha asal Jakarta. Keberadaan sejumlah lahan tidur itu, menurut Rumanul, dinilai tidak memberikan kontribusi ekonomi secara optimal kepada Pemerintah Kota Depok.

Kondisi itu lantaran keberadaan tanah/lahan tidur tidak memberi kontribusi dari sektor pajak.

“Jika melakukan aktivitas jual beli, para pemilik biasanya mengunakan jasa notaris tidak mengunakan pejabat pembuat akte tanah (PPAT) yang juga tidak memberikan kontribusi ekonomi kepada pemerintah Kota Depok,” ujarnya kepada Monde kemarin.

Menyikapi kondisi seperti itu, Rumanul melalui Dinas Pertanian akan mengambil langkah khusus, untuk memfungsikan sejumlah lahan tidur dengan sejumlah petani Kota Depok.

“Sejumlah lahan tidur itu dapat kita manfaatkan sebagai budidaya belimbing atau pun jambu biji,” katanya.

Disamping masalah banyaknya lahan tidur di Kota Depok yang dinilai tidak memberikan kontribusi ekonomi bagi daerah, masalah lain yang timbul dalam dunia pertanian adalah kian menyempitnya lahan pertanian.

Gambaran mengenai luas wilayah pertanian di Kota Depok saat ini, Rumanul menyebutkan, diperkirakan tinggal 60-an hektar saja dari total sebelumnya 90-an hektare. Dimana 30 hektar diantaranya telah berubah fungsi menjadi perkebunan dan pemukiman atau perumahan penduduk.

Seiring dengan adanya pergeseran fungsi lahan itu pula terindikasi adanya sejumlah pergeseran profesi. Dimana para kelompok petani yang umumnya pengarap lahan bergeser menjadi pedagang.

Namun dia menyayangkan, profesi baru mereka diduga banyak yang tidaklah lebih baik dari sebelumnya. Artinya mereka berdagang dengan asal berdagang tanpa mengenal manajemen yang jelas.

Menurut Rumanul, ada indikasi hilangnya regenerasi pada profesi petani, itu dapat dilihat dengan banyaknya warga terutama generasi muda yang kian enggan bekerja di sawah.

Kekurangan

Untuk mengoptimalkan lahan pertanian di Kota Depok itu, setidaknya Dinas pertanian Kota Depok saat ini memiliki sedikitnya 16 petugas penyuluh lapangan. Dengan komposisi delapan orang merupakan pegawai dari Distan Kota Depok dan selebihnya merupakan tenaga kontrak yang diperbantukan dari Departement pertanian.

Dengan hanya memiliki 16 petugas penyuluh lapangan itu maka, Rumanul menilai, kondisi masih jauh dari kebutuhan. Idealnya setidaknya terdapat satu orang penyuluh tani di tiap kelurahan.

Jadi dengan jumlah kelurahan di Kota Depok sebanyak 63 kelurahan maka kota Depok kekurangan sedikitnya 45 tenaga penyuluh tani.

Sementara itu tokoh masyarakat asal Pancoranmas Ustat Samadikun menuturkan peran pemerintah sangat dibutuhkan guna menjembatani para petani dan pemilik lahan tidur.

Hal itu guna mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan dikemudian hari, misalnya saja pihak petani penggarap merasa memiliki dan tidak mamu meninggalkan saat tanah akan dialih fungsikan oleh pemilik.

Samadikun sendiri saat ini juga merupakan petani penggrap, tanah milik departement pertanian di wilayah Citayam, Pancoranmas seluas 7,5 hektare.(ina)

Juli 2008

Ammer seleksi calon penerima modal usaha

Monitor Depok, 16 Juli 2008

SUKMAJAYA, MONDE: Sejumlah pedagang kecil di 11 Kelurahan, Kecamatan Sukmajaya di seleksi oleh Audisi Miskin Merdeka (Ammer) untuk mendapatkan modal usaha Rp500.000 per pedagang.

Ketua Ammer Samadikun mengatakan seleksi terhadap warga miskin yang akan menerima modal usaha berlangsung di enam kecamatan.

Tujuannya agar penerima modal usaha adalah benar-benar orang yang membutuhkan.

“Jadi yang lulus seleksi akan memperoleh modal usaha,” katanya di aula kantor Kec. Sukmajaya, kemarin.

Untuk tahap pertama modal usaha yang diberikan senilai Rp500.000 per pedagang kecil. Modal usaha tersebut diharapkan dapat berkembang dan nantinya mereka bisa berinfaq semampunya untuk dikembangkan lagi kepada pedagang lainnya.

Lembaganya, lanjut dia, melakukan pengawasan kepada pedagang yang telah mendapatkan modal usaha.

Hadir dalam seleksi Ammer, Kabag Tata Usaha Dinas Pasar Rahmat Subagyo, Kabag Perekonomian Zalvinus Irwan, Kasie Pendidikan dan Kebudayaan Kec. Sukmajaya Yunus Junnaedi.

Tabrani (43), salah pedagang roti yang ikut diseleksi menuturkan modal usaha sangat diperlukan pedagang kecil yang tujuannya untuk pengembangan.

Dengan seleksi tersebut maka dia berharap kucuran dana modal usaha bisa diterima secepatnya.

Diakuinya, usaha roti yang digeluti baru setahun ini cukup laku di pasaran, namun berhubung modalnya terbatas sehingga usahanya belum maju pesat.

“Saya berharap supaya modal usaha segera diberikan sehingga usahanya bisa maju,” ujarnya.(sud)

Juni 2008

Audisi Miskin Merdeka, Memberi kail, bukan ikan

Monitor Depok, 18 Juni 2008

BEJI, MONDE: Puluhan warga Beji memenuhi aula Kantor Kecamatan Beji, kemarin. Mereka datang ke sana untuk mengikuti audisi. Di bagian depan, tampak tim audisi yang terdiri dari Kepala Kantor Pariwisata, Danramil Beji, Kapolsek Beji, Ketua LPM Kecamatan Beji, serta beberapa anggota tim audisi lainnya.

Sementara peserta audisi yang terdiri dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga kakek-kakek tampak sabar menunggu giliran dipanggil.

Jangan salah kira dulu, mereka sabar mengantre bukan untuk mengikuti ajang Indonesian Idol atau Kontes Dangdut Indonesia. Mereka adalah warga miskin di Kecamatan Beji yang terpilih mengikuti Audisi Miskin Merdeka (Ammer) yang nantinya akan digelar di seluruh kecamatan.

Ammer adalah sebuah program yang diluncurkan oleh Yayasan Mubayanah bekerja sama dengan Pemkot Depok dan para donatur. Melalui program ini, warga miskin yang memiliki usaha sendiri akan mendapat bantuan berupa uang tunai dan bimbingan usaha dari yayasan tersebut.

Menurut salah seorang tim kerja Ammer, Diki Erwin, program ini bertujuan untuk memberdayakan warga miskin seluruh Kota Depok. “Program ini telah disetujui oleh walikota, wakil walikota, serta Sekda,” katanya.

Menurut Diki, program ini dicetuskan oleh Yayasan Mubayanah yang dipimpin oleh Ustad Samadikun. Melalui program tersebut, warga miskin yang memiliki usaha seperti jual gado-gado atau pedagang kaki lima, akan dibantu dengan uang tunai Rp500.000.

“Dengan uang tersebut, diharapkan usahanya bisa berkembang. Dari sebelumnya hanya warung dengan tenda plastik, dia bisa membikin warung yang lebih bagus sehingga pelanggannya bertambah dan usahanya lebih maju,” kata Diki.

Namun tidak semua warga miskin yang akan mendapat bantuan tersebut. Mereka harus diaudisi dulu, untuk dilihat keseriusannya dalam mengikuti program ini. “Ada lima aspek yang dinilai, yakni kejujuran, etika, kewirausahaan, pengembangan usaha, serta keshalehan,” tutur Diki.

Program Ammer ini, kata Diki, berbeda dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan oleh pemerintah pusat terkait kenaikan BBM. “Para penerima program Ammer nantinya juga akan terus dibina, diawasi, serta dieluasi. Apakah bantuan tersebut bermanfaat bagi mereka atau tidak,” ujarnya.

Adapun bantuan untuk warga miskin itu, kata Diki, berasal dari para donatur yang terdiri dari tokoh-tokoh publik, sponsor, serta bantuan pemerintah sendiri.

“Audisi ini akan dilakukan di enam kecamatan. Nantinya yang mendapat bantuan akan dibawa ke audisi tingkat kota pada 11 Agustus mendatang,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Walikota Depok, Yuyun Wirasaputra yang membuka secara resmi program Ammer kemarin berharap agar program ini bisa menumbuhkan jika kewirausahaan dan masyarakat miskin tidak tergantung lagi kepada bantuan orang lain.

“Tujuan program ini adalah bagaimana memberdayakan masyarakat miskin agar tidak tergantung kepada orang lain, dan mereka bisa hidup mandiri,” tutur Yuyun.

Dia menjelaskan, dengan memberikan bantuan tanpa pembinaan, masyarakat akan menjadi malas. Tapi jika mereka dibimbing dan diberi motivasi terus menerus, diharapkan warga miskin bisa hidup lebih mandiri,” ujarnya.

Yuyun mengibaratkan program Ammer ini seperti memberi kail kepada seseorang. “Jadi kita tidak memberi ikannya langsung. Jika kita memberikan kail atau pancing, diharapkan mereka bisa berusaha dan tidak terbiasa menerima bantuan langsung,” tuturnya.

Sementara itu Ustad Samadikun, Ketua Yayasan Mubayanah menjelaskan, tujuan akhir ini adalah untuk mengentaskan kemisikinan yang ada di Depok. “Kelebihan program ini dibanding BLT adalah, mereka diberdayakan hingga tuntas sehingga bisa hidup dengan mandiri,” ujarnya.(van)

Mei 2008

Yayasan Mubayanah luncurkan program Ammer, Gakin Depok harus merdeka dari kemiskinan

Monitor Depok, 10 Mei 2008

BALAIKOTA, MONDE: Warga miskin Depok diharapkan merdeka dari belenggu kemiskinan yang menghimpitnya selama ini.

Untuk menuju ke arah itu, Yayasan Mubayanah yang bergerak di bidang sosial mengelar Audisi Miskin Merdeka (Ammer) yang berlangsung di Balaikota, kemarin.

Ketua Yayasan Mubayanah Ust Samadikun, menuturkan pihaknya dengan event itu berkeinginan dalam satu tahun kedepan setidaknya mampu memerdekakan satu orang warga miskin (gakin) dari belenggu kemiskinan. Bahkan jika memungkinkan memerdekakan satu orang per wilayah kelurahan.

Yayasan Mubayanah, bekerjasama dengan Pemkot Depok melalui RT/RW yang dikoordinir oleh masing-masing kelurahan menjaring peserta dari tiap kelurahan.

“Per kelurahan dengan jatah sepuluh orang gakin yang direkomendasikan dari lurah setempat,” kata Ust Samadikun.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam kehidupan manusia diharapkan saling peduli terhadap kaum miskin atau lemah. Karena itu, Yayasan Mubayanah ingin membantu merealisasikan secara optimal program pengentasan kemiskinan secara tuntas.

Selama ini, katanya, telah banyak diprogramkan oleh berbagai kelembagaan maupun pemerintah tanpa ada hentinya, namun masih banyak program yang belum terealisasi.

Turut hadir dalam acara Ammer, Wakil Walikota Depok Yuyun Wirasaputra, yang secara simbolis meresmikan dimulainya program yang baru pertama kali dilaksanakan di Depok.

Orang nomor dua di lingkungan Pemkot Depok itu, juga medukung pada program yang akan memandirikan para kaum miskin tersebut. Yuyun berharap gakin Depok dari waktu ke waktu terus berkurang.(ina)

Audisi Miskin Merdeka digelar

Monitor Depok, 2 Mei 2008

CIPAYUNG JAYA, MONDE: Pengentasan kemiskinan memang tidak hanya menjai tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tugas dan kewajiban kita semua.

Menyadari hal ini koperasi MBT Mubaqyanah melalui Baitul Mal Yayasan Mubayanah Depok berencana menyelenggarakan Audisi Miskin Merdeka (Ammer).

Ketua pelaksana, Ust Samadikun, mengatakan tujuan dari kegiatan yang akan diselengarakan pada Jumat 6 Mei 2008 di aula lantai I Setda Kota Depok ini a.l. memfasilitasi antara aginay, pejabat, dan dermawan dengan kaum dhuafa, membantu program pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan.

“Ini juga bisa mengurangi kecemburuan sosial antara si kaya dengan si miskin, serta mengakomodir aspirasi agniya dengan dhuafa.”

Program audisi Ammmer ini memiliki tahapan pendataan melalui RT/RW, sistem evaluasi dengan menetapkan berbagai criteria yaitu umur masih produktif, aktif dalam kegiatan usaha selama tiga tahun, dan aktif mengikuti diklat ekonomi.

Selanjutnya, pendidikan ke pondok pesantren ekonomi dengan materi perdagangan dan industri kecil, agama, dakwah, dan karya tulis agama, serta manajemen usaha, pembukuan, dan pemasaran.

Kelulusan diklat dalam audisi enam bulan dengan mengikuti tahap penyeleksian, diasramakan selama Sabtu Minggu, serta menerima tanda tamat pendidikan Ponpes PEL.

Sejumlah fasilitas yang didapat dalam audisi Ammer yaitu sarana usaha yang produktif, masa panjang, rumah tinggal, motor dengan sistem berinfak setiap bulan, beras, lauk pauk, seragam system berkoperasi.
“Pasca Ammer, usaha sesuai profesi punya usaha jelas, ada kemauan serius untuk maju, usaha yang produktif bisa merekrut sekitar dua orang pekerja, serta mengembangkan usahanya di tempat lain.”(m-9)

April 2008

Yayasan Mubayanah gelar Ammer

Monitor Depok, 26 April  2008

CIPAYUNG JAYA, MONDE: Pengentasan kemiskinan memang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun menjadi tugas dan kewajiban kita semua. Menyadari hal ini koperasi MBT Mubaqyanah melalui Baitul Mal Yayasan Mubayanah Depok berencana menyelenggarakan Audisi Miskin Merdeka (Ammer).

Menurut ketua pelaksana Ust Samadikun tujuan dari kegiatan yang akan diselenggarakan Jumat (6/5) 2008 di aula lantai I Setda Kota Depok ini a.l. memfasilitasi antara pejabat, dan dermawan dengan kaum dhuafa, membantu program pemerintah dalam rangka mengentaskan kemiskinan.
“Ini juga bisa mengurangi kecemburuan sosial antara si kaya dengan si miskin, serta mengakomodir aspirasi agniya dengan dhuafa.”
Program audisi Ammmer ini memiliki tahapan pendataan melalui RT/RW, sistem evaluasi dengan menetapkan berbagai criteria yaitu umur masih produktif, aktif dalam kegiatan usaha selama tiga tahun, dan aktif mengikuti diklat ekonomi.

Selanjutnya, pendidikan ke pondok pesantren ekonomi dengan materi perdagangan dan industri kecil, agama, dakwah, dan karya tulis agama, serta manajemen usaha, pembukuan, dan pemasaran.

Kelulusan diklat dalam audisi enam bulan dengan mengikuti tahap penyeleksian, diasramakan selama Sabtu Minggu, serta menerima tanda tamat pendidikan Ponpes PEL.

Sejumlah fasilitas yang didapat dalam audisi Ammer yaitu sarana usaha yang produktif, masa panjang, rumah tinggal, motor dengan sistem berinfaq setiap bulan, beras, lauk pauk, seragam sistem berkoperasi.
“Pasca Ammer, usaha sesuai profesi punya usaha jelas, ada kemauan serius untuk maju, usaha yang produktif bisa merekrut sekitar dua orang pekerja, serta mengembangkan usahanya di tempat lain.”(m-9)

Januari 2006

Koperasi syariah akan dibentuk di tiap kecamatan

Monitor Depok, 24 Januari 2008

RAWADENOK, MONDE: Untuk mengurangi kesulitan dalam mencari modal dan sekaligus mencegah UKM terjerat oleh rentenir, Kantor Koperasi Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Depok akan membentuk koperasi-koperasi syariah di setiap kecamatan di kota ini.

Kepala Kantor KUKM Kota Depok, Rachmat Subagio, mengatakan pembentukan koperasi syariah yang nantinya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan modal bagi usaha kecil dan menengah di Kota Depok.

“Jadi nantinya di setiap kecamatan akan kami bikin satu koperasi syariah, “ kata Rachmat kepada Monde, belum lama ini.

Karena itu koperasi syariah di setiap kecamatan, menurut dia, akan diberikan diberikan modal.”

Tujuannya untuk mengurangi kesulitan UKM mencari modal, jangan sampai kena rentenir, sifat dari koperasi syariah itu kan bagi hasil,” tandas Rachmat.

Mengenai kapan pembentukan didirikan, Rachmat menjelaskan bahwa seluruh koperasi yang beroperasi di setiap kecamatan diberikan peluang untuk mengikuti seleksi koperasi syariah.”Ya, koperasi yang sudah ada akan kita seleksi, dan kemudian yang lulus seleksi akan diberikan modal usaha,” ujarnya.

Seleksi koperasi syariah, katanya, rencananya akan dilakukan pada triwulan kedua tahun ini. Koperasi mana saja diberikan peluang untuk didaftarkan sebagai peserta seleksi koperasi syariah.

Sementara itu Ketua Yayasan Sosial Dakwah Islamiyah Nyata (Yasdin) Kota Depok, Samadikun, mengaku pihaknya berencana mendirikan koperasi syariah di seluruh kecamatan. Dan bulan ini dipastikan sudah terbentuk.(mj)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: