Profil Tokoh DEPOK

Sugiharto

Sugiharto

Oktober 2006

Terkait dana Co-Bild, YFP3R tuding Sugiharto menipu

Monitor Depok, 11 Oktober 2006

MARGONDA, MONDE: Anggota Komisi C dan Sekretaris Fraksi PDI-P Sugiharto dituding telah melakukan tindak penipuan sewaktu menjabat sebagai Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Swadana Madani tahun 2003.

Tudingan itu dilontarkan Wakil Ketua Dewan Pendiri Forum Pengembangan dan Pembangunan Perumahan Rakyat (YFP3R) pengelola dana Co-Bild, Tjahyo Adi T. Moekmin, di kantor Redaksi Monde, kemarin petang.

Sugiharto yang kerap disapa Ugi, katanya, melakukan penipuan setelah mengganti jabatannya dari ketua menjadi bendahara dalam penyaluran dana Rp19.200.000 dari YFP3R ke KSM Swadana Mandiri.

“Entah mengapa saat dana mau disalurkan, dirinya (Ugi—Red.) menjadi bendahara. Begitu juga dengan penyaluran dana yang harusnya untuk 8 orang disalurkan kepada 20 orang dan proses pengembaliannya hingga kini tidak lancar,” ujar Tjahyo.

Terkait peristiwa yang terjadi tahun 2003-2004 itu, dia atas nama Badan Pendiri YFP3R melaporkan kasus tersebut kepada Polres Depok tahun 2005.

“Saya melaporkan orang-orang yang menandatangani akta perjanjian pinjaman yang seharusnya ditandatangani Ugi sebagi ketua, yakni Yedi Purwanto sebagai ketua, Oman Sutisna sebagai sekretaris dan Wismono sebagai bendahara ke Polres tanggal 20 Oktober 2006. Berdasarkan keterangan mereka bertiga, Ugi berperan di belakang mereka,” dia menjelaskan.

Hanya saja, ujar Tjahyo, kasus tersebut hingga kini belum menunjukkan perkembangan berarti, yaitu mengarah pada penetapan tersangka yang berujung pada penyelesaian kasus.

Terkait hal tersebut, dia melanjutkan, “setelah Lebaran saya akan menghadap Kapolres Depok Firman Santyabudhi untuk meminta kejelasan atas penuntasan kasus yang saya laporkan tahun 2005 itu.”

Dalam upayanya meminta pertanggungjawaban Ugi, YFP3R bahkan berniat mendatangi DPC PDI-P untuk mendesak agar kadernya bertanggung jawab.

“Tindakan-tindakan kekeluargaan kami (YFP3R—Red.) selama ini nyatanya tidak disambut baik. Bahkan saat saya berkunjung ke rumahnya (Ugi) saya tidak bisa ketemu. Makanya mau tidak mau kami menempuh jalur hukum,” Tjahyo memaparkan.

Menyangkut tudingan tersebut, Sugiharto menyatakan bahwa tindakan yang ditempuhnya sewaktu menjabat sebagai pengurus koperasi sudah sesuai aturan. Oleh sebab itu Ugi mengaku siap menghadapinya.

“Saya tidak menandatangani perjanjian karena pada waktu itu saya tidak ada. Dan soal penyaluran pada 20 orang itu kan bukan maunya saya tapi keinginan dari masyarakat. Kalau saya salah, yah silakan tunjukkan kesalahan saya dengan jalan yang baik,” papar Ugi yang dihubungi Monde via telepon tadi malam.

Menyangkut soal pengembalian pinjaman, dia mengatakan hal itu telah diupayakan sejak dulu. Hanya saja, dia menambahkan, memang perlu waktu.

“Mengenai rencana mereka [mengadu] ke partai saya, yah silakan saja. Kalau memang mau duduk bersama juga akan saya sambut baik.”

Dalam perkembangan lain, terkait dengan rencana anggota Komisi C Sugiharto untuk melaporkan Komdak ke kepolisian, kemarin dia melakukan konsultasi dengan penasehat hukumnya. Dalam konsultasi ini, kata Ugi, akan dibahas pasal-pasal yang terkait dengan masalahnya.

“Sampai sekarang saya baru berkonsultasi dengan penasehat hukum untuk memasukkan perkara ini ke dalam pasal mana saja,” Ugi menjelaskan kepada Monde kemarin. “Setelah semua bahan-bahan siap, mungkin besok (hari ini—Red.)) saya akan memasukkan ke kepolisian.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sugiharto berencana menempuh dua langkah: pertama, melakukan klarifikasi ke Monde, dan kedua, melaporkannya ke polisi. Langkah ini dilakukan karena dia menilai tudingan itu sebagai proses pembunuhan karakter dan menyudutkan anggota Dewan.

Secara terpisah Siswanto, Ketua Komisi C dan Ketua F-PDIP, dalam waktu dekat juga akan melakukan tindakan. “Karena ini terkait dengan politis maka saya juga akan menjawabnya secara politis,” ujarnya kepada Monde kemarin.

Saat ditanya apakah akan segera melaporkannya ke polisi, Siswanto menjawab, “terserah saya mau bawa ke polisi apa tidak.”

Soal surat jawaban dari Komdak mengenai dugaan percaloan yang melibatkan Siswanto dan Sugiharto, Siswanto menyatakan sampai kemarin belum diterima oleh Dewan.(m-2/m-8)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: