Profil Tokoh DEPOK

Tutun Sufiyan

Tutun Sufiyan

Oktober 2008

Pemkot konsisten tak keluarkan izin

Monitor Depok, 30-Okt-2008

SUKMAJAYA, MONDE: Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Pasar Kota Depok Tutun Sufiyan terkait rencana pembangunan Pasar Segar, tradisional dengan konsep modern.
“Jadi pemerintah agar konsisten tak mengeluarkan izin pembangunan Pasar Segar,” tegasnya, kemarin. Secara terpisah Kabid Perizinan Distakotbang Depok, Nunu Heryana mengaku sejauh ini pihaknya belum menerima berkas permohonan izin mendirikan bangunan (IMB) pasar tersebut.

“Kami belum terima berkas permohonan IMB untuk Pasar Segar,” katanya kepada Monde. Tutun mengatakan, rencana pembangunan pasar itu berakibat berkurangnya konsumen pada pasar tradisional lain dampaknya akan merugikan para pedagang, misalnya Pasar Agung yang lokasi berdekatan dengan rencana pembangunan Pasar Segar.

Selain itu, volume kendaraan jalan Tole Iskandar tinggi terutama pada jam sibuk pagi, siang dan sore macet. “Apabila ada pasar kemacetan akan semakin parah,” kata Tutun yang juga Direktur Eksekutif Asosiasi Pengelola Pedagang Seluruh Indonesia (Asparindo) kepada wartawan.

Alangkah baiknya, jika pasar tradisional yang ada prasarananya ditingkatkan, misalnya lahan parkir yang terdapat di Pasar Agung saat ini terbatas, diperluas ke belakang untuk menampung kendaraan konsumen, sehingga pasar itu lebih ramai dan mereka lebih nyaman berbelanja.

“Kalo Pasar Agung prasarananya ditingkatkan maka akan menyedot banyak konsumen,” tandasnya. Idealnya, sebuah pasar memiliki areal parkir yang luas. Sementara areal parkir Pasar Agung sekitar 1.000 m2 sehingga perlu ada penambahan ke belakang minimal 1.000 m2 dan pemerintah daerah investasi modal untuk pembelian lahan tersebut.

Sebelumnya Persatuan Pedagang Unit Pasar Depok Timur (PPUPDT) dan Komisiariat Pasar Agung yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) menolak tegas pembangunan pasar itu.

Bahkan para pedagang itu akan melakukan aksi demo dan memboikot retribusi. “Kalo jadi dibangun kami akan demo dan boikot retribusi,” kata Iben Zani Muhammad, Sekretaris PPUPDT.

Zaini, Ketua Komisariat APPSI Pasar Agung menambahkan, rencana pembangunan Pasar Segar merugikan pedagang yang ada termasuk pasar lainnya. “Kami jelas-jelas menolak berdirinya Pasar Segar,” ujar dia. Bahkan, jika hal itu dilakukan akan melakukan aksi demo.

Tolib, pedagang Pasar Agung menambahkan, apabila izin pembangunan pasar dikeluarkan maka retribusi yang ada di Pasar Agung akan dibikot para pedagang. “Kami jelas akan boikot retribusi,” kata dia semangat. Iben Zani Muhammad juga mengakui, bahwa Dinas Pasar telah memberikan surat pemberitahuan yang berisi kepada pedagang agar tak resah. Namun demikian dia menduga adanya permainan.

“Harusnya Dinas Pasar mengundang untuk melakukan somasi atas rencana pembangunan pasar itu”. Terhadap hal itu, Tutun Sufiyan dengan tegas mengatakan, tak akan memberikan rekomendasi. “Saya tak akan memberikan rekomendasi terkait pembangunan Pasar Segar.”(sud)

Oktober 2008

Pedagang Pasar Agung resah

Monitor Depok, 28-Okt-2008 08:04:31

SUKMAJAYA, MONDE: Para pedagang resah karena rencana pembangunan Pasar Segar di Jl Tole Iskandar, persisnya depan perumahan Samudera, kelurahan Depok, Pancoranmas itu dikhawatirkan dapat mematikan usaha mereka.
Mereka sempat menemukan brosur yang berisi rencana pembangunan pasar tersebut. Menurut brosur itu, kios Pasar Segar dijual dengan harga Rp63 juta.

“Pedagang di sini [Pasar Agung] resah atas brosur yang didapati pedagang terkait pembangunan pasar Segar di Jl Tole Iskandar,” kata Iben Zani Muhammad, Sekretaris PPUPDT kepada wartawan di pasar Agung, kemarin.

Pedagang Pasar Agung yang tergabung dalam organisasi PPUPDT mencapai 500 orang. Organisasi itu menilai pasar Segar nantinya bakal mendorong usaha mereka bangkrut.

Menurut dia, saat ini dari 1.000 kios di pasar itu, khususnya di lantai dua, banyak yang masih kosong bahkan kalau ada yang berusaha, hanya beberapa orang.

“Mereka kesulitan mencari pembeli. Makanya, kami menolak pembangunan pasar Segar karena dampaknya merugikan para pedagang pasar Agung,” tandasnya.

Pasca Lebaran lalu, pedagang di lantai dua sering mengeluh akibat jarangnya konsumen berbelanja ke lokasi tersebut.

“Kalo sampai pasar Segar di Jl Tole Iskandar dibangun, pedagang di pasar ini [Pasar Agung] akan semakin terjepit,” ujar Iben yang juga pedagang nasi di pasar Agung.

Menurut dia, apabila pasar tersebut dibangun maka para pedagang akan melakukan aksi demo menolak pembangunan pasar itu.

Untuk itu sebelum aksinya dilakukan sebaiknya dinas instansi terkait bertindak secara tegas tak mengijinkan pembangunan pasar dimaksud. “Dinas Pasar jangan diam, segera hentikan pembangunan pasar Segar. Jangan meningkatkan PAD, tapi pedagang kecil dirugikan,” tegasnya. Dia juga belum mengetahui secara persis apakah pembangunan pasar itu sudah memiliki izin atau belum.

Hal senada dikatakan Tolib, pedagang sembako pasar Agung. “Pedagang pasar Agung menolak pembangunan pasar Segar di Jl Tole Iskandar karena dampaknya merugikan pedagang pasar Agung,” ujarnya.

Dikatakan lebih lanjut, sebagai pedagang merasa prihatin melihat kondisi lokasi berdagang saat ini di mana banyak kios pasar Agung kosong, terlebih kios yang ada di lantai dua banyak yang tak diisi. “Saya menolak pembangunan Pasar Segar”, tegasnya.

H. Kasmulah, Ketua PPUPTD menambahkan, pemerintah Kota Depok harus tanggap atas persoalan ini sehingga para pedagang pasar Agung tak resah atas temuan brosur pembangunan pasar Segar. “Pemerintah Depok agar perhatikan masalah ini,” kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Pasar Tutun Sufiyan meminta kepada masyarakat pedagang di pasar Agung untuk tidak resah atas temuan brosur pembangunan pasar tradisional berkonsep modern, karena Dinas Pasar sampai saat ini belum mengetahui keberadaannya. Terlebih lagi soal perizinan. “Jadi bagi pedagang jangan resah,” kata dia. Dia juga akan membuat surat kepada pedagang agar tenang menyikapi hal itu. Sebab, sampai saat ini dia mengetahui keberadaan pembangunan pasar Segar dari brosur. Ketika ditanya sikap Dinas Pasar atas pembangunan pasar tersebut, dia mengatakan, menolak tegas atas dasar pedagang dan dinas pasar tak akan memberi rekomendasi.(sud)

Oktober 2006

57 PNS Depok ketahuan mangkir, Kepala Dinas Pasar ikut bolos

Monitor Depok, 31-Okt-2006 15:57:47

BALAIKOTA, MONDE: Sedikitnya 57 orang PNS Pemkot Depok kedapatan tidak masuk kerja (mangkir) tanpa keterangan pada hari pertama pasca libur massal Lebaran 1427 H, menyusul digelar inspeksi mendadak (Sidak).
Sementara, satu di antara PNS yang mangkir adalah pejabat—yaitu Kepala Dinas Pasar Tutun Sufiyan.

Sidak itu dilakukan oleh 6 tim dengan masing-masing tim terdiri dari satu orang dari Bagian Kepegawaian dan Badan Pengawasan Daerah (Bawasda). Seluruh tim berkekuatan 12 petugas. Inspeksi khusus ini dilakukan mulai pukul 09.00 WIB.

“Berdasarkan hasil rekap Sidak, maka 57 orang PNS kedapatan tidak masuk tanpa keterangan,” kata Kabag Kepegawaian Ulis Sumiardja, kemarin. Sidak itu dilakukan di Bagian Kepegawaian, Bawasda, Setda, Kantor, Dinas dan enam kecamatan.

Dilaporkan ke Wali

Tanpa merinci nama, Ulis mengatakan bahwa daftar 57 PNS itu akan diserahkan kepada Walikota Depok Nur Mahmudi. Tapi, sebelum ke meja Walikota, ke- 57 PNS tersebut akan dipanggil Bawasda, untuk diminta keterangannya.

“Penjelasan ke-57 PNS itu akan dijadikan dasar pemberian sanksi,” tandas Ulis. Hakekatnya, Pemkot sudah cukup memberikan libur massal Lebaran. “Seminggu itu amat memadai,” tambahnya.

Rujukan pemberian sanksi adalah PP PP No 30/1980 tentang disiplin PNS, yang diperjelas dengan Surat Edaran (SE) Walikota No 299/2000 perihal pembinaan disiplin pegawai.

“Saksinya (bagi pelanggar) terdiri dari rendah, sedang dan berat,” kata Ulis.

Kasubag Diklat dan Pengembangan Karier Bag Kepegawaian, Suhadi menambahkan, sanksi yang akan diterima PNS non-Guru yang tidak hadir di tempat kerja hingga pukul 09.00 WIB kemarin dinyatakan tidak masuk. “Sanksinya bisa bisa berupa teguran lisan.”

Sekalipun teguran lisan, katanya, nama-nama mereka akan tertuang dalam laporan tertulis kepada Walikota. Ia menjelaskan sanksi tegas langsung tidak dapat dijatuhkan karena pemberian saksi PNS ada tahapannya. “Meski begitu, teguran itu akan menjadi catatan tersendiri bagi PNS yang bersangkutan,” ujar Suhadi.

Pejabat tak masuk

Ternyata, sidak ini tak hanya menyangkut PNS rendahan. Sidak juga mencermati pejabat di lingkup Pemkot. Nah, dari sini ketahuan bahwa Kepala Dinas Pasar Depok Tutun Sufian tak sedang berada di kantornya.

Kabid Pemerintahan dan Kesra Bawasda, Supayat yang juga tergabung dalam tim Sidak bersama Ulis dan Suhadi dan 9 petugas Sidak lainnya mengatakan, berdasarkan hasil temuan lapangan, di Kantor Dinas Pasar, dirinya bersama Fitri dari Bag Kepegawaian memang tidak mendapati Kepala Dinas Pasar Kota Depok, Tutun Sufiyan di kantornya.

“Kepala Dinas Pasar memang tidak ada di tempat dan yang bersangkutan juga tidak memberikan keterangan,” Supayat mengatakan.

Kepala Dinas Pasar Kota Depok, Tutun Sufiyan yang dihubungi Monde, tak diperoleh keterangan dia karena telepon selulernya dalam kondisi tak aktif.

Ketidak hadiran Tutun pada hari pertama kerja pasca libur Lebaran diakui salah satu pejabat Dinas Pasar lainnya, yang mewanti-wanti agar namanya tak disebutkan. “Pak Tutun ada, tapi ada di rumahnya. Mengenai beliau (Tutun—Red) hadir ada atau tidak lebih baik tanyakan petugas yang melakukan Sidak ke Dinas Pasar,” katanya kepada Monde, kemarin.

Ulis mengatakan dari ke 57 PNS yang tidak masuk tersebut a.l. dari Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DKLH) dua orang dan satu orang dari Dinas Pemberdayaan Keluarga Masyarakat Sejahtera (PMKS).

Ia pun mengatakan kalangan PNS di sekitar Gedung Balaikota, misalnya dari Sekda, Bapeda, Disnakersos, Distan, Disdukcapil, Distakotbang, Dinas PU, Kantor Pariwisata, Kantor Arsip, Kantor KUKM, Kantor Damkar, Kantor Satpol PP dan Kantor Kesbang ada yang tak masuk kemarin.

“Mereka memberikan keterangan ketidak hadiran.”(m-2/m-8)

1 Comment »

  1. itu loket masuk parkir pasar agung depok kenapa tidak sejajar dengar loket kluar tidak sejajar soalnya jadi bayar parkirnya 2x didalam sama diloket kluar kaget ribet soalnya aku baru pertama masuk sekarang jadi ogah kesitu lagi

    Comment by rudimawan — March 26, 2010 @ 12:10 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: